alexametrics
32.5 C
Jember
Friday, 22 October 2021

Kini, Keramik Kolamnya Mulai Bersih

Pemandian Tasnan dengan Cerita Mistisnya

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kolam renang Tasnan kini sudah berubah. Lantai-lantai kolamnya pun sudah cukup bagus. Airnya jernih. Sebab, berasal dari sumber alami. Tanpa kaporit.

Setelah sempat tutup karena pandemi, pemandian alam itu kini sudah mulai rutin dibuka. Buka mulai pukul 08.00 hingga 16.00 sore. Pengunjung hanya dikenakan tiket masuk sebesar Rp 10 ribu. Pengunjung bisa merasakan berenang di bawah alam rindang pepohonan nan sejuk.

Namun, di balik itu semua, pemandian alam Tasnan ini memiliki cerita panjang. Bahkan, tak jarang sejumlah warga menyebut kolam renang itu punya stigma angker. Kawasan pemandian alam Tasnan memang terletak di Desa Taman, Kecamatan Grujugan. Lokasi pemandian ini berada di tengah hutan pinus. Tepatnya di wilayah Perhutani KPH Bondowoso.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Bahkan beberapa pengunjung desa itu kalau mau masuk ke pemandian ini baca-baca salawat. Setelah itu, baru mereka renang seperti biasa. Tapi juga tidak ada kejanggalan yang aneh kok,” ujar Fitri, salah seorang petugas kolam Tasnan.

Fitri menuturkan, beberapa tahun silam kolam renang Tasnan ini memang mangkrak. Tak dikelola dengan baik. “Sekarang kondisinya juga sudah cukup bagus. Kolamnya bersih. Kami kuras satu minggu dua kali. Kalau dulu, ya sangat kotor dan tidak terawat,” ungkap Fitri.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kolam renang Tasnan kini sudah berubah. Lantai-lantai kolamnya pun sudah cukup bagus. Airnya jernih. Sebab, berasal dari sumber alami. Tanpa kaporit.

Setelah sempat tutup karena pandemi, pemandian alam itu kini sudah mulai rutin dibuka. Buka mulai pukul 08.00 hingga 16.00 sore. Pengunjung hanya dikenakan tiket masuk sebesar Rp 10 ribu. Pengunjung bisa merasakan berenang di bawah alam rindang pepohonan nan sejuk.

Namun, di balik itu semua, pemandian alam Tasnan ini memiliki cerita panjang. Bahkan, tak jarang sejumlah warga menyebut kolam renang itu punya stigma angker. Kawasan pemandian alam Tasnan memang terletak di Desa Taman, Kecamatan Grujugan. Lokasi pemandian ini berada di tengah hutan pinus. Tepatnya di wilayah Perhutani KPH Bondowoso.

“Bahkan beberapa pengunjung desa itu kalau mau masuk ke pemandian ini baca-baca salawat. Setelah itu, baru mereka renang seperti biasa. Tapi juga tidak ada kejanggalan yang aneh kok,” ujar Fitri, salah seorang petugas kolam Tasnan.

Fitri menuturkan, beberapa tahun silam kolam renang Tasnan ini memang mangkrak. Tak dikelola dengan baik. “Sekarang kondisinya juga sudah cukup bagus. Kolamnya bersih. Kami kuras satu minggu dua kali. Kalau dulu, ya sangat kotor dan tidak terawat,” ungkap Fitri.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kolam renang Tasnan kini sudah berubah. Lantai-lantai kolamnya pun sudah cukup bagus. Airnya jernih. Sebab, berasal dari sumber alami. Tanpa kaporit.

Setelah sempat tutup karena pandemi, pemandian alam itu kini sudah mulai rutin dibuka. Buka mulai pukul 08.00 hingga 16.00 sore. Pengunjung hanya dikenakan tiket masuk sebesar Rp 10 ribu. Pengunjung bisa merasakan berenang di bawah alam rindang pepohonan nan sejuk.

Namun, di balik itu semua, pemandian alam Tasnan ini memiliki cerita panjang. Bahkan, tak jarang sejumlah warga menyebut kolam renang itu punya stigma angker. Kawasan pemandian alam Tasnan memang terletak di Desa Taman, Kecamatan Grujugan. Lokasi pemandian ini berada di tengah hutan pinus. Tepatnya di wilayah Perhutani KPH Bondowoso.

“Bahkan beberapa pengunjung desa itu kalau mau masuk ke pemandian ini baca-baca salawat. Setelah itu, baru mereka renang seperti biasa. Tapi juga tidak ada kejanggalan yang aneh kok,” ujar Fitri, salah seorang petugas kolam Tasnan.

Fitri menuturkan, beberapa tahun silam kolam renang Tasnan ini memang mangkrak. Tak dikelola dengan baik. “Sekarang kondisinya juga sudah cukup bagus. Kolamnya bersih. Kami kuras satu minggu dua kali. Kalau dulu, ya sangat kotor dan tidak terawat,” ungkap Fitri.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca