alexametrics
20.1 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Madrasah di Bondowoso Sudah Gelar PTM

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas untuk madrasah atau lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bondowoso rupanya juga sudah mulai dilakukan. Pelaksanaannya juga mengikuti anjuran dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Bondowoso serta imbauan dari Kanwil Kemenag Jawa Timur.

Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Bondowoso Ibrahim menyampaikan, pembelajaran tatap muka di Bondowoso juga sama dengan yang dilakukan lembaga pendidikan di bawah naungan Dikbud. “Cuma dasarnya juga ada dari Kanwil Kemenag,” terangnya.

Pihaknya juga sudah mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada pengawas dan kepala RA serta madrasah negeri atau swasta di seluruh Bondowoso terkait pelaksanaan PTM terbatas untuk madrasah pada tahun ajaran 2021/2022. Beberapa poin dalam surat tersebut di antaranya untuk lembaga yang akan melakukan PTM terbatas harus menyesuaikan dengan standard operating procedure (SOP) yang sudah ditentukan Kemenag Bondowoso. Hal tersebut bisa dimulai dari Kamis (19/8) sebelumnya, dengan memperhatikan beberapa regulasi yang harus dipenuhi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ibrahim juga mengatakan, untuk madrasah yang memiliki siswa kurang dari 100 orang, maka PTM bisa dilakukan secara serentak. “Sesuai ketersediaan ruang belajar yang diperbolehkan. Yaitu maksimal 50 persen, agar dapat menjaga jarak satu hingga dua meter,” terangnya.

Sementara itu, untuk madrasah yang memiliki siswa di atas 100 orang, PTM digelar dengan sistem bergantian dan menyesuaikan ketersediaan ruang belajar. Jika dalam satu hari lebih dari satu sif atau bergantian, maka harus ada jeda waktu antarkelas. “Jeda waktu antara sif pertama dengan berikutnya selama 60 menit untuk sterilisasi ruang belajar,” katanya.

Selain itu, dia juga mengatakan, waktu siswa belajar di madrasah juga dibatasi. Setiap hari maksimal dua hingga empat jam tanpa istirahat. “Seluruh proses pembelajaran berakhir maksimal pukul 12.00. Kecuali hari Jumat maksimal pukul 11.00,” paparnya.

Pelaksanaan PTM itu akan dipantau serta akan dievaluasi secara berkala oleh Kemenag bersama para pengawas madrasah. Tujuannya agar pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan regulasi dan ketentuan yang berlaku.

Salah satu madrasah yang sudah menjalankan PTM adalah MI At-Taqwa Bondowoso. Mereka menyambut baik kebijakan tatap muka tersebut. Lembaga MI dengan jumlah siswa terbanyak ini ternyata sudah mulai melaksanakan PTM sejak Senin (23/8) lalu.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas untuk madrasah atau lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bondowoso rupanya juga sudah mulai dilakukan. Pelaksanaannya juga mengikuti anjuran dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Bondowoso serta imbauan dari Kanwil Kemenag Jawa Timur.

Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Bondowoso Ibrahim menyampaikan, pembelajaran tatap muka di Bondowoso juga sama dengan yang dilakukan lembaga pendidikan di bawah naungan Dikbud. “Cuma dasarnya juga ada dari Kanwil Kemenag,” terangnya.

Pihaknya juga sudah mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada pengawas dan kepala RA serta madrasah negeri atau swasta di seluruh Bondowoso terkait pelaksanaan PTM terbatas untuk madrasah pada tahun ajaran 2021/2022. Beberapa poin dalam surat tersebut di antaranya untuk lembaga yang akan melakukan PTM terbatas harus menyesuaikan dengan standard operating procedure (SOP) yang sudah ditentukan Kemenag Bondowoso. Hal tersebut bisa dimulai dari Kamis (19/8) sebelumnya, dengan memperhatikan beberapa regulasi yang harus dipenuhi.

Ibrahim juga mengatakan, untuk madrasah yang memiliki siswa kurang dari 100 orang, maka PTM bisa dilakukan secara serentak. “Sesuai ketersediaan ruang belajar yang diperbolehkan. Yaitu maksimal 50 persen, agar dapat menjaga jarak satu hingga dua meter,” terangnya.

Sementara itu, untuk madrasah yang memiliki siswa di atas 100 orang, PTM digelar dengan sistem bergantian dan menyesuaikan ketersediaan ruang belajar. Jika dalam satu hari lebih dari satu sif atau bergantian, maka harus ada jeda waktu antarkelas. “Jeda waktu antara sif pertama dengan berikutnya selama 60 menit untuk sterilisasi ruang belajar,” katanya.

Selain itu, dia juga mengatakan, waktu siswa belajar di madrasah juga dibatasi. Setiap hari maksimal dua hingga empat jam tanpa istirahat. “Seluruh proses pembelajaran berakhir maksimal pukul 12.00. Kecuali hari Jumat maksimal pukul 11.00,” paparnya.

Pelaksanaan PTM itu akan dipantau serta akan dievaluasi secara berkala oleh Kemenag bersama para pengawas madrasah. Tujuannya agar pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan regulasi dan ketentuan yang berlaku.

Salah satu madrasah yang sudah menjalankan PTM adalah MI At-Taqwa Bondowoso. Mereka menyambut baik kebijakan tatap muka tersebut. Lembaga MI dengan jumlah siswa terbanyak ini ternyata sudah mulai melaksanakan PTM sejak Senin (23/8) lalu.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas untuk madrasah atau lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bondowoso rupanya juga sudah mulai dilakukan. Pelaksanaannya juga mengikuti anjuran dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Bondowoso serta imbauan dari Kanwil Kemenag Jawa Timur.

Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Bondowoso Ibrahim menyampaikan, pembelajaran tatap muka di Bondowoso juga sama dengan yang dilakukan lembaga pendidikan di bawah naungan Dikbud. “Cuma dasarnya juga ada dari Kanwil Kemenag,” terangnya.

Pihaknya juga sudah mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada pengawas dan kepala RA serta madrasah negeri atau swasta di seluruh Bondowoso terkait pelaksanaan PTM terbatas untuk madrasah pada tahun ajaran 2021/2022. Beberapa poin dalam surat tersebut di antaranya untuk lembaga yang akan melakukan PTM terbatas harus menyesuaikan dengan standard operating procedure (SOP) yang sudah ditentukan Kemenag Bondowoso. Hal tersebut bisa dimulai dari Kamis (19/8) sebelumnya, dengan memperhatikan beberapa regulasi yang harus dipenuhi.

Ibrahim juga mengatakan, untuk madrasah yang memiliki siswa kurang dari 100 orang, maka PTM bisa dilakukan secara serentak. “Sesuai ketersediaan ruang belajar yang diperbolehkan. Yaitu maksimal 50 persen, agar dapat menjaga jarak satu hingga dua meter,” terangnya.

Sementara itu, untuk madrasah yang memiliki siswa di atas 100 orang, PTM digelar dengan sistem bergantian dan menyesuaikan ketersediaan ruang belajar. Jika dalam satu hari lebih dari satu sif atau bergantian, maka harus ada jeda waktu antarkelas. “Jeda waktu antara sif pertama dengan berikutnya selama 60 menit untuk sterilisasi ruang belajar,” katanya.

Selain itu, dia juga mengatakan, waktu siswa belajar di madrasah juga dibatasi. Setiap hari maksimal dua hingga empat jam tanpa istirahat. “Seluruh proses pembelajaran berakhir maksimal pukul 12.00. Kecuali hari Jumat maksimal pukul 11.00,” paparnya.

Pelaksanaan PTM itu akan dipantau serta akan dievaluasi secara berkala oleh Kemenag bersama para pengawas madrasah. Tujuannya agar pelaksanaan pembelajaran sesuai dengan regulasi dan ketentuan yang berlaku.

Salah satu madrasah yang sudah menjalankan PTM adalah MI At-Taqwa Bondowoso. Mereka menyambut baik kebijakan tatap muka tersebut. Lembaga MI dengan jumlah siswa terbanyak ini ternyata sudah mulai melaksanakan PTM sejak Senin (23/8) lalu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/