alexametrics
31.1 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Bondowoso Siaga Bencana Hidrometeorologi

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah peralatan kebencanaan, mulai dari genset, alat pemadam kebakaran, dan peralatan bencana lainnya terlihat ditata berjajar rapi di halaman Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Bondowoso. Ternyata, peralatan tersebut disiagakan bukan karena sedang terjadi bencana. Tapi, untuk antisipasi bencana yang sering terjadi di Bondowoso. Alat-alat tersebut disiapkan dalam rangka apel gelar pasukan dan peralatan kebencanaan, Senin (25/10).

Apel dilaksanakan dalam rangka antisipasi menghadapi bencana alam tahun 2021. Karena itulah, dalam apel tersebut dilakukan pemeriksaan kesiapan anggota yang terlibat. Termasuk peralatan yang akan digunakan dalam antisipasi bencana alam. Hal itu dituturkan oleh Kapolres Bondowoso AKBP Herman Priyanto ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen seusai mengikuti apel tersebut.

Dijelaskan, Jawa Timur menjadi salah satu provinsi yang sering dilanda bencana alam, khususnya hidrometeorologi. Penyebabnya karena Jatim berada di dua aliran sungai besar.

Mobile_AP_Rectangle 2

Bahkan, berdasarkan catatan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, sejak 1 Januari hingga 19 Maret 2021 telah terjadi 258 bencana banjir. Sebanyak 11 kejadian bencana di antaranya merupakan banjir bandang dan tiga kali banjir rob. “Bencana hidrometeorologi tak hanya banjir, namun juga angin kencang, angin puting beliung, tanah longsor, serta gempa bumi,” bebernya.

Menurut dia, bencana-bencana alam itu menyebabkan kerusakan puluhan rumah, hingga ada sejumlah korban meninggal dan luka-luka. Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan. Sebab, berdasarkan data BMKG, wilayah Jawa Timur akan memasuki musim hujan yang puncaknya akan terjadi pada sekitar November hingga Februari 2022. “Dimungkinkan curah hujan juga akan meningkat, karena adanya pengaruh badai La Nina yang memicu peningkatan hingga 20 sampai 70 persen,” ujarnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah peralatan kebencanaan, mulai dari genset, alat pemadam kebakaran, dan peralatan bencana lainnya terlihat ditata berjajar rapi di halaman Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Bondowoso. Ternyata, peralatan tersebut disiagakan bukan karena sedang terjadi bencana. Tapi, untuk antisipasi bencana yang sering terjadi di Bondowoso. Alat-alat tersebut disiapkan dalam rangka apel gelar pasukan dan peralatan kebencanaan, Senin (25/10).

Apel dilaksanakan dalam rangka antisipasi menghadapi bencana alam tahun 2021. Karena itulah, dalam apel tersebut dilakukan pemeriksaan kesiapan anggota yang terlibat. Termasuk peralatan yang akan digunakan dalam antisipasi bencana alam. Hal itu dituturkan oleh Kapolres Bondowoso AKBP Herman Priyanto ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen seusai mengikuti apel tersebut.

Dijelaskan, Jawa Timur menjadi salah satu provinsi yang sering dilanda bencana alam, khususnya hidrometeorologi. Penyebabnya karena Jatim berada di dua aliran sungai besar.

Bahkan, berdasarkan catatan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, sejak 1 Januari hingga 19 Maret 2021 telah terjadi 258 bencana banjir. Sebanyak 11 kejadian bencana di antaranya merupakan banjir bandang dan tiga kali banjir rob. “Bencana hidrometeorologi tak hanya banjir, namun juga angin kencang, angin puting beliung, tanah longsor, serta gempa bumi,” bebernya.

Menurut dia, bencana-bencana alam itu menyebabkan kerusakan puluhan rumah, hingga ada sejumlah korban meninggal dan luka-luka. Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan. Sebab, berdasarkan data BMKG, wilayah Jawa Timur akan memasuki musim hujan yang puncaknya akan terjadi pada sekitar November hingga Februari 2022. “Dimungkinkan curah hujan juga akan meningkat, karena adanya pengaruh badai La Nina yang memicu peningkatan hingga 20 sampai 70 persen,” ujarnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sejumlah peralatan kebencanaan, mulai dari genset, alat pemadam kebakaran, dan peralatan bencana lainnya terlihat ditata berjajar rapi di halaman Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Bondowoso. Ternyata, peralatan tersebut disiagakan bukan karena sedang terjadi bencana. Tapi, untuk antisipasi bencana yang sering terjadi di Bondowoso. Alat-alat tersebut disiapkan dalam rangka apel gelar pasukan dan peralatan kebencanaan, Senin (25/10).

Apel dilaksanakan dalam rangka antisipasi menghadapi bencana alam tahun 2021. Karena itulah, dalam apel tersebut dilakukan pemeriksaan kesiapan anggota yang terlibat. Termasuk peralatan yang akan digunakan dalam antisipasi bencana alam. Hal itu dituturkan oleh Kapolres Bondowoso AKBP Herman Priyanto ketika dikonfirmasi Jawa Pos Radar Ijen seusai mengikuti apel tersebut.

Dijelaskan, Jawa Timur menjadi salah satu provinsi yang sering dilanda bencana alam, khususnya hidrometeorologi. Penyebabnya karena Jatim berada di dua aliran sungai besar.

Bahkan, berdasarkan catatan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim, sejak 1 Januari hingga 19 Maret 2021 telah terjadi 258 bencana banjir. Sebanyak 11 kejadian bencana di antaranya merupakan banjir bandang dan tiga kali banjir rob. “Bencana hidrometeorologi tak hanya banjir, namun juga angin kencang, angin puting beliung, tanah longsor, serta gempa bumi,” bebernya.

Menurut dia, bencana-bencana alam itu menyebabkan kerusakan puluhan rumah, hingga ada sejumlah korban meninggal dan luka-luka. Kondisi tersebut semakin mengkhawatirkan. Sebab, berdasarkan data BMKG, wilayah Jawa Timur akan memasuki musim hujan yang puncaknya akan terjadi pada sekitar November hingga Februari 2022. “Dimungkinkan curah hujan juga akan meningkat, karena adanya pengaruh badai La Nina yang memicu peningkatan hingga 20 sampai 70 persen,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/