alexametrics
31.1 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Tak Seharusnya Bau Menyengat Itu Ada

Limbah Kubis di Dataran Tinggi Ijen

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Petani kubis di dataran tinggi Ijen saat ini tengah panen. Hasil panenan itu ternyata menyisakan limbah. Sisa-sisa panenan dibuang begitu saja. Ironisnya, limbah itu membusuk dan menjadi sumber bau menyengat.

Limbah itu ditemukan polisi pariwisata (polpar) bersama tim Disparpora yang tengah melakukan patroli di objek wisata Ijen, kemarin. Sebelumnya, ada keluhan ke polpar ihwal bau limbah tersebut. “Karena saat ini tengah ada program Ijen Geopark, sedianya masyarakat turut serta menjaga keindahan dan kenyamanan alam dengan tidak membuang sampah kubis sembarangan,” jelas Aiptu Sugeng, Kanit Polpar Bondowoso.

MENGGANGGU: Sampah dari hasil panen kubis yang dibuang
sembarangan, baunya menyengat. (atas) TIm Polisi Pariwisata bersama
Disparpora saat melihat tumpukan sampah.

Dijelaskannya, pihaknya saat itu bersama Bripka Agung Sambuko dan koordinator objek wisata kawasan Ijen, Teguh Ari Wijaya. Begitu melihat sampah berbau menyengat, tim langsung berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat.  “Kami memberi imbauan agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan,” terang Sugeng.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Petani kubis di dataran tinggi Ijen saat ini tengah panen. Hasil panenan itu ternyata menyisakan limbah. Sisa-sisa panenan dibuang begitu saja. Ironisnya, limbah itu membusuk dan menjadi sumber bau menyengat.

Limbah itu ditemukan polisi pariwisata (polpar) bersama tim Disparpora yang tengah melakukan patroli di objek wisata Ijen, kemarin. Sebelumnya, ada keluhan ke polpar ihwal bau limbah tersebut. “Karena saat ini tengah ada program Ijen Geopark, sedianya masyarakat turut serta menjaga keindahan dan kenyamanan alam dengan tidak membuang sampah kubis sembarangan,” jelas Aiptu Sugeng, Kanit Polpar Bondowoso.

MENGGANGGU: Sampah dari hasil panen kubis yang dibuang
sembarangan, baunya menyengat. (atas) TIm Polisi Pariwisata bersama
Disparpora saat melihat tumpukan sampah.

Dijelaskannya, pihaknya saat itu bersama Bripka Agung Sambuko dan koordinator objek wisata kawasan Ijen, Teguh Ari Wijaya. Begitu melihat sampah berbau menyengat, tim langsung berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat.  “Kami memberi imbauan agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan,” terang Sugeng.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Petani kubis di dataran tinggi Ijen saat ini tengah panen. Hasil panenan itu ternyata menyisakan limbah. Sisa-sisa panenan dibuang begitu saja. Ironisnya, limbah itu membusuk dan menjadi sumber bau menyengat.

Limbah itu ditemukan polisi pariwisata (polpar) bersama tim Disparpora yang tengah melakukan patroli di objek wisata Ijen, kemarin. Sebelumnya, ada keluhan ke polpar ihwal bau limbah tersebut. “Karena saat ini tengah ada program Ijen Geopark, sedianya masyarakat turut serta menjaga keindahan dan kenyamanan alam dengan tidak membuang sampah kubis sembarangan,” jelas Aiptu Sugeng, Kanit Polpar Bondowoso.

MENGGANGGU: Sampah dari hasil panen kubis yang dibuang
sembarangan, baunya menyengat. (atas) TIm Polisi Pariwisata bersama
Disparpora saat melihat tumpukan sampah.

Dijelaskannya, pihaknya saat itu bersama Bripka Agung Sambuko dan koordinator objek wisata kawasan Ijen, Teguh Ari Wijaya. Begitu melihat sampah berbau menyengat, tim langsung berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat.  “Kami memberi imbauan agar masyarakat tidak membuang sampah sembarangan,” terang Sugeng.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/