alexametrics
21.8 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Sudah Meninggal tapi Tercatat Beli Pupuk, Kok Bisa?

Imbas Penyelewengan, Petani Merasa Dipingpong

Mobile_AP_Rectangle 1

Namun faktanya, pupuk subsidi dijual dengan harga di atas HET. Harga yang dijual bisa mencapai Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu. “Ada yang beli Rp 160 ribu setengah kuintal, ada juga yang katanya beli sampai Rp 200 ribu,” ucap Imam Mahmudi, petani asal Kecamatan Pakem.

Padahal, HET setengah kuintal itu hanya Rp 112.500. Keluhan itu juga disampaikan oleh Satibiyanto yang tidak pernah mendapatkan pupuk subsidi. Dia selalu merasa kesulitan mendapatkan pupuk karena langka. Akibatnya, tanaman miliknya terancam gagal panen.

 

Mobile_AP_Rectangle 2

 

Jurnalis : Muchammad Ainul Budi
Fotografer : Muchammad Ainul Budi
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

- Advertisement -

Namun faktanya, pupuk subsidi dijual dengan harga di atas HET. Harga yang dijual bisa mencapai Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu. “Ada yang beli Rp 160 ribu setengah kuintal, ada juga yang katanya beli sampai Rp 200 ribu,” ucap Imam Mahmudi, petani asal Kecamatan Pakem.

Padahal, HET setengah kuintal itu hanya Rp 112.500. Keluhan itu juga disampaikan oleh Satibiyanto yang tidak pernah mendapatkan pupuk subsidi. Dia selalu merasa kesulitan mendapatkan pupuk karena langka. Akibatnya, tanaman miliknya terancam gagal panen.

 

 

Jurnalis : Muchammad Ainul Budi
Fotografer : Muchammad Ainul Budi
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

Namun faktanya, pupuk subsidi dijual dengan harga di atas HET. Harga yang dijual bisa mencapai Rp 300 ribu hingga Rp 400 ribu. “Ada yang beli Rp 160 ribu setengah kuintal, ada juga yang katanya beli sampai Rp 200 ribu,” ucap Imam Mahmudi, petani asal Kecamatan Pakem.

Padahal, HET setengah kuintal itu hanya Rp 112.500. Keluhan itu juga disampaikan oleh Satibiyanto yang tidak pernah mendapatkan pupuk subsidi. Dia selalu merasa kesulitan mendapatkan pupuk karena langka. Akibatnya, tanaman miliknya terancam gagal panen.

 

 

Jurnalis : Muchammad Ainul Budi
Fotografer : Muchammad Ainul Budi
Redaktur : Lintang Anis Bena Kinanti

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/