alexametrics
26.5 C
Jember
Wednesday, 29 June 2022

Lima SMPN Sudah Siap Tatap Muka

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Lima sekolah menengah pertama negeri (SMPN) di Kota Tape mulai mempersiapkan diri menghadapi pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19. Begitu ada izin uji coba pembelajaran tatap muka, maka lima sekolah tersebut langsung action. Lima sekolah itu adalah di SMPN 1, SMPN 3, SMPN Wringin, SMPN 1 Prajekan, dan SMPN 2 Maesan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bondowoso Haeriyah Yuliati menegaskan, pihaknya masih menunggu persetujuan uji coba pembelajaran tatap muka dari Bupati Bondowoso. Sambil menunggu persetujuan, Disdikbud aktif berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bondowoso.

“Disdikbud sudah mengajukan kepada gugus tugas dan bupati, untuk uji coba pembelajaran tatap muka dengan kesiapan protokol kesehatan yang matang. Jika sewaktu-waktu izin keluar, maka lima SMPN itu bisa langsung pembelajaran tatap muka,” tutur Haeriyah Yuliati.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menjelaskan, lima SMPN akan melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan mematuhi protokol kesehatan (porkes) pencegahan Covid-19 dengan ketat. “Semua yang masuk ke sekolah harus dideteksi suhu tubuhnya. Kapasitas kelas hanya 50 persen dari kapasitas keseluruhan, dan tentu mematuhi 3M. mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan memakai masker,” ungkap mantan camat kota tersebut.

Kini, Disdikbud tinggal menunggu persetujuan dari bupati dan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19. “Kalau sekolah sudah betul-betul siap. Tinggal menunggu izin dari satgas dan Bapak Bupati,” ungkap perempuan yang jabatan definitifnya Kadis Kominfo tersebut.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Lima sekolah menengah pertama negeri (SMPN) di Kota Tape mulai mempersiapkan diri menghadapi pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19. Begitu ada izin uji coba pembelajaran tatap muka, maka lima sekolah tersebut langsung action. Lima sekolah itu adalah di SMPN 1, SMPN 3, SMPN Wringin, SMPN 1 Prajekan, dan SMPN 2 Maesan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bondowoso Haeriyah Yuliati menegaskan, pihaknya masih menunggu persetujuan uji coba pembelajaran tatap muka dari Bupati Bondowoso. Sambil menunggu persetujuan, Disdikbud aktif berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bondowoso.

“Disdikbud sudah mengajukan kepada gugus tugas dan bupati, untuk uji coba pembelajaran tatap muka dengan kesiapan protokol kesehatan yang matang. Jika sewaktu-waktu izin keluar, maka lima SMPN itu bisa langsung pembelajaran tatap muka,” tutur Haeriyah Yuliati.

Dia menjelaskan, lima SMPN akan melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan mematuhi protokol kesehatan (porkes) pencegahan Covid-19 dengan ketat. “Semua yang masuk ke sekolah harus dideteksi suhu tubuhnya. Kapasitas kelas hanya 50 persen dari kapasitas keseluruhan, dan tentu mematuhi 3M. mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan memakai masker,” ungkap mantan camat kota tersebut.

Kini, Disdikbud tinggal menunggu persetujuan dari bupati dan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19. “Kalau sekolah sudah betul-betul siap. Tinggal menunggu izin dari satgas dan Bapak Bupati,” ungkap perempuan yang jabatan definitifnya Kadis Kominfo tersebut.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Lima sekolah menengah pertama negeri (SMPN) di Kota Tape mulai mempersiapkan diri menghadapi pembelajaran tatap muka di tengah pandemi Covid-19. Begitu ada izin uji coba pembelajaran tatap muka, maka lima sekolah tersebut langsung action. Lima sekolah itu adalah di SMPN 1, SMPN 3, SMPN Wringin, SMPN 1 Prajekan, dan SMPN 2 Maesan.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bondowoso Haeriyah Yuliati menegaskan, pihaknya masih menunggu persetujuan uji coba pembelajaran tatap muka dari Bupati Bondowoso. Sambil menunggu persetujuan, Disdikbud aktif berkoordinasi dengan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bondowoso.

“Disdikbud sudah mengajukan kepada gugus tugas dan bupati, untuk uji coba pembelajaran tatap muka dengan kesiapan protokol kesehatan yang matang. Jika sewaktu-waktu izin keluar, maka lima SMPN itu bisa langsung pembelajaran tatap muka,” tutur Haeriyah Yuliati.

Dia menjelaskan, lima SMPN akan melaksanakan pembelajaran tatap muka dengan mematuhi protokol kesehatan (porkes) pencegahan Covid-19 dengan ketat. “Semua yang masuk ke sekolah harus dideteksi suhu tubuhnya. Kapasitas kelas hanya 50 persen dari kapasitas keseluruhan, dan tentu mematuhi 3M. mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, dan memakai masker,” ungkap mantan camat kota tersebut.

Kini, Disdikbud tinggal menunggu persetujuan dari bupati dan gugus tugas percepatan penanganan Covid-19. “Kalau sekolah sudah betul-betul siap. Tinggal menunggu izin dari satgas dan Bapak Bupati,” ungkap perempuan yang jabatan definitifnya Kadis Kominfo tersebut.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/