alexametrics
23.9 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Nasib PT Bogem Masih Tunggu RUPS

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – PT Bondowoso Gemilang (Bogem) belum juga menemui titik terang. Kejelasan dan tindak lanjut yang nyata untuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Bondowoso ini pun seharusnya dipertegas. Terlebih, kasus rasuah yang menjerat tubuh perusahaan yang bergerak pada komoditas kopi itu belum juga usai.

Kini, kejelasan PT Bogem masih ruwet. Apakah tetap dilanjutkan dengan memberikan modal miliaran rupiah dari dana APBD, atau segera dilikuidasi alias pembubaran BUMD tersebut.

Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Bondowoso Rahmatullah mengatakan, pihaknya tidak akan gegabah untuk menentukan nasib PT Bogem ini. “Kami akan menyampaikan telaah terlebih dahulu, sebagaimana posisi PT Bogem sekarang ini. Sebab, segala sesuatunya tentang BUMD ini tidak terlepas dari mekanisme yang ada,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Lebih lanjut, menurut Rahmatullah, PT Bogem harus melangkah kembali melalui gelaran rapat umum pemegang saham (RUPS). “Selaku pemegang saham dalam hal ini adalah bupati,” imbuhnya.

Dia menambahkan, pihaknya bakal memberikan gambaran apa selanjutnya dan langkah ke depan. Sebab, menyangkut kebijakan yang ada. “Sekarang ini bisa dikatakan aset PT Bogem mati suri. Harus ada langkah konkret, seperti melengkapi struktur yang ada dahulu atau yang lain,” urainya.

Meski begitu, pihaknya tetap memperhatikan regulasi tentang BUMD dari pemerintah pusat. “Kami tetap memperhatikan aturan yang berlaku,” ungkapnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – PT Bondowoso Gemilang (Bogem) belum juga menemui titik terang. Kejelasan dan tindak lanjut yang nyata untuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Bondowoso ini pun seharusnya dipertegas. Terlebih, kasus rasuah yang menjerat tubuh perusahaan yang bergerak pada komoditas kopi itu belum juga usai.

Kini, kejelasan PT Bogem masih ruwet. Apakah tetap dilanjutkan dengan memberikan modal miliaran rupiah dari dana APBD, atau segera dilikuidasi alias pembubaran BUMD tersebut.

Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Bondowoso Rahmatullah mengatakan, pihaknya tidak akan gegabah untuk menentukan nasib PT Bogem ini. “Kami akan menyampaikan telaah terlebih dahulu, sebagaimana posisi PT Bogem sekarang ini. Sebab, segala sesuatunya tentang BUMD ini tidak terlepas dari mekanisme yang ada,” katanya.

Lebih lanjut, menurut Rahmatullah, PT Bogem harus melangkah kembali melalui gelaran rapat umum pemegang saham (RUPS). “Selaku pemegang saham dalam hal ini adalah bupati,” imbuhnya.

Dia menambahkan, pihaknya bakal memberikan gambaran apa selanjutnya dan langkah ke depan. Sebab, menyangkut kebijakan yang ada. “Sekarang ini bisa dikatakan aset PT Bogem mati suri. Harus ada langkah konkret, seperti melengkapi struktur yang ada dahulu atau yang lain,” urainya.

Meski begitu, pihaknya tetap memperhatikan regulasi tentang BUMD dari pemerintah pusat. “Kami tetap memperhatikan aturan yang berlaku,” ungkapnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – PT Bondowoso Gemilang (Bogem) belum juga menemui titik terang. Kejelasan dan tindak lanjut yang nyata untuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemkab Bondowoso ini pun seharusnya dipertegas. Terlebih, kasus rasuah yang menjerat tubuh perusahaan yang bergerak pada komoditas kopi itu belum juga usai.

Kini, kejelasan PT Bogem masih ruwet. Apakah tetap dilanjutkan dengan memberikan modal miliaran rupiah dari dana APBD, atau segera dilikuidasi alias pembubaran BUMD tersebut.

Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Bondowoso Rahmatullah mengatakan, pihaknya tidak akan gegabah untuk menentukan nasib PT Bogem ini. “Kami akan menyampaikan telaah terlebih dahulu, sebagaimana posisi PT Bogem sekarang ini. Sebab, segala sesuatunya tentang BUMD ini tidak terlepas dari mekanisme yang ada,” katanya.

Lebih lanjut, menurut Rahmatullah, PT Bogem harus melangkah kembali melalui gelaran rapat umum pemegang saham (RUPS). “Selaku pemegang saham dalam hal ini adalah bupati,” imbuhnya.

Dia menambahkan, pihaknya bakal memberikan gambaran apa selanjutnya dan langkah ke depan. Sebab, menyangkut kebijakan yang ada. “Sekarang ini bisa dikatakan aset PT Bogem mati suri. Harus ada langkah konkret, seperti melengkapi struktur yang ada dahulu atau yang lain,” urainya.

Meski begitu, pihaknya tetap memperhatikan regulasi tentang BUMD dari pemerintah pusat. “Kami tetap memperhatikan aturan yang berlaku,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/