alexametrics
24 C
Jember
Monday, 8 August 2022

Alat Bukti Penuhi Unsur Menakuti

Agenda Putusan Hakim Digelar Pekan Depan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso membacakan replik mereka dalam lanjutan sidang terdakwa Sekda Syaifullah (nonaktif). Agenda sidang replik JPU itu digelar kemarin. Pelaksanaan sidang masih virtual.

Salah satu tim JPU Kejari Bondowoso yang membacakan replik tersebut adalah Romy Prasetya. Dia membacakan poin-poinnya di hadapan majelis hakim. JPU menyatakan, rekaman ancaman pembunuhan yang dilakukan terdakwa kepada pelapor sudah menjadi alat bukti yang sah. Hal itu didukung dengan pernyataan saksi ahli yang sebelumnya dihadirkan dalam persidangan.

“Pada intinya, mengenai alat bukti rekaman, pihak PH terdakwa menyatakan itu penyadapan, karena direkam secara ilegal. Tetapi keterangan saksi ahli menjelaskan bahwa rekaman yang dilakukan korban itu bukan merupakan penyadapan. Kalau penyadapan dilakukan oleh pihak ketiga. Menurut ahli, itu sudah menjadi alat bukti yang sah,” jelas Paulus Agung Widaryanto, Kasi Pidana Umum Kejari Bondowoso.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebelumnya, penasihat hukum terdakwa mempermasalahkan perihal pasal ancaman pembunuhan. Dalam replik, JPU menjawab apa yang dilakukan terdakwa sudah memenuhi banyak unsur. “Perbuatan terdakwa sudah termasuk pengancaman dan menakut-nakuti korban. Ada unsur menakut-nakuti,” imbuh Agung.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso membacakan replik mereka dalam lanjutan sidang terdakwa Sekda Syaifullah (nonaktif). Agenda sidang replik JPU itu digelar kemarin. Pelaksanaan sidang masih virtual.

Salah satu tim JPU Kejari Bondowoso yang membacakan replik tersebut adalah Romy Prasetya. Dia membacakan poin-poinnya di hadapan majelis hakim. JPU menyatakan, rekaman ancaman pembunuhan yang dilakukan terdakwa kepada pelapor sudah menjadi alat bukti yang sah. Hal itu didukung dengan pernyataan saksi ahli yang sebelumnya dihadirkan dalam persidangan.

“Pada intinya, mengenai alat bukti rekaman, pihak PH terdakwa menyatakan itu penyadapan, karena direkam secara ilegal. Tetapi keterangan saksi ahli menjelaskan bahwa rekaman yang dilakukan korban itu bukan merupakan penyadapan. Kalau penyadapan dilakukan oleh pihak ketiga. Menurut ahli, itu sudah menjadi alat bukti yang sah,” jelas Paulus Agung Widaryanto, Kasi Pidana Umum Kejari Bondowoso.

Sebelumnya, penasihat hukum terdakwa mempermasalahkan perihal pasal ancaman pembunuhan. Dalam replik, JPU menjawab apa yang dilakukan terdakwa sudah memenuhi banyak unsur. “Perbuatan terdakwa sudah termasuk pengancaman dan menakut-nakuti korban. Ada unsur menakut-nakuti,” imbuh Agung.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bondowoso membacakan replik mereka dalam lanjutan sidang terdakwa Sekda Syaifullah (nonaktif). Agenda sidang replik JPU itu digelar kemarin. Pelaksanaan sidang masih virtual.

Salah satu tim JPU Kejari Bondowoso yang membacakan replik tersebut adalah Romy Prasetya. Dia membacakan poin-poinnya di hadapan majelis hakim. JPU menyatakan, rekaman ancaman pembunuhan yang dilakukan terdakwa kepada pelapor sudah menjadi alat bukti yang sah. Hal itu didukung dengan pernyataan saksi ahli yang sebelumnya dihadirkan dalam persidangan.

“Pada intinya, mengenai alat bukti rekaman, pihak PH terdakwa menyatakan itu penyadapan, karena direkam secara ilegal. Tetapi keterangan saksi ahli menjelaskan bahwa rekaman yang dilakukan korban itu bukan merupakan penyadapan. Kalau penyadapan dilakukan oleh pihak ketiga. Menurut ahli, itu sudah menjadi alat bukti yang sah,” jelas Paulus Agung Widaryanto, Kasi Pidana Umum Kejari Bondowoso.

Sebelumnya, penasihat hukum terdakwa mempermasalahkan perihal pasal ancaman pembunuhan. Dalam replik, JPU menjawab apa yang dilakukan terdakwa sudah memenuhi banyak unsur. “Perbuatan terdakwa sudah termasuk pengancaman dan menakut-nakuti korban. Ada unsur menakut-nakuti,” imbuh Agung.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/