alexametrics
23.2 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Jaksa Ikut Pantau Harga Obat

Mobile_AP_Rectangle 1

NANGKAAN, RADARJEMBER.ID – Melihat situasi meningkatnya kebutuhan oksigen dan obat di masyarakat membuat Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso ikut turun tangan. Aparat Adhyaksa ini turut meninjau dan memantau ketersediaan isi ulang oksigen medis dan obat-obatan di Kota Tape.

Namun, hingga kini, oksigen memang hanya tersedia di rumah sakit (RS) saja. Sementara, di apotek-apotek kosong. Hal itu dibenarkan oleh Asis Widarto, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bondowoso kepada Jawa Pos Radar Ijen, beberapa waktu lalu. “Kami sudah turun langsung ke lapangan. Memang persediaan kosong di apotek. Hanya tersedia di RS saja,” katanya.

Kejaksaan turut mendukung pemerintah dalam pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Pihaknya juga turut membantu pemantauan kebijakan itu di wilayah Kabupaten Bondowoso bersama instansi terkait sebagai bentuk dukungan. Sesuai yang tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 dan Surat Edaran (SE) Jaksa Agung Nomor 132 Tahun 2021.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain memantau ketersediaan tabung oksigen, Korps Adhyaksa juga memantau harga obat dan multivitamin yang beredar di masyarakat. “Kami juga turun mengecek persediaan obat. Apakah ada harga obat yang terlalu tinggi. Tetapi, sampai saat ini belum ada kenaikan harga obat yang signifikan,” lanjut Asis.

Dia berharap di Bondowoso tak terjadi penyimpangan hukum mengenai alat kesehatan (alkes) maupun obat-obatan. Sebab, masyarakat sudah merasakan begitu susahnya mencari tabung oksigen maupun ketersediaan obat yang dibutuhkan. “Semoga alkes tetap digunakan sebagaimana mestinya. Kami juga tidak mengganggu nakes (tenaga kesehatan, Red) dalam bekerja. Mereka sudah bersusah payah membantu masyarakat ketika situasi pandemi seperti sekarang ini,” imbuhnya.

- Advertisement -

NANGKAAN, RADARJEMBER.ID – Melihat situasi meningkatnya kebutuhan oksigen dan obat di masyarakat membuat Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso ikut turun tangan. Aparat Adhyaksa ini turut meninjau dan memantau ketersediaan isi ulang oksigen medis dan obat-obatan di Kota Tape.

Namun, hingga kini, oksigen memang hanya tersedia di rumah sakit (RS) saja. Sementara, di apotek-apotek kosong. Hal itu dibenarkan oleh Asis Widarto, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bondowoso kepada Jawa Pos Radar Ijen, beberapa waktu lalu. “Kami sudah turun langsung ke lapangan. Memang persediaan kosong di apotek. Hanya tersedia di RS saja,” katanya.

Kejaksaan turut mendukung pemerintah dalam pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Pihaknya juga turut membantu pemantauan kebijakan itu di wilayah Kabupaten Bondowoso bersama instansi terkait sebagai bentuk dukungan. Sesuai yang tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 dan Surat Edaran (SE) Jaksa Agung Nomor 132 Tahun 2021.

Selain memantau ketersediaan tabung oksigen, Korps Adhyaksa juga memantau harga obat dan multivitamin yang beredar di masyarakat. “Kami juga turun mengecek persediaan obat. Apakah ada harga obat yang terlalu tinggi. Tetapi, sampai saat ini belum ada kenaikan harga obat yang signifikan,” lanjut Asis.

Dia berharap di Bondowoso tak terjadi penyimpangan hukum mengenai alat kesehatan (alkes) maupun obat-obatan. Sebab, masyarakat sudah merasakan begitu susahnya mencari tabung oksigen maupun ketersediaan obat yang dibutuhkan. “Semoga alkes tetap digunakan sebagaimana mestinya. Kami juga tidak mengganggu nakes (tenaga kesehatan, Red) dalam bekerja. Mereka sudah bersusah payah membantu masyarakat ketika situasi pandemi seperti sekarang ini,” imbuhnya.

NANGKAAN, RADARJEMBER.ID – Melihat situasi meningkatnya kebutuhan oksigen dan obat di masyarakat membuat Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso ikut turun tangan. Aparat Adhyaksa ini turut meninjau dan memantau ketersediaan isi ulang oksigen medis dan obat-obatan di Kota Tape.

Namun, hingga kini, oksigen memang hanya tersedia di rumah sakit (RS) saja. Sementara, di apotek-apotek kosong. Hal itu dibenarkan oleh Asis Widarto, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bondowoso kepada Jawa Pos Radar Ijen, beberapa waktu lalu. “Kami sudah turun langsung ke lapangan. Memang persediaan kosong di apotek. Hanya tersedia di RS saja,” katanya.

Kejaksaan turut mendukung pemerintah dalam pelaksanaan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Pihaknya juga turut membantu pemantauan kebijakan itu di wilayah Kabupaten Bondowoso bersama instansi terkait sebagai bentuk dukungan. Sesuai yang tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 15 Tahun 2021 dan Surat Edaran (SE) Jaksa Agung Nomor 132 Tahun 2021.

Selain memantau ketersediaan tabung oksigen, Korps Adhyaksa juga memantau harga obat dan multivitamin yang beredar di masyarakat. “Kami juga turun mengecek persediaan obat. Apakah ada harga obat yang terlalu tinggi. Tetapi, sampai saat ini belum ada kenaikan harga obat yang signifikan,” lanjut Asis.

Dia berharap di Bondowoso tak terjadi penyimpangan hukum mengenai alat kesehatan (alkes) maupun obat-obatan. Sebab, masyarakat sudah merasakan begitu susahnya mencari tabung oksigen maupun ketersediaan obat yang dibutuhkan. “Semoga alkes tetap digunakan sebagaimana mestinya. Kami juga tidak mengganggu nakes (tenaga kesehatan, Red) dalam bekerja. Mereka sudah bersusah payah membantu masyarakat ketika situasi pandemi seperti sekarang ini,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/