alexametrics
24.1 C
Jember
Friday, 1 July 2022

Nasib Jembatan Gantung Paguan

Tak Ada Sentuhan dari Pemerintah, Hanya Andalkan Usulan ke Kementerian

Mobile_AP_Rectangle 1

PAGUAN, Radar Ijen – Sebuah jembatan dengan alas bambu dan tali baja menjadi bagian yang sangat penting bagi masyarakat. Pasalnya, selain menjadi akses masyarakat Desa Paguan, Kecamatan Taman Krocok, ke Pasar Wonosari, jembatan tersebut juga menjadi akses pendidikan terdekat bagi anak-anak asal Dusun Paleran, Desa Paguan, yang menimba ilmu di Kecamatan Wonosari.

BACA JUGA : Pemotor di Jember “Menantang Maut”, Nekat Terobos Pintu Lintasan Kereta

Jembatan gantung tersebut penyangganya dari beton cor. Sementara itu, di lokasi jembatan gantung itu juga ada sumber mata air yang dimanfaatkan masyarakat untuk mandi dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, jembatan gantung tersebut tak hanya menjadi akses masyarakat saat jalan kaki. Namun juga menjadi akses motor. Tetapi, para pengendara harus turun dan mendorong motornya. Menurut Bahrawi, warga setempat, jembatan tersebut tidak bisa dilalui dengan mengendarai motor. Warga Desa Paguan itu mengatakan, semua pengendara harus turun. “Jembatannya itu goyang, dan harus gantian jika dari dua sisi sama-sama ada kendaraan,” terang Bahrawi.

- Advertisement -

PAGUAN, Radar Ijen – Sebuah jembatan dengan alas bambu dan tali baja menjadi bagian yang sangat penting bagi masyarakat. Pasalnya, selain menjadi akses masyarakat Desa Paguan, Kecamatan Taman Krocok, ke Pasar Wonosari, jembatan tersebut juga menjadi akses pendidikan terdekat bagi anak-anak asal Dusun Paleran, Desa Paguan, yang menimba ilmu di Kecamatan Wonosari.

BACA JUGA : Pemotor di Jember “Menantang Maut”, Nekat Terobos Pintu Lintasan Kereta

Jembatan gantung tersebut penyangganya dari beton cor. Sementara itu, di lokasi jembatan gantung itu juga ada sumber mata air yang dimanfaatkan masyarakat untuk mandi dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, jembatan gantung tersebut tak hanya menjadi akses masyarakat saat jalan kaki. Namun juga menjadi akses motor. Tetapi, para pengendara harus turun dan mendorong motornya. Menurut Bahrawi, warga setempat, jembatan tersebut tidak bisa dilalui dengan mengendarai motor. Warga Desa Paguan itu mengatakan, semua pengendara harus turun. “Jembatannya itu goyang, dan harus gantian jika dari dua sisi sama-sama ada kendaraan,” terang Bahrawi.

PAGUAN, Radar Ijen – Sebuah jembatan dengan alas bambu dan tali baja menjadi bagian yang sangat penting bagi masyarakat. Pasalnya, selain menjadi akses masyarakat Desa Paguan, Kecamatan Taman Krocok, ke Pasar Wonosari, jembatan tersebut juga menjadi akses pendidikan terdekat bagi anak-anak asal Dusun Paleran, Desa Paguan, yang menimba ilmu di Kecamatan Wonosari.

BACA JUGA : Pemotor di Jember “Menantang Maut”, Nekat Terobos Pintu Lintasan Kereta

Jembatan gantung tersebut penyangganya dari beton cor. Sementara itu, di lokasi jembatan gantung itu juga ada sumber mata air yang dimanfaatkan masyarakat untuk mandi dan kebutuhan rumah tangga lainnya.

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, jembatan gantung tersebut tak hanya menjadi akses masyarakat saat jalan kaki. Namun juga menjadi akses motor. Tetapi, para pengendara harus turun dan mendorong motornya. Menurut Bahrawi, warga setempat, jembatan tersebut tidak bisa dilalui dengan mengendarai motor. Warga Desa Paguan itu mengatakan, semua pengendara harus turun. “Jembatannya itu goyang, dan harus gantian jika dari dua sisi sama-sama ada kendaraan,” terang Bahrawi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/