alexametrics
29.3 C
Jember
Thursday, 19 May 2022

Operasi Pasar Pertengahan Ramadan

Rutin Kontrol Harga Sembako Tiap Harinya

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Operasi pasar jelang bulan suci Ramadan menjadi agenda rutin pemerintah pusat hingga daerah. Dengan tujuan operasi pasar untuk memastikan harga sembako tetap stabil di pasaran. Sebab, setiap memasuki hari besar keagamaan, harga sembako kerap melonjak naik.

Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso juga siap menggelar operasi pasar. Namun, dalam situasi pandemi sekarang ini, operasi jelang Ramadan tak dilakukan sebelum bulan puasa. “Rencananya akan dilakukan pertengahan Ramadan,” beber Totok Haryanto, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Diskoperindag Bondowoso.

Totok menambahkan, meski operasi pasar digelar pertengahan bulan Ramadan mendatang, namun pihaknya tetap akan memonitor harga sembako di sejumlah pasar yang ada di Bondowoso. “Kami di pasar-pasar setiap hari kontrol harga sembako untuk stabilitas. Tapi khusus cabai terkait musim dan cuaca, harganya naik,” kata Totok kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tetapi, khusus cabai, menurutnya, dalam beberapa hari terakhir mulai ada penurunan harga. “Karena mulai ada pasokan cabai dari Pulau Madura,” imbuhnya.

Sementara itu, update harga di website Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) di Jawa Timur, harga cabai rawit di Bondowoso pun masih tinggi. Per kilogram mencapai Rp 115.000. Bahkan, nominal itu melebihi daging sapi murni yang hanya Rp 112.500 per kilogram.

Selain harga sembako, kebutuhan pokok lainnya, macam gas LPG 3 kilogram, kini sangat mengkhawatirkan. Sebab, beberapa hari belakangan stok gas melon bisa dikatakan cukup langka.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Operasi pasar jelang bulan suci Ramadan menjadi agenda rutin pemerintah pusat hingga daerah. Dengan tujuan operasi pasar untuk memastikan harga sembako tetap stabil di pasaran. Sebab, setiap memasuki hari besar keagamaan, harga sembako kerap melonjak naik.

Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso juga siap menggelar operasi pasar. Namun, dalam situasi pandemi sekarang ini, operasi jelang Ramadan tak dilakukan sebelum bulan puasa. “Rencananya akan dilakukan pertengahan Ramadan,” beber Totok Haryanto, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Diskoperindag Bondowoso.

Totok menambahkan, meski operasi pasar digelar pertengahan bulan Ramadan mendatang, namun pihaknya tetap akan memonitor harga sembako di sejumlah pasar yang ada di Bondowoso. “Kami di pasar-pasar setiap hari kontrol harga sembako untuk stabilitas. Tapi khusus cabai terkait musim dan cuaca, harganya naik,” kata Totok kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Tetapi, khusus cabai, menurutnya, dalam beberapa hari terakhir mulai ada penurunan harga. “Karena mulai ada pasokan cabai dari Pulau Madura,” imbuhnya.

Sementara itu, update harga di website Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) di Jawa Timur, harga cabai rawit di Bondowoso pun masih tinggi. Per kilogram mencapai Rp 115.000. Bahkan, nominal itu melebihi daging sapi murni yang hanya Rp 112.500 per kilogram.

Selain harga sembako, kebutuhan pokok lainnya, macam gas LPG 3 kilogram, kini sangat mengkhawatirkan. Sebab, beberapa hari belakangan stok gas melon bisa dikatakan cukup langka.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Operasi pasar jelang bulan suci Ramadan menjadi agenda rutin pemerintah pusat hingga daerah. Dengan tujuan operasi pasar untuk memastikan harga sembako tetap stabil di pasaran. Sebab, setiap memasuki hari besar keagamaan, harga sembako kerap melonjak naik.

Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskoperindag) Bondowoso juga siap menggelar operasi pasar. Namun, dalam situasi pandemi sekarang ini, operasi jelang Ramadan tak dilakukan sebelum bulan puasa. “Rencananya akan dilakukan pertengahan Ramadan,” beber Totok Haryanto, Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Diskoperindag Bondowoso.

Totok menambahkan, meski operasi pasar digelar pertengahan bulan Ramadan mendatang, namun pihaknya tetap akan memonitor harga sembako di sejumlah pasar yang ada di Bondowoso. “Kami di pasar-pasar setiap hari kontrol harga sembako untuk stabilitas. Tapi khusus cabai terkait musim dan cuaca, harganya naik,” kata Totok kepada Jawa Pos Radar Ijen.

Tetapi, khusus cabai, menurutnya, dalam beberapa hari terakhir mulai ada penurunan harga. “Karena mulai ada pasokan cabai dari Pulau Madura,” imbuhnya.

Sementara itu, update harga di website Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) di Jawa Timur, harga cabai rawit di Bondowoso pun masih tinggi. Per kilogram mencapai Rp 115.000. Bahkan, nominal itu melebihi daging sapi murni yang hanya Rp 112.500 per kilogram.

Selain harga sembako, kebutuhan pokok lainnya, macam gas LPG 3 kilogram, kini sangat mengkhawatirkan. Sebab, beberapa hari belakangan stok gas melon bisa dikatakan cukup langka.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/