alexametrics
26.8 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Ijen Geopark Digenjot, Bentuk Tim Khusus

Tak Terpengaruh Refocusing Anggaran Covid-19

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Meskipun ada refocusing anggaran akibat pandemi Covid-19, namun progres Ijen Geopark di Bondowoso terus bergulir. Bahkan, 85 persen organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat di dalamnya dipastikan siap untuk bersinergi.

Sinung Sudrajad, Wakil Ketua DPRD Bondowoso, menjelaskan, kini pemerintah daerah sedang membentuk tim percepatan untuk menyambut tim penilai dari UNESCO. “Di bulan Juli nanti tim asesor (penilai) dari UNESCO akan hadir di Bondowoso. Dalam rangka menindaklanjuti dossier atau dokumen yang kita kirim,” jelas Sinung.

Saat ini, tim percepatan sedang fokus pada jangka pendek dengan pemenuhan sarana dan prasarana lokasi yang menjadi jujukan dan titik kunjung asesor dari UNESCO. “Termasuk yang terpenting adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang Ijen Geopark,” lanjut politisi PDI Perjuangan tersebut.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurutnya, Ijen Geopark adalah model baru konsep percepatan pembangunan daerah dengan masuknya segenap SKPD yang terdiri atas 14 kementerian sebagai pengampu. Maka diharapkan daerah-daerah yang memiliki potensi untuk menjadi kawasan Geopark Nasional menuju UNESCO Global Geopark (UGG). “Akan mendapatkan percepatan-percepatan pembangunan,” ungkapnya.

Intinya, ada dua hal penting dalam proyek Ijen Geopark, yakni konservasi alam dan pemberdayaan masyarakat. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya sebagai penikmat, namun juga sebagai pelaku dengan segenap potensi alam di Bumi Ki Ronggo.

Anggaran pengembangan Ijen Geopark menuju UNESCO Global Geopark (UGG) di Kabupaten Bondowoso mencapai Rp 69,7 miliar lebih. Dana tersebut dianggarkan dalam APBD tahun 2021.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Meskipun ada refocusing anggaran akibat pandemi Covid-19, namun progres Ijen Geopark di Bondowoso terus bergulir. Bahkan, 85 persen organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat di dalamnya dipastikan siap untuk bersinergi.

Sinung Sudrajad, Wakil Ketua DPRD Bondowoso, menjelaskan, kini pemerintah daerah sedang membentuk tim percepatan untuk menyambut tim penilai dari UNESCO. “Di bulan Juli nanti tim asesor (penilai) dari UNESCO akan hadir di Bondowoso. Dalam rangka menindaklanjuti dossier atau dokumen yang kita kirim,” jelas Sinung.

Saat ini, tim percepatan sedang fokus pada jangka pendek dengan pemenuhan sarana dan prasarana lokasi yang menjadi jujukan dan titik kunjung asesor dari UNESCO. “Termasuk yang terpenting adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang Ijen Geopark,” lanjut politisi PDI Perjuangan tersebut.

Menurutnya, Ijen Geopark adalah model baru konsep percepatan pembangunan daerah dengan masuknya segenap SKPD yang terdiri atas 14 kementerian sebagai pengampu. Maka diharapkan daerah-daerah yang memiliki potensi untuk menjadi kawasan Geopark Nasional menuju UNESCO Global Geopark (UGG). “Akan mendapatkan percepatan-percepatan pembangunan,” ungkapnya.

Intinya, ada dua hal penting dalam proyek Ijen Geopark, yakni konservasi alam dan pemberdayaan masyarakat. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya sebagai penikmat, namun juga sebagai pelaku dengan segenap potensi alam di Bumi Ki Ronggo.

Anggaran pengembangan Ijen Geopark menuju UNESCO Global Geopark (UGG) di Kabupaten Bondowoso mencapai Rp 69,7 miliar lebih. Dana tersebut dianggarkan dalam APBD tahun 2021.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Meskipun ada refocusing anggaran akibat pandemi Covid-19, namun progres Ijen Geopark di Bondowoso terus bergulir. Bahkan, 85 persen organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat di dalamnya dipastikan siap untuk bersinergi.

Sinung Sudrajad, Wakil Ketua DPRD Bondowoso, menjelaskan, kini pemerintah daerah sedang membentuk tim percepatan untuk menyambut tim penilai dari UNESCO. “Di bulan Juli nanti tim asesor (penilai) dari UNESCO akan hadir di Bondowoso. Dalam rangka menindaklanjuti dossier atau dokumen yang kita kirim,” jelas Sinung.

Saat ini, tim percepatan sedang fokus pada jangka pendek dengan pemenuhan sarana dan prasarana lokasi yang menjadi jujukan dan titik kunjung asesor dari UNESCO. “Termasuk yang terpenting adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang Ijen Geopark,” lanjut politisi PDI Perjuangan tersebut.

Menurutnya, Ijen Geopark adalah model baru konsep percepatan pembangunan daerah dengan masuknya segenap SKPD yang terdiri atas 14 kementerian sebagai pengampu. Maka diharapkan daerah-daerah yang memiliki potensi untuk menjadi kawasan Geopark Nasional menuju UNESCO Global Geopark (UGG). “Akan mendapatkan percepatan-percepatan pembangunan,” ungkapnya.

Intinya, ada dua hal penting dalam proyek Ijen Geopark, yakni konservasi alam dan pemberdayaan masyarakat. Dengan begitu, masyarakat tidak hanya sebagai penikmat, namun juga sebagai pelaku dengan segenap potensi alam di Bumi Ki Ronggo.

Anggaran pengembangan Ijen Geopark menuju UNESCO Global Geopark (UGG) di Kabupaten Bondowoso mencapai Rp 69,7 miliar lebih. Dana tersebut dianggarkan dalam APBD tahun 2021.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/