alexametrics
23 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Masyarakat Antre, Pangkalan Tak Mendeteksi

Katanya LPG 3 Kilogram Tak Alami Kesulitan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Masyarakat masih banyak mengeluhkan keberadaan LPG 3 kilogram. Sebab sering kali pasokannya habis. Ada masyarakat yang sampai mengantre panjang. Sebagian lagi, ada yang tidak mau mengantre namun harus membayar lebih mahal. Sebab, ada yang menjual di atas harga eceran tertinggi (HET).

Ternyata di tingkat distributor atau Stasiun Pengisian Bulk Epiji (SPBE) tidak mendeteksi kesulitan masyarakat. Pihak SPBE tidak menemukan kendala dalam penyaluran. Stok yang tersedia di SPBE masih normal dan sesuai dengan order dari distributor resmi yang diajukan kepada Pertamina.

“Masih sesuai dengan prosedur, kemudian stoknya juga masih aman ini,” ujar salah seorang petugas yang enggan disebutkan namanya kepada Jawa Pos Radar Ijen, kemarin (26/3).

Mobile_AP_Rectangle 2

Hal yang sama juga disampaikan oleh salah satu pihak distributor resmi di Jalan Brigpol Sudarlan, Nangkaan, Bondowoso. Mereka menyampaikan bahwa tidak ada kelangkaan di tempat tersebut. Semuanya masih berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pendistribusian ke pangkalan-pangkalan juga sesuai dengan jatah yang biasa didapatkan oleh pangkalan tersebut. Waktu pendistribusian juga disampaikan masih sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

“Kalau jadwalnya seminggu sekali, ya satu minggu sekali. Kalau satu bulan ya satu bulan. Jadi, harus nunggu jadwal pengiriman. Tidak bisa habis sekarang, langsung dikirim sekarang” ungkap Joko Rudi, salah seorang distributor LPG bersubsidi.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Masyarakat masih banyak mengeluhkan keberadaan LPG 3 kilogram. Sebab sering kali pasokannya habis. Ada masyarakat yang sampai mengantre panjang. Sebagian lagi, ada yang tidak mau mengantre namun harus membayar lebih mahal. Sebab, ada yang menjual di atas harga eceran tertinggi (HET).

Ternyata di tingkat distributor atau Stasiun Pengisian Bulk Epiji (SPBE) tidak mendeteksi kesulitan masyarakat. Pihak SPBE tidak menemukan kendala dalam penyaluran. Stok yang tersedia di SPBE masih normal dan sesuai dengan order dari distributor resmi yang diajukan kepada Pertamina.

“Masih sesuai dengan prosedur, kemudian stoknya juga masih aman ini,” ujar salah seorang petugas yang enggan disebutkan namanya kepada Jawa Pos Radar Ijen, kemarin (26/3).

Hal yang sama juga disampaikan oleh salah satu pihak distributor resmi di Jalan Brigpol Sudarlan, Nangkaan, Bondowoso. Mereka menyampaikan bahwa tidak ada kelangkaan di tempat tersebut. Semuanya masih berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pendistribusian ke pangkalan-pangkalan juga sesuai dengan jatah yang biasa didapatkan oleh pangkalan tersebut. Waktu pendistribusian juga disampaikan masih sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

“Kalau jadwalnya seminggu sekali, ya satu minggu sekali. Kalau satu bulan ya satu bulan. Jadi, harus nunggu jadwal pengiriman. Tidak bisa habis sekarang, langsung dikirim sekarang” ungkap Joko Rudi, salah seorang distributor LPG bersubsidi.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Masyarakat masih banyak mengeluhkan keberadaan LPG 3 kilogram. Sebab sering kali pasokannya habis. Ada masyarakat yang sampai mengantre panjang. Sebagian lagi, ada yang tidak mau mengantre namun harus membayar lebih mahal. Sebab, ada yang menjual di atas harga eceran tertinggi (HET).

Ternyata di tingkat distributor atau Stasiun Pengisian Bulk Epiji (SPBE) tidak mendeteksi kesulitan masyarakat. Pihak SPBE tidak menemukan kendala dalam penyaluran. Stok yang tersedia di SPBE masih normal dan sesuai dengan order dari distributor resmi yang diajukan kepada Pertamina.

“Masih sesuai dengan prosedur, kemudian stoknya juga masih aman ini,” ujar salah seorang petugas yang enggan disebutkan namanya kepada Jawa Pos Radar Ijen, kemarin (26/3).

Hal yang sama juga disampaikan oleh salah satu pihak distributor resmi di Jalan Brigpol Sudarlan, Nangkaan, Bondowoso. Mereka menyampaikan bahwa tidak ada kelangkaan di tempat tersebut. Semuanya masih berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Pendistribusian ke pangkalan-pangkalan juga sesuai dengan jatah yang biasa didapatkan oleh pangkalan tersebut. Waktu pendistribusian juga disampaikan masih sesuai dengan jadwal yang ditentukan.

“Kalau jadwalnya seminggu sekali, ya satu minggu sekali. Kalau satu bulan ya satu bulan. Jadi, harus nunggu jadwal pengiriman. Tidak bisa habis sekarang, langsung dikirim sekarang” ungkap Joko Rudi, salah seorang distributor LPG bersubsidi.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/