alexametrics
28.2 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Polisi Jaga Perbatasan Masuk Bondowoso

Selama Pemberlakuan Larangan Mudik

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemerintah dengan resmi telah melarang mudik Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Sebagai tindak lanjut, Polres Bondowoso melakukan pemeriksaan ketat kepada siapa saja yang akan memasuki Bondowoso. Hal ini dilakukan selama larangan mudik berlangsung. Hal itu sebagai langkah antisipasi munculnya klaster Covid-19 baru dari mudik Lebaran.

Kapolres Bondowoso AKBP Erick Frendriz menyampaikan, Kabupaten Bondowoso termasuk dalam rayon yang tergabung di antara Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi, dan Kabupaten Situbondo. Penyekatan akan dilakukan di titik perbatasan. “Perbatasan Situbondo-Probolinggo, kemudian Jember-Lumajang, serta Banyuwangi-Bali,” kata AKBP Erick ketika dikonfirmasi pascaapel kesiapan larangan mudik 2021, kemarin.

Dijelaskannya, untuk Kabupaten Bondowoso, nantinya akan bersifat selektif prioritas. Artinya, akan tetap ada pos pengamanan di beberapa titik, yang dimulai saat Operasi Ketupat 6 Mei 2021. Adanya pos pengamanan ini dipakai untuk melakukan tracing bagi siapa saja yang akan memasuki wilayah Bondowoso. “Kami lakukan cek, pendataan kepada pemudik tersebut. Kemudian, yang sudah masuk kami tes suhu badan,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Mengenai lokasi pos penjagaan akan diletakkan di mana saja, dirinya belum menjawab secara pasti. “Itu akan kami sampaikan belakangan,” katanya. Apabila dalam pengecekan suhu badan tersebut ditemukan pemudik yang memiliki suhu tinggi, maka akan dilakukan karantina terhadap orang tersebut dalam waktu yang sudah ditentukan pemerintah. “Sesuai dengan ketentuan, akan dikarantina selama 5 kali 24 jam, di tempat PPKM mikro masing-masing,” jelasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemerintah dengan resmi telah melarang mudik Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Sebagai tindak lanjut, Polres Bondowoso melakukan pemeriksaan ketat kepada siapa saja yang akan memasuki Bondowoso. Hal ini dilakukan selama larangan mudik berlangsung. Hal itu sebagai langkah antisipasi munculnya klaster Covid-19 baru dari mudik Lebaran.

Kapolres Bondowoso AKBP Erick Frendriz menyampaikan, Kabupaten Bondowoso termasuk dalam rayon yang tergabung di antara Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi, dan Kabupaten Situbondo. Penyekatan akan dilakukan di titik perbatasan. “Perbatasan Situbondo-Probolinggo, kemudian Jember-Lumajang, serta Banyuwangi-Bali,” kata AKBP Erick ketika dikonfirmasi pascaapel kesiapan larangan mudik 2021, kemarin.

Dijelaskannya, untuk Kabupaten Bondowoso, nantinya akan bersifat selektif prioritas. Artinya, akan tetap ada pos pengamanan di beberapa titik, yang dimulai saat Operasi Ketupat 6 Mei 2021. Adanya pos pengamanan ini dipakai untuk melakukan tracing bagi siapa saja yang akan memasuki wilayah Bondowoso. “Kami lakukan cek, pendataan kepada pemudik tersebut. Kemudian, yang sudah masuk kami tes suhu badan,” ujarnya.

Mengenai lokasi pos penjagaan akan diletakkan di mana saja, dirinya belum menjawab secara pasti. “Itu akan kami sampaikan belakangan,” katanya. Apabila dalam pengecekan suhu badan tersebut ditemukan pemudik yang memiliki suhu tinggi, maka akan dilakukan karantina terhadap orang tersebut dalam waktu yang sudah ditentukan pemerintah. “Sesuai dengan ketentuan, akan dikarantina selama 5 kali 24 jam, di tempat PPKM mikro masing-masing,” jelasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemerintah dengan resmi telah melarang mudik Hari Raya Idul Fitri tahun ini. Sebagai tindak lanjut, Polres Bondowoso melakukan pemeriksaan ketat kepada siapa saja yang akan memasuki Bondowoso. Hal ini dilakukan selama larangan mudik berlangsung. Hal itu sebagai langkah antisipasi munculnya klaster Covid-19 baru dari mudik Lebaran.

Kapolres Bondowoso AKBP Erick Frendriz menyampaikan, Kabupaten Bondowoso termasuk dalam rayon yang tergabung di antara Kabupaten Jember, Kabupaten Banyuwangi, dan Kabupaten Situbondo. Penyekatan akan dilakukan di titik perbatasan. “Perbatasan Situbondo-Probolinggo, kemudian Jember-Lumajang, serta Banyuwangi-Bali,” kata AKBP Erick ketika dikonfirmasi pascaapel kesiapan larangan mudik 2021, kemarin.

Dijelaskannya, untuk Kabupaten Bondowoso, nantinya akan bersifat selektif prioritas. Artinya, akan tetap ada pos pengamanan di beberapa titik, yang dimulai saat Operasi Ketupat 6 Mei 2021. Adanya pos pengamanan ini dipakai untuk melakukan tracing bagi siapa saja yang akan memasuki wilayah Bondowoso. “Kami lakukan cek, pendataan kepada pemudik tersebut. Kemudian, yang sudah masuk kami tes suhu badan,” ujarnya.

Mengenai lokasi pos penjagaan akan diletakkan di mana saja, dirinya belum menjawab secara pasti. “Itu akan kami sampaikan belakangan,” katanya. Apabila dalam pengecekan suhu badan tersebut ditemukan pemudik yang memiliki suhu tinggi, maka akan dilakukan karantina terhadap orang tersebut dalam waktu yang sudah ditentukan pemerintah. “Sesuai dengan ketentuan, akan dikarantina selama 5 kali 24 jam, di tempat PPKM mikro masing-masing,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/