alexametrics
23 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Inovasi Dupa Aroma Terapi yang Dapat Melemahkan Kinerja Bakteri dan Virus

Dibuat untuk Melawan Virus Korona

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Dupa tidak hanya dipakai untuk upacara keagamaan. Namun, ada yang memakai sebagai aroma terapi. Saat pandemi, bahkan dupa bisa menjadi alat melawan virus korona. Itulah yang saat ini dilakukan Michael Setiawan.

Pria yang terkenal dengan karya Bond Tea itu membuat inovasi dupa terapi. Bermula dari konsultasi dengan dr Rasmono, Kepala UPTD Pengembangan Tanaman Obat dan Pelayanan Kesehatan Tradisional Dinas Kesehatan Bondowoso, akhirnya tercipta ide pembuatan dupa. Kini, sudah ribuan dupa dibuatnya. “Didasari dari keresahan melawan Covid-19 secara aktif, muncul dupa ini,” terangnya.

Dijelaskannya, selama ini masyarakat melawan Covid-19 secara defensif. Yakni dengan memakai masker. Sementara, rempah-rempah bisa menjadi bahan melawan Covid-19 dengan aktif. “Dari penjelasan dr Rasmono, rempah-rempah dapat melemahkan kinerja bakteri dan virus,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dari resep yang diberikan dr Rasmono, akhirnya Michael membuat dupa 12 herbal. Sebanyak 12 herbal itu memiliki minyak atsiri yang berbeda-beda. Bahan ini biasanya diolah untuk diminum. Namun, olehnya dibuat dupa agar bisa dibakar dan menjadi aroma terapi. Harapannya, ini menjadi ikhtiar tambahan melawan Covid-19.

Untuk bahan 12 herbal itu, pihaknya mendapat dari wilayah Jawa Timur. Mulai dari jahe, kencur, kemiri, kelor, bidara, saga, gaharu, dan beberapa bahan lainnya. Menurutnya, berbagai bahan itu menunjukkan kearifan lokal. “Istilahnya local wisdom solution for modern living,” tegasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Dupa tidak hanya dipakai untuk upacara keagamaan. Namun, ada yang memakai sebagai aroma terapi. Saat pandemi, bahkan dupa bisa menjadi alat melawan virus korona. Itulah yang saat ini dilakukan Michael Setiawan.

Pria yang terkenal dengan karya Bond Tea itu membuat inovasi dupa terapi. Bermula dari konsultasi dengan dr Rasmono, Kepala UPTD Pengembangan Tanaman Obat dan Pelayanan Kesehatan Tradisional Dinas Kesehatan Bondowoso, akhirnya tercipta ide pembuatan dupa. Kini, sudah ribuan dupa dibuatnya. “Didasari dari keresahan melawan Covid-19 secara aktif, muncul dupa ini,” terangnya.

Dijelaskannya, selama ini masyarakat melawan Covid-19 secara defensif. Yakni dengan memakai masker. Sementara, rempah-rempah bisa menjadi bahan melawan Covid-19 dengan aktif. “Dari penjelasan dr Rasmono, rempah-rempah dapat melemahkan kinerja bakteri dan virus,” ujarnya.

Dari resep yang diberikan dr Rasmono, akhirnya Michael membuat dupa 12 herbal. Sebanyak 12 herbal itu memiliki minyak atsiri yang berbeda-beda. Bahan ini biasanya diolah untuk diminum. Namun, olehnya dibuat dupa agar bisa dibakar dan menjadi aroma terapi. Harapannya, ini menjadi ikhtiar tambahan melawan Covid-19.

Untuk bahan 12 herbal itu, pihaknya mendapat dari wilayah Jawa Timur. Mulai dari jahe, kencur, kemiri, kelor, bidara, saga, gaharu, dan beberapa bahan lainnya. Menurutnya, berbagai bahan itu menunjukkan kearifan lokal. “Istilahnya local wisdom solution for modern living,” tegasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Dupa tidak hanya dipakai untuk upacara keagamaan. Namun, ada yang memakai sebagai aroma terapi. Saat pandemi, bahkan dupa bisa menjadi alat melawan virus korona. Itulah yang saat ini dilakukan Michael Setiawan.

Pria yang terkenal dengan karya Bond Tea itu membuat inovasi dupa terapi. Bermula dari konsultasi dengan dr Rasmono, Kepala UPTD Pengembangan Tanaman Obat dan Pelayanan Kesehatan Tradisional Dinas Kesehatan Bondowoso, akhirnya tercipta ide pembuatan dupa. Kini, sudah ribuan dupa dibuatnya. “Didasari dari keresahan melawan Covid-19 secara aktif, muncul dupa ini,” terangnya.

Dijelaskannya, selama ini masyarakat melawan Covid-19 secara defensif. Yakni dengan memakai masker. Sementara, rempah-rempah bisa menjadi bahan melawan Covid-19 dengan aktif. “Dari penjelasan dr Rasmono, rempah-rempah dapat melemahkan kinerja bakteri dan virus,” ujarnya.

Dari resep yang diberikan dr Rasmono, akhirnya Michael membuat dupa 12 herbal. Sebanyak 12 herbal itu memiliki minyak atsiri yang berbeda-beda. Bahan ini biasanya diolah untuk diminum. Namun, olehnya dibuat dupa agar bisa dibakar dan menjadi aroma terapi. Harapannya, ini menjadi ikhtiar tambahan melawan Covid-19.

Untuk bahan 12 herbal itu, pihaknya mendapat dari wilayah Jawa Timur. Mulai dari jahe, kencur, kemiri, kelor, bidara, saga, gaharu, dan beberapa bahan lainnya. Menurutnya, berbagai bahan itu menunjukkan kearifan lokal. “Istilahnya local wisdom solution for modern living,” tegasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/