alexametrics
23.3 C
Jember
Friday, 27 May 2022

Vaksin untuk Guru Belum Rampung

Pedagang Pasar Belum Divaksinasi

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Vaksinasi untuk para guru di Bondowoso masih terus berjalan. Guru dari Dinas Pendidikan Jawa Timur yang sudah terdata vaksinasi di Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso sekitar 1.000 orang. Sementara, guru dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Bondowoso sebanyak 1.500 orang.

Namun, proses vaksinasi dengan sasaran para guru itu belum rampung seratus persen. Hal itu dibenarkan oleh Mohammad Imron, Kepala Dinkes Bondowoso. “Sudah berjalan, tapi belum semuanya menerima vaksinasi. Saat ini masih dalam proses dosis kedua,” bebernya.

Sementara itu, bagi para guru honorer di Bondowoso juga masih belum sepenuhnya menerima vaksin produksi Sinovac itu. Menurut Imron, banyak hal yang mengakibatkan para guru di Bondowoso belum tuntas dalam hal vaksinasi. “Karena vaksin sendiri masih terbatas sekarang ini. Untuk ASN pelayan publik saja juga masih belum semuanya,” imbuh dr Imron.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dosis pertama bagi para guru Dispendikbud Bondowoso sudah dilaksanakan tanggal 1 Maret lalu. Sedangkan dari Dispendik Cabang Jatim dimulai tanggal 3 Maret lalu. Dinkes Bondowoso mengebut proses vaksinasi. Bahkan, dalam empat hari mereka sudah bisa menyasar ribuan guru.

“Nantinya untuk para guru yang belum terdata. Juga untuk para guru honorer akan kami data kembali. Sekarang kami juga masih menunggu kiriman vaksin lagi dari pemerintah pusat,” lanjutnya.

Selain untuk para guru, vaksinasi yang diperuntukkan bagi pedagang pasar juga belum tersedia. Pihaknya menyebut, pelaksanaan vaksinasi menyasar pedagang pasar belum terlaksana. Sebab, ketersediaan vaksin dari pemerintah pusat juga masih belum dikirim lagi ke Bondowoso.

Sejak tanggal 26 Januari lalu vaksin Covid-19 datang pertama kali ke Bondowoso, hingga sekarang masih terus didistribusikan. Sampai saat ini, sudah puluhan dosis vaksin yang sudah diberikan kepada ribuan sasaran.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Vaksinasi untuk para guru di Bondowoso masih terus berjalan. Guru dari Dinas Pendidikan Jawa Timur yang sudah terdata vaksinasi di Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso sekitar 1.000 orang. Sementara, guru dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Bondowoso sebanyak 1.500 orang.

Namun, proses vaksinasi dengan sasaran para guru itu belum rampung seratus persen. Hal itu dibenarkan oleh Mohammad Imron, Kepala Dinkes Bondowoso. “Sudah berjalan, tapi belum semuanya menerima vaksinasi. Saat ini masih dalam proses dosis kedua,” bebernya.

Sementara itu, bagi para guru honorer di Bondowoso juga masih belum sepenuhnya menerima vaksin produksi Sinovac itu. Menurut Imron, banyak hal yang mengakibatkan para guru di Bondowoso belum tuntas dalam hal vaksinasi. “Karena vaksin sendiri masih terbatas sekarang ini. Untuk ASN pelayan publik saja juga masih belum semuanya,” imbuh dr Imron.

Dosis pertama bagi para guru Dispendikbud Bondowoso sudah dilaksanakan tanggal 1 Maret lalu. Sedangkan dari Dispendik Cabang Jatim dimulai tanggal 3 Maret lalu. Dinkes Bondowoso mengebut proses vaksinasi. Bahkan, dalam empat hari mereka sudah bisa menyasar ribuan guru.

“Nantinya untuk para guru yang belum terdata. Juga untuk para guru honorer akan kami data kembali. Sekarang kami juga masih menunggu kiriman vaksin lagi dari pemerintah pusat,” lanjutnya.

Selain untuk para guru, vaksinasi yang diperuntukkan bagi pedagang pasar juga belum tersedia. Pihaknya menyebut, pelaksanaan vaksinasi menyasar pedagang pasar belum terlaksana. Sebab, ketersediaan vaksin dari pemerintah pusat juga masih belum dikirim lagi ke Bondowoso.

Sejak tanggal 26 Januari lalu vaksin Covid-19 datang pertama kali ke Bondowoso, hingga sekarang masih terus didistribusikan. Sampai saat ini, sudah puluhan dosis vaksin yang sudah diberikan kepada ribuan sasaran.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Vaksinasi untuk para guru di Bondowoso masih terus berjalan. Guru dari Dinas Pendidikan Jawa Timur yang sudah terdata vaksinasi di Dinas Kesehatan (Dinkes) Bondowoso sekitar 1.000 orang. Sementara, guru dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Bondowoso sebanyak 1.500 orang.

Namun, proses vaksinasi dengan sasaran para guru itu belum rampung seratus persen. Hal itu dibenarkan oleh Mohammad Imron, Kepala Dinkes Bondowoso. “Sudah berjalan, tapi belum semuanya menerima vaksinasi. Saat ini masih dalam proses dosis kedua,” bebernya.

Sementara itu, bagi para guru honorer di Bondowoso juga masih belum sepenuhnya menerima vaksin produksi Sinovac itu. Menurut Imron, banyak hal yang mengakibatkan para guru di Bondowoso belum tuntas dalam hal vaksinasi. “Karena vaksin sendiri masih terbatas sekarang ini. Untuk ASN pelayan publik saja juga masih belum semuanya,” imbuh dr Imron.

Dosis pertama bagi para guru Dispendikbud Bondowoso sudah dilaksanakan tanggal 1 Maret lalu. Sedangkan dari Dispendik Cabang Jatim dimulai tanggal 3 Maret lalu. Dinkes Bondowoso mengebut proses vaksinasi. Bahkan, dalam empat hari mereka sudah bisa menyasar ribuan guru.

“Nantinya untuk para guru yang belum terdata. Juga untuk para guru honorer akan kami data kembali. Sekarang kami juga masih menunggu kiriman vaksin lagi dari pemerintah pusat,” lanjutnya.

Selain untuk para guru, vaksinasi yang diperuntukkan bagi pedagang pasar juga belum tersedia. Pihaknya menyebut, pelaksanaan vaksinasi menyasar pedagang pasar belum terlaksana. Sebab, ketersediaan vaksin dari pemerintah pusat juga masih belum dikirim lagi ke Bondowoso.

Sejak tanggal 26 Januari lalu vaksin Covid-19 datang pertama kali ke Bondowoso, hingga sekarang masih terus didistribusikan. Sampai saat ini, sudah puluhan dosis vaksin yang sudah diberikan kepada ribuan sasaran.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/