alexametrics
27.9 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Kasus PTBG Tak Menyentuh ASN

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kasus korupsi pengadaan kopi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bondowoso Gemilang (PTBG) terus berlanjut. Beberapa waktu lalu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso kembali menetapkan tersangka tambahan.

Ada dua tersangka dari tubuh perusahaan kopi tersebut. Yakni Surya Kodrat sebagai Plt Direktur Utama PTBG dan Yusriadi dari kelompok tani kopi Java Ijen. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka, setelah tim penyidik memiliki minimal dua alat bukti yang kuat.

Sejauh ini, perkara rasuah yang menyeret nama-nama tokoh dan pejabat teras di kalangan Pemkab Bondowoso itu menjadi perhatian publik Bondowoso. Sebab, perusahaan yang digadang-gadang akan mendongkrak komoditas kopi Bondowoso ini jauh dari kata ‘melesat’. Melainkan meleset.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bukan malah untung atau mampu memberikan dampak positif bagi Bondowoso. Tetapi, justru terjerembap pada persoalan tindak pidana korupsi. Dalam perjalanannya, tim penyidik Kejari Bondowoso mendatangkan sejumlah saksi dari kalangan ASN hingga mantan Bupati Bondowoso, yakni Amin Said Husni.

Pejabat teras yang pernah memenuhi panggilan jaksa dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Surabaya di Sidoarjo, seperti Agung Tri Handono asisten II, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Farida, serta mantan sekda, Syaifullah.

Ketika ditanya, apakah ada indikasi kasus yang merugikan negara Rp 447 juta ini berpotensi menyeret nama-nama ASN, Asis Widarto, Kepala Kejari Bondowoso, menepis pertanyaan itu.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kasus korupsi pengadaan kopi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bondowoso Gemilang (PTBG) terus berlanjut. Beberapa waktu lalu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso kembali menetapkan tersangka tambahan.

Ada dua tersangka dari tubuh perusahaan kopi tersebut. Yakni Surya Kodrat sebagai Plt Direktur Utama PTBG dan Yusriadi dari kelompok tani kopi Java Ijen. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka, setelah tim penyidik memiliki minimal dua alat bukti yang kuat.

Sejauh ini, perkara rasuah yang menyeret nama-nama tokoh dan pejabat teras di kalangan Pemkab Bondowoso itu menjadi perhatian publik Bondowoso. Sebab, perusahaan yang digadang-gadang akan mendongkrak komoditas kopi Bondowoso ini jauh dari kata ‘melesat’. Melainkan meleset.

Bukan malah untung atau mampu memberikan dampak positif bagi Bondowoso. Tetapi, justru terjerembap pada persoalan tindak pidana korupsi. Dalam perjalanannya, tim penyidik Kejari Bondowoso mendatangkan sejumlah saksi dari kalangan ASN hingga mantan Bupati Bondowoso, yakni Amin Said Husni.

Pejabat teras yang pernah memenuhi panggilan jaksa dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Surabaya di Sidoarjo, seperti Agung Tri Handono asisten II, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Farida, serta mantan sekda, Syaifullah.

Ketika ditanya, apakah ada indikasi kasus yang merugikan negara Rp 447 juta ini berpotensi menyeret nama-nama ASN, Asis Widarto, Kepala Kejari Bondowoso, menepis pertanyaan itu.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kasus korupsi pengadaan kopi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Bondowoso Gemilang (PTBG) terus berlanjut. Beberapa waktu lalu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso kembali menetapkan tersangka tambahan.

Ada dua tersangka dari tubuh perusahaan kopi tersebut. Yakni Surya Kodrat sebagai Plt Direktur Utama PTBG dan Yusriadi dari kelompok tani kopi Java Ijen. Keduanya ditetapkan sebagai tersangka, setelah tim penyidik memiliki minimal dua alat bukti yang kuat.

Sejauh ini, perkara rasuah yang menyeret nama-nama tokoh dan pejabat teras di kalangan Pemkab Bondowoso itu menjadi perhatian publik Bondowoso. Sebab, perusahaan yang digadang-gadang akan mendongkrak komoditas kopi Bondowoso ini jauh dari kata ‘melesat’. Melainkan meleset.

Bukan malah untung atau mampu memberikan dampak positif bagi Bondowoso. Tetapi, justru terjerembap pada persoalan tindak pidana korupsi. Dalam perjalanannya, tim penyidik Kejari Bondowoso mendatangkan sejumlah saksi dari kalangan ASN hingga mantan Bupati Bondowoso, yakni Amin Said Husni.

Pejabat teras yang pernah memenuhi panggilan jaksa dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Surabaya di Sidoarjo, seperti Agung Tri Handono asisten II, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Farida, serta mantan sekda, Syaifullah.

Ketika ditanya, apakah ada indikasi kasus yang merugikan negara Rp 447 juta ini berpotensi menyeret nama-nama ASN, Asis Widarto, Kepala Kejari Bondowoso, menepis pertanyaan itu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/