alexametrics
29.6 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

80 Persen Kecelakaan, Tidak Memiliki SIM

Mobile_AP_Rectangle 1

DABASAH, Radar Ijen – Belum genap satu tahun kecelakaan lalu lintas (laka lantas) sudah mencapai ratusan kejadian. Dari total kecelakaan periode Januari hingga Juni 2022 dengan total 509 kasus, sekitar 80 persen pelakunya tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM).

BACA JUGA : Kejar Target Proyek Multiyears, Kontraktor Lelet Bakal Diputus Kontrak

Kasat Lantas Polres Bondowoso AKP Suryono mengatakan, kesadaran masyarakat Bondowoso untuk membuat SIM bisa dikatakan sangat rendah. Padahal, kata dia, proses pembuatannya cukup mudah dibanding sebelumnya. Bila dibandingkan, kata dia, mereka yang mengendarai kendaraan bermotor di Bondowoso lebih banyak tidak memiliki SIM. “Di Bondowoso yang tidak memiliki SIM justru lebih banyak,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia mengatakan, dari total 509 kejadian laka lantas sejak Januari hingga Juni kemarin, hanya 101 orang saja yang memiliki SIM. Sehingga, bisa dikatakan sekitar 80 persen mereka yang terlibat kecelakaan di Bondowoso tidak memiliki SIM.

Selain itu, kata Suryono, pelanggaran lalu lintas sering dilakukan oleh para pengendara roda dua. “Pelanggaran lalu lintas rata-rata dilakukan oleh pengendara roda dua dan tidak memiliki SIM C,” urainya.

- Advertisement -

DABASAH, Radar Ijen – Belum genap satu tahun kecelakaan lalu lintas (laka lantas) sudah mencapai ratusan kejadian. Dari total kecelakaan periode Januari hingga Juni 2022 dengan total 509 kasus, sekitar 80 persen pelakunya tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM).

BACA JUGA : Kejar Target Proyek Multiyears, Kontraktor Lelet Bakal Diputus Kontrak

Kasat Lantas Polres Bondowoso AKP Suryono mengatakan, kesadaran masyarakat Bondowoso untuk membuat SIM bisa dikatakan sangat rendah. Padahal, kata dia, proses pembuatannya cukup mudah dibanding sebelumnya. Bila dibandingkan, kata dia, mereka yang mengendarai kendaraan bermotor di Bondowoso lebih banyak tidak memiliki SIM. “Di Bondowoso yang tidak memiliki SIM justru lebih banyak,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Dia mengatakan, dari total 509 kejadian laka lantas sejak Januari hingga Juni kemarin, hanya 101 orang saja yang memiliki SIM. Sehingga, bisa dikatakan sekitar 80 persen mereka yang terlibat kecelakaan di Bondowoso tidak memiliki SIM.

Selain itu, kata Suryono, pelanggaran lalu lintas sering dilakukan oleh para pengendara roda dua. “Pelanggaran lalu lintas rata-rata dilakukan oleh pengendara roda dua dan tidak memiliki SIM C,” urainya.

DABASAH, Radar Ijen – Belum genap satu tahun kecelakaan lalu lintas (laka lantas) sudah mencapai ratusan kejadian. Dari total kecelakaan periode Januari hingga Juni 2022 dengan total 509 kasus, sekitar 80 persen pelakunya tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM).

BACA JUGA : Kejar Target Proyek Multiyears, Kontraktor Lelet Bakal Diputus Kontrak

Kasat Lantas Polres Bondowoso AKP Suryono mengatakan, kesadaran masyarakat Bondowoso untuk membuat SIM bisa dikatakan sangat rendah. Padahal, kata dia, proses pembuatannya cukup mudah dibanding sebelumnya. Bila dibandingkan, kata dia, mereka yang mengendarai kendaraan bermotor di Bondowoso lebih banyak tidak memiliki SIM. “Di Bondowoso yang tidak memiliki SIM justru lebih banyak,” terangnya kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Dia mengatakan, dari total 509 kejadian laka lantas sejak Januari hingga Juni kemarin, hanya 101 orang saja yang memiliki SIM. Sehingga, bisa dikatakan sekitar 80 persen mereka yang terlibat kecelakaan di Bondowoso tidak memiliki SIM.

Selain itu, kata Suryono, pelanggaran lalu lintas sering dilakukan oleh para pengendara roda dua. “Pelanggaran lalu lintas rata-rata dilakukan oleh pengendara roda dua dan tidak memiliki SIM C,” urainya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/