alexametrics
25 C
Jember
Wednesday, 26 January 2022

APBD Bondowoso Turun Drastis! Angkanya Mencapai Milayaran

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bondowoso selama terdampak Covid-19 tahun ini turun drastis. Angkanya pun mencapai miliaran rupiah. Total Rp 13 miliar.

Hal itu disampaikan Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin dalam nota penjelasan (23/9) tentang Kebijakan Umum Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) Kabupaten Bondowoso Tahun 2021.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Salwa, sapaan Bupati Bondowoso, juga menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah tentang PAPBD kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. “Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pandemi Covid-19 yang melanda dunia sangat berdampak terhadap kehidupan manusia. Dari masalah kesehatan, masalah sosial, ekonomi, bahkan ke sektor keuangan,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menambahkan, penanganan yang luar biasa telah dilakukan oleh banyak negara, termasuk Indonesia. Berbagai kebijakan pencegahan dan penanganan Covid-19 pun telah dilaksanakan. Mulai dari vaksinasi, penerapan protokol kesehatan, hingga PPKM. Dampaknya, PAD pun turun hingga Rp 13 miliar yang berpengaruh terhadap kualitas pelayanan pada masyarakat. “Pendapatan berkurang Rp 13 miliar,” jelasnya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, penurunan Rp 13 Miliar itu berasal dari berbagai item. Salah satunya retribusi di pelayanan kesehatan, yakni Puskesmas. Sebagaimana diketahui, beberapa puskesmas di Bondowoso sempat dijadikan puskesmas rujukan Covid-19, dan tak melayani pelayanan kesehatan umum.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bondowoso selama terdampak Covid-19 tahun ini turun drastis. Angkanya pun mencapai miliaran rupiah. Total Rp 13 miliar.

Hal itu disampaikan Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin dalam nota penjelasan (23/9) tentang Kebijakan Umum Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) Kabupaten Bondowoso Tahun 2021.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Salwa, sapaan Bupati Bondowoso, juga menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah tentang PAPBD kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. “Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pandemi Covid-19 yang melanda dunia sangat berdampak terhadap kehidupan manusia. Dari masalah kesehatan, masalah sosial, ekonomi, bahkan ke sektor keuangan,” ujarnya.

Dia menambahkan, penanganan yang luar biasa telah dilakukan oleh banyak negara, termasuk Indonesia. Berbagai kebijakan pencegahan dan penanganan Covid-19 pun telah dilaksanakan. Mulai dari vaksinasi, penerapan protokol kesehatan, hingga PPKM. Dampaknya, PAD pun turun hingga Rp 13 miliar yang berpengaruh terhadap kualitas pelayanan pada masyarakat. “Pendapatan berkurang Rp 13 miliar,” jelasnya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, penurunan Rp 13 Miliar itu berasal dari berbagai item. Salah satunya retribusi di pelayanan kesehatan, yakni Puskesmas. Sebagaimana diketahui, beberapa puskesmas di Bondowoso sempat dijadikan puskesmas rujukan Covid-19, dan tak melayani pelayanan kesehatan umum.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bondowoso selama terdampak Covid-19 tahun ini turun drastis. Angkanya pun mencapai miliaran rupiah. Total Rp 13 miliar.

Hal itu disampaikan Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin dalam nota penjelasan (23/9) tentang Kebijakan Umum Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (PAPBD) Kabupaten Bondowoso Tahun 2021.

Dalam kesempatan tersebut, Kiai Salwa, sapaan Bupati Bondowoso, juga menyampaikan Rancangan Peraturan Daerah tentang PAPBD kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. “Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pandemi Covid-19 yang melanda dunia sangat berdampak terhadap kehidupan manusia. Dari masalah kesehatan, masalah sosial, ekonomi, bahkan ke sektor keuangan,” ujarnya.

Dia menambahkan, penanganan yang luar biasa telah dilakukan oleh banyak negara, termasuk Indonesia. Berbagai kebijakan pencegahan dan penanganan Covid-19 pun telah dilaksanakan. Mulai dari vaksinasi, penerapan protokol kesehatan, hingga PPKM. Dampaknya, PAD pun turun hingga Rp 13 miliar yang berpengaruh terhadap kualitas pelayanan pada masyarakat. “Pendapatan berkurang Rp 13 miliar,” jelasnya.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Ijen, penurunan Rp 13 Miliar itu berasal dari berbagai item. Salah satunya retribusi di pelayanan kesehatan, yakni Puskesmas. Sebagaimana diketahui, beberapa puskesmas di Bondowoso sempat dijadikan puskesmas rujukan Covid-19, dan tak melayani pelayanan kesehatan umum.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca