alexametrics
28.6 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

 Sudah Ajukan sejak 2015

Reaktivasi Jalur KA Belum Prioritas

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Rencana mengaktifkan kembali jalur rel kereta api (KA) Bondowoso-Panarukan sebenarnya sudah diusulkan beberapa tahun silam. Namun, hingga sekarang belum ada tindak lanjut nyata. Hal itu disampaikan Bayu Aji Prabowo, Kepala Seksi (Kasi) Angkutan Orang dan Barang Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso.

Menurut Bayu, wacana reaktivasi jalur KA di Bondowoso sudah dilakukan Pemkab Bondowoso mulai tahun 2015. Pihaknya bahkan sudah berkirim surat mengenai pengajuan reaktivasi KA. “Kami dulu sudah kirim surat mengenai reaktivasi KA. Setelah itu, sambil menunggu cukup lama, kami juga menembusi ke balai pengembangan rel KA yang ada di Jawa Timur. Kami tembusi bagaimana progres pengajuan aktivasi rel itu,” beber Bayu.

Informasi yang pihaknya dapatkan, pengajuan tersebut sudah masuk dalam prioritas balai pengembangan rel. Namun, kini prioritas utama dari balai pengembangan rel dititikberatkan pada rencana pengerjaan double track atau jalur ganda yang ada di wilayah Daop 9 Jember. Mulai dari Pasuruan hingga Banyuwangi.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Kami mendapatkan informasinya seperti itu. Prioritas reaktivasi rel Bondowoso informasinya juga masuk dalam rencana jangka menengah hingga sampai tahun 2030 nantinya dari balai pengembangan rel. Tetapi nanti akan kami tembusi lagi, sembari menunggu pandemi Covid-19 ini,” ungkap Bayu.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Rencana mengaktifkan kembali jalur rel kereta api (KA) Bondowoso-Panarukan sebenarnya sudah diusulkan beberapa tahun silam. Namun, hingga sekarang belum ada tindak lanjut nyata. Hal itu disampaikan Bayu Aji Prabowo, Kepala Seksi (Kasi) Angkutan Orang dan Barang Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso.

Menurut Bayu, wacana reaktivasi jalur KA di Bondowoso sudah dilakukan Pemkab Bondowoso mulai tahun 2015. Pihaknya bahkan sudah berkirim surat mengenai pengajuan reaktivasi KA. “Kami dulu sudah kirim surat mengenai reaktivasi KA. Setelah itu, sambil menunggu cukup lama, kami juga menembusi ke balai pengembangan rel KA yang ada di Jawa Timur. Kami tembusi bagaimana progres pengajuan aktivasi rel itu,” beber Bayu.

Informasi yang pihaknya dapatkan, pengajuan tersebut sudah masuk dalam prioritas balai pengembangan rel. Namun, kini prioritas utama dari balai pengembangan rel dititikberatkan pada rencana pengerjaan double track atau jalur ganda yang ada di wilayah Daop 9 Jember. Mulai dari Pasuruan hingga Banyuwangi.

“Kami mendapatkan informasinya seperti itu. Prioritas reaktivasi rel Bondowoso informasinya juga masuk dalam rencana jangka menengah hingga sampai tahun 2030 nantinya dari balai pengembangan rel. Tetapi nanti akan kami tembusi lagi, sembari menunggu pandemi Covid-19 ini,” ungkap Bayu.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Rencana mengaktifkan kembali jalur rel kereta api (KA) Bondowoso-Panarukan sebenarnya sudah diusulkan beberapa tahun silam. Namun, hingga sekarang belum ada tindak lanjut nyata. Hal itu disampaikan Bayu Aji Prabowo, Kepala Seksi (Kasi) Angkutan Orang dan Barang Dinas Lingkungan Hidup dan Perhubungan (DLHP) Bondowoso.

Menurut Bayu, wacana reaktivasi jalur KA di Bondowoso sudah dilakukan Pemkab Bondowoso mulai tahun 2015. Pihaknya bahkan sudah berkirim surat mengenai pengajuan reaktivasi KA. “Kami dulu sudah kirim surat mengenai reaktivasi KA. Setelah itu, sambil menunggu cukup lama, kami juga menembusi ke balai pengembangan rel KA yang ada di Jawa Timur. Kami tembusi bagaimana progres pengajuan aktivasi rel itu,” beber Bayu.

Informasi yang pihaknya dapatkan, pengajuan tersebut sudah masuk dalam prioritas balai pengembangan rel. Namun, kini prioritas utama dari balai pengembangan rel dititikberatkan pada rencana pengerjaan double track atau jalur ganda yang ada di wilayah Daop 9 Jember. Mulai dari Pasuruan hingga Banyuwangi.

“Kami mendapatkan informasinya seperti itu. Prioritas reaktivasi rel Bondowoso informasinya juga masuk dalam rencana jangka menengah hingga sampai tahun 2030 nantinya dari balai pengembangan rel. Tetapi nanti akan kami tembusi lagi, sembari menunggu pandemi Covid-19 ini,” ungkap Bayu.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/