alexametrics
24.6 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Nyantri di Kala Pandemi

Berangkat Dikawal Bus dan Diperiksa Kesehatan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ratusan santri asal Kabupaten Bondowoso sudah kembali ke pondoknya masing-masing. Seperti santri Nurul Jadi, Paiton, Probolinggo, misalnya. Mereka kembali ke pondok menggunakan bus khusus yang disediakan untuk menjemput santri, kemarin (26/7).

Panitia pemberangkatan membagi keberangkatan menjadi dua gelombang. Gelombang pertama khusus santri putri, dilaksanakan pagi hari. Gelombang kedua khusus untuk santri putra, dilaksanakan siang hari. Titik penjemputan santri juga beragam. Salah satunya di depan Masjid At Taqwa Bondowoso.

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, sebelum menaiki bus, para santri terlebih dahulu disemprot cairan disinfektan. Tidak hanya badannya, barang-barang bawaan mereka juga disemprot oleh petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso. Setelah proses tersebut, para santri diperbolehkan menaiki bus dengan dipandu oleh petugas.

Mobile_AP_Rectangle 2

H Tohari, Ketua Penjemputan Santri Pondok Pesantren Nurul Jadid, menyampaikan, agenda ini merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap tahun oleh Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4 NJ). Tetapi, selama masa pandemi, format kepulangan dan kembali menjadi berbeda. Baik untuk mekanisme pemulangan santri ataupun mekanisme santri kembali. “Pulang ini tidak dijemput. Kemudian, kembali juga tidak diantar langsung ke pondok, semuanya rombongan,” ujar pria yang juga Ketua Komisi I DPRD Bondowoso ini.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ratusan santri asal Kabupaten Bondowoso sudah kembali ke pondoknya masing-masing. Seperti santri Nurul Jadi, Paiton, Probolinggo, misalnya. Mereka kembali ke pondok menggunakan bus khusus yang disediakan untuk menjemput santri, kemarin (26/7).

Panitia pemberangkatan membagi keberangkatan menjadi dua gelombang. Gelombang pertama khusus santri putri, dilaksanakan pagi hari. Gelombang kedua khusus untuk santri putra, dilaksanakan siang hari. Titik penjemputan santri juga beragam. Salah satunya di depan Masjid At Taqwa Bondowoso.

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, sebelum menaiki bus, para santri terlebih dahulu disemprot cairan disinfektan. Tidak hanya badannya, barang-barang bawaan mereka juga disemprot oleh petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso. Setelah proses tersebut, para santri diperbolehkan menaiki bus dengan dipandu oleh petugas.

H Tohari, Ketua Penjemputan Santri Pondok Pesantren Nurul Jadid, menyampaikan, agenda ini merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap tahun oleh Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4 NJ). Tetapi, selama masa pandemi, format kepulangan dan kembali menjadi berbeda. Baik untuk mekanisme pemulangan santri ataupun mekanisme santri kembali. “Pulang ini tidak dijemput. Kemudian, kembali juga tidak diantar langsung ke pondok, semuanya rombongan,” ujar pria yang juga Ketua Komisi I DPRD Bondowoso ini.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ratusan santri asal Kabupaten Bondowoso sudah kembali ke pondoknya masing-masing. Seperti santri Nurul Jadi, Paiton, Probolinggo, misalnya. Mereka kembali ke pondok menggunakan bus khusus yang disediakan untuk menjemput santri, kemarin (26/7).

Panitia pemberangkatan membagi keberangkatan menjadi dua gelombang. Gelombang pertama khusus santri putri, dilaksanakan pagi hari. Gelombang kedua khusus untuk santri putra, dilaksanakan siang hari. Titik penjemputan santri juga beragam. Salah satunya di depan Masjid At Taqwa Bondowoso.

Pantauan Jawa Pos Radar Ijen, sebelum menaiki bus, para santri terlebih dahulu disemprot cairan disinfektan. Tidak hanya badannya, barang-barang bawaan mereka juga disemprot oleh petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bondowoso. Setelah proses tersebut, para santri diperbolehkan menaiki bus dengan dipandu oleh petugas.

H Tohari, Ketua Penjemputan Santri Pondok Pesantren Nurul Jadid, menyampaikan, agenda ini merupakan agenda rutin yang dilakukan setiap tahun oleh Pembantu Pengurus Pondok Pesantren Nurul Jadid (P4 NJ). Tetapi, selama masa pandemi, format kepulangan dan kembali menjadi berbeda. Baik untuk mekanisme pemulangan santri ataupun mekanisme santri kembali. “Pulang ini tidak dijemput. Kemudian, kembali juga tidak diantar langsung ke pondok, semuanya rombongan,” ujar pria yang juga Ketua Komisi I DPRD Bondowoso ini.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/