alexametrics
31 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Asskab PSSI Bondowoso Belum Tentukan Tim yang Pasti

Masih Menunggu Keputusan Batas Usia

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tim sepak bola Bondowoso yang bakal mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Jawa Timur belum terbentuk. Sebagai salah satu tuan rumah, Bondowoso tentu berambisi sebanyak-banyaknya mendulang medali.

Tak terkecuali di cabor sepak bola. Meskipun kenyataannya sepak bola Bondowoso masih belum bisa bersaing dengan kota/kabupaten unggulan di Jatim lainnya. Sebut saja Sidoarjo, Surabaya, Malang, ataupun Kediri. Namun, semangat untuk meraih medali tetap berkobar.

Asskab PSSI Bondowoso sudah mulai menyiapkan nama-nama calon pemain untuk kerangka tim. Namun, kepastian timnya masih belum terbentuk. Hal itu dibenarkan oleh Subangkit, Ketua Umum PSSI Bondowoso. “Nama-nama para pemainnya sudah terdata dari hasil kompetisi internal kami,” ujar Subangkit.

Mobile_AP_Rectangle 2

Tetapi, timnya sendiri belum berlatih secara intensif hingga kini. “Kami memang masih belum latihan,” lanjut pria yang juga menjabat sebagai anggota dewan ini.

Lebih jauh, Subangkit menjelaskan bahwa pihaknya juga menunggu kejelasan terkait batas usia maksimal atlet dalam gelaran Porprov 2022 mendatang. “Kami masih butuh kejelasan terkait tahun kelahiran atlet untuk Porprov. Apalagi Porprov kan ditunda jadi tahun depan,” jelasnya.

Penundaan Porprov sendiri berpengaruh pada usia atlet. Atlet yang sebelumnya sudah dipersiapkan matang, ketika tertunda satu tahun, bisa-bisa terkena diskualifikasi jika tidak ada aturan perubahan. “Dengan penundaan pelaksanaan, bagaimana dengan usia pemain. Apakah tetap atau ikut berubah. Aturan itu sedang kami tunggu,” pungkasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tim sepak bola Bondowoso yang bakal mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Jawa Timur belum terbentuk. Sebagai salah satu tuan rumah, Bondowoso tentu berambisi sebanyak-banyaknya mendulang medali.

Tak terkecuali di cabor sepak bola. Meskipun kenyataannya sepak bola Bondowoso masih belum bisa bersaing dengan kota/kabupaten unggulan di Jatim lainnya. Sebut saja Sidoarjo, Surabaya, Malang, ataupun Kediri. Namun, semangat untuk meraih medali tetap berkobar.

Asskab PSSI Bondowoso sudah mulai menyiapkan nama-nama calon pemain untuk kerangka tim. Namun, kepastian timnya masih belum terbentuk. Hal itu dibenarkan oleh Subangkit, Ketua Umum PSSI Bondowoso. “Nama-nama para pemainnya sudah terdata dari hasil kompetisi internal kami,” ujar Subangkit.

Tetapi, timnya sendiri belum berlatih secara intensif hingga kini. “Kami memang masih belum latihan,” lanjut pria yang juga menjabat sebagai anggota dewan ini.

Lebih jauh, Subangkit menjelaskan bahwa pihaknya juga menunggu kejelasan terkait batas usia maksimal atlet dalam gelaran Porprov 2022 mendatang. “Kami masih butuh kejelasan terkait tahun kelahiran atlet untuk Porprov. Apalagi Porprov kan ditunda jadi tahun depan,” jelasnya.

Penundaan Porprov sendiri berpengaruh pada usia atlet. Atlet yang sebelumnya sudah dipersiapkan matang, ketika tertunda satu tahun, bisa-bisa terkena diskualifikasi jika tidak ada aturan perubahan. “Dengan penundaan pelaksanaan, bagaimana dengan usia pemain. Apakah tetap atau ikut berubah. Aturan itu sedang kami tunggu,” pungkasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tim sepak bola Bondowoso yang bakal mengikuti Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Jawa Timur belum terbentuk. Sebagai salah satu tuan rumah, Bondowoso tentu berambisi sebanyak-banyaknya mendulang medali.

Tak terkecuali di cabor sepak bola. Meskipun kenyataannya sepak bola Bondowoso masih belum bisa bersaing dengan kota/kabupaten unggulan di Jatim lainnya. Sebut saja Sidoarjo, Surabaya, Malang, ataupun Kediri. Namun, semangat untuk meraih medali tetap berkobar.

Asskab PSSI Bondowoso sudah mulai menyiapkan nama-nama calon pemain untuk kerangka tim. Namun, kepastian timnya masih belum terbentuk. Hal itu dibenarkan oleh Subangkit, Ketua Umum PSSI Bondowoso. “Nama-nama para pemainnya sudah terdata dari hasil kompetisi internal kami,” ujar Subangkit.

Tetapi, timnya sendiri belum berlatih secara intensif hingga kini. “Kami memang masih belum latihan,” lanjut pria yang juga menjabat sebagai anggota dewan ini.

Lebih jauh, Subangkit menjelaskan bahwa pihaknya juga menunggu kejelasan terkait batas usia maksimal atlet dalam gelaran Porprov 2022 mendatang. “Kami masih butuh kejelasan terkait tahun kelahiran atlet untuk Porprov. Apalagi Porprov kan ditunda jadi tahun depan,” jelasnya.

Penundaan Porprov sendiri berpengaruh pada usia atlet. Atlet yang sebelumnya sudah dipersiapkan matang, ketika tertunda satu tahun, bisa-bisa terkena diskualifikasi jika tidak ada aturan perubahan. “Dengan penundaan pelaksanaan, bagaimana dengan usia pemain. Apakah tetap atau ikut berubah. Aturan itu sedang kami tunggu,” pungkasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/