alexametrics
24 C
Jember
Monday, 8 August 2022

Harus Dikaji Serius Wacana Masuk Sekolah

Khususnya tentang Persiapan Protokol Kesehatan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – DPRD Bondowoso meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Bondowoso mengkaji serius uji coba pemberlakuan sekolah tatap muka untuk tahun depan. Maksimalisasi persiapan itu penting, mengingat jangan sampai pembelajaran tatap muka justru menimbulkan masalah baru.

Ketua Komisi IV DPRD Bondowoso Ady Kriesna mengatakan, pihaknya mendukung upaya pemkab melakukan recovery di bidang pendidikan. Meski begitu, ada catatan penting yang harus benar-benar diperhatikan dan dipertimbangkan. Yakni faktor kesehatan siswa dan guru. Agar nantinya tidak terjadi klaster Covid-19 di lingkungan sekolah.

“Kami akan mendukung apa yang menjadi kebijakan pemkab. Asalkan kebijakannya telah melalui kajian akademik. Sudah mengkaji secara komprehensif dengan melibatkan stakeholder terkait,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dirinya berharap penyediaan sarana dan prasarana protokol benar-benar disediakan dengan baik. Termasuk skema jam masuk siswa juga harus diatur untuk meminimalisasi terjadinya kerumunan. “Kalau memang melakukan tatap muka, persiapkan infrastruktur protokol kesehatannya. Sistem belajarnya seperti apa. Skema masuk masuknya seperti apa. Apa mungkin pakai sistem sif,” harapnya.

Soal permintaan izin uji coba pembelajaran tatap muka yang telah dilayangkan kepada bupati, Ady berharap bupati segera mengambil keputusan yang tepat. Dalam artian, keputusan yang diambil harus benar-benar berdasarkan kajian akademik yang dilakukan.

“Jika Dikbud sudah bersurat, ya bupati harus segera menjawab. Juga harus berdiskusi apakah surat yang diajukan sudah benar-benar berdasarkan kajian atau hanya mengajukan saja,” imbuh dia.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – DPRD Bondowoso meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Bondowoso mengkaji serius uji coba pemberlakuan sekolah tatap muka untuk tahun depan. Maksimalisasi persiapan itu penting, mengingat jangan sampai pembelajaran tatap muka justru menimbulkan masalah baru.

Ketua Komisi IV DPRD Bondowoso Ady Kriesna mengatakan, pihaknya mendukung upaya pemkab melakukan recovery di bidang pendidikan. Meski begitu, ada catatan penting yang harus benar-benar diperhatikan dan dipertimbangkan. Yakni faktor kesehatan siswa dan guru. Agar nantinya tidak terjadi klaster Covid-19 di lingkungan sekolah.

“Kami akan mendukung apa yang menjadi kebijakan pemkab. Asalkan kebijakannya telah melalui kajian akademik. Sudah mengkaji secara komprehensif dengan melibatkan stakeholder terkait,” ujarnya.

Dirinya berharap penyediaan sarana dan prasarana protokol benar-benar disediakan dengan baik. Termasuk skema jam masuk siswa juga harus diatur untuk meminimalisasi terjadinya kerumunan. “Kalau memang melakukan tatap muka, persiapkan infrastruktur protokol kesehatannya. Sistem belajarnya seperti apa. Skema masuk masuknya seperti apa. Apa mungkin pakai sistem sif,” harapnya.

Soal permintaan izin uji coba pembelajaran tatap muka yang telah dilayangkan kepada bupati, Ady berharap bupati segera mengambil keputusan yang tepat. Dalam artian, keputusan yang diambil harus benar-benar berdasarkan kajian akademik yang dilakukan.

“Jika Dikbud sudah bersurat, ya bupati harus segera menjawab. Juga harus berdiskusi apakah surat yang diajukan sudah benar-benar berdasarkan kajian atau hanya mengajukan saja,” imbuh dia.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – DPRD Bondowoso meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Bondowoso mengkaji serius uji coba pemberlakuan sekolah tatap muka untuk tahun depan. Maksimalisasi persiapan itu penting, mengingat jangan sampai pembelajaran tatap muka justru menimbulkan masalah baru.

Ketua Komisi IV DPRD Bondowoso Ady Kriesna mengatakan, pihaknya mendukung upaya pemkab melakukan recovery di bidang pendidikan. Meski begitu, ada catatan penting yang harus benar-benar diperhatikan dan dipertimbangkan. Yakni faktor kesehatan siswa dan guru. Agar nantinya tidak terjadi klaster Covid-19 di lingkungan sekolah.

“Kami akan mendukung apa yang menjadi kebijakan pemkab. Asalkan kebijakannya telah melalui kajian akademik. Sudah mengkaji secara komprehensif dengan melibatkan stakeholder terkait,” ujarnya.

Dirinya berharap penyediaan sarana dan prasarana protokol benar-benar disediakan dengan baik. Termasuk skema jam masuk siswa juga harus diatur untuk meminimalisasi terjadinya kerumunan. “Kalau memang melakukan tatap muka, persiapkan infrastruktur protokol kesehatannya. Sistem belajarnya seperti apa. Skema masuk masuknya seperti apa. Apa mungkin pakai sistem sif,” harapnya.

Soal permintaan izin uji coba pembelajaran tatap muka yang telah dilayangkan kepada bupati, Ady berharap bupati segera mengambil keputusan yang tepat. Dalam artian, keputusan yang diambil harus benar-benar berdasarkan kajian akademik yang dilakukan.

“Jika Dikbud sudah bersurat, ya bupati harus segera menjawab. Juga harus berdiskusi apakah surat yang diajukan sudah benar-benar berdasarkan kajian atau hanya mengajukan saja,” imbuh dia.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/