alexametrics
23.1 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Kemendag Promosikan Kopi Bondowoso ke Pasar Global

- Uji Cita Rasa Dapat Nilai Tinggi

- Masuk Golongan Specialty

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.IDKopi Bondowoso tak diragukan lagi kualitasnya. Sebutan Bondowoso Republik Kopi (BRK) pun tersemat di kabupaten yang terkenal juga dengan The Highland Paradise ini. Dataran tinggi Bondowoso diketahui menyimpan sejuta kebun kopi.

Komoditas kopi arabika menjadi produk unggulan perkebunan nomor satu di Bondowoso. Luas lahan kebun kopi di Bondowoso mencapai 13.649 hektare. Sebagian besar berada di lahan kawasan Perhutani. Namun, para petani sudah mengikat perjanjian kerja sama (PKS) dengan Perhutani untuk mengelolanya.

Lahan kebun arabika harus berada di ketinggian minimal 800-900 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan robusta di ketinggian 500-700 mdpl. Sentra lahan kopi di Bondowoso terbagi menjadi dua wilayah, yaitu barat dan timur. Wilayah timur meliputi Sumberwringin, Botolinggo, Cermee, dan Ijen. Sementara, di wilayah barat meliputi Pakem, Maesan, dan Curahdami.

Mobile_AP_Rectangle 2

Baru-baru ini, cita rasa kopi Bondowoso kembali diakui dunia. Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jendral Pengembangan Ekspor Nasional memberikan hasil Penetrasi Pasar Kopi ke Mancanegara, 23 Agustus lalu. Hasil penetrasi kopi itu merupakan hasil uji sampel dengan jenis biji kopi (green bean) arabika, dengan sampel biji kopi milik Suyitno, salah seorang petani kopi asal Kecamatan Sukosari.

Sebelumnya, biji kopinya sudah dikirimkan kepada Kemendag sekitar Januari lalu. Setelah dikirim, biji kopi diproses dengan disangrai dan uji cita rasa kopi. Sampel kopi dikirimkan serta dicatat, kemudian disangrai bekerja sama dengan William Edison, seorang entrepreneur dan master roasting kopi berpengalaman, dan Rumah Kopi Nusantara pada 24-26 Januari silam. “Memang biji kopi dari kebun saya diminta untuk dikirimkan, untuk diuji cita rasanya,” beber Suyitno.

Selanjutnya, kopi-kopi yang telah disangrai tersebut dilakukan uji cita rasa pada 27-28 Januari di IDDC Kemendag, bekerja sama dengan Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (AKSI), Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI), dan Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (GAEKI) serta barista profesional. Dari hasil uji yang dilakukan oleh para ahli, sampel kopi arabika mendapatkan nilai sebesar 87,5. Selanjutnya, sampel kopi arabika milik Suyitno itu dikirim ke Kairo, Mesir. “Nilai 87,5 itu termasuk nilai yang cukup tinggi di level mancanegara. Biji kopi arabika saya termasuk dalam golongan specialty. Nilai 85 ke atas itu termasuk specialty,” bebernya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.IDKopi Bondowoso tak diragukan lagi kualitasnya. Sebutan Bondowoso Republik Kopi (BRK) pun tersemat di kabupaten yang terkenal juga dengan The Highland Paradise ini. Dataran tinggi Bondowoso diketahui menyimpan sejuta kebun kopi.

Komoditas kopi arabika menjadi produk unggulan perkebunan nomor satu di Bondowoso. Luas lahan kebun kopi di Bondowoso mencapai 13.649 hektare. Sebagian besar berada di lahan kawasan Perhutani. Namun, para petani sudah mengikat perjanjian kerja sama (PKS) dengan Perhutani untuk mengelolanya.

Lahan kebun arabika harus berada di ketinggian minimal 800-900 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan robusta di ketinggian 500-700 mdpl. Sentra lahan kopi di Bondowoso terbagi menjadi dua wilayah, yaitu barat dan timur. Wilayah timur meliputi Sumberwringin, Botolinggo, Cermee, dan Ijen. Sementara, di wilayah barat meliputi Pakem, Maesan, dan Curahdami.

Baru-baru ini, cita rasa kopi Bondowoso kembali diakui dunia. Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jendral Pengembangan Ekspor Nasional memberikan hasil Penetrasi Pasar Kopi ke Mancanegara, 23 Agustus lalu. Hasil penetrasi kopi itu merupakan hasil uji sampel dengan jenis biji kopi (green bean) arabika, dengan sampel biji kopi milik Suyitno, salah seorang petani kopi asal Kecamatan Sukosari.

Sebelumnya, biji kopinya sudah dikirimkan kepada Kemendag sekitar Januari lalu. Setelah dikirim, biji kopi diproses dengan disangrai dan uji cita rasa kopi. Sampel kopi dikirimkan serta dicatat, kemudian disangrai bekerja sama dengan William Edison, seorang entrepreneur dan master roasting kopi berpengalaman, dan Rumah Kopi Nusantara pada 24-26 Januari silam. “Memang biji kopi dari kebun saya diminta untuk dikirimkan, untuk diuji cita rasanya,” beber Suyitno.

Selanjutnya, kopi-kopi yang telah disangrai tersebut dilakukan uji cita rasa pada 27-28 Januari di IDDC Kemendag, bekerja sama dengan Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (AKSI), Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI), dan Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (GAEKI) serta barista profesional. Dari hasil uji yang dilakukan oleh para ahli, sampel kopi arabika mendapatkan nilai sebesar 87,5. Selanjutnya, sampel kopi arabika milik Suyitno itu dikirim ke Kairo, Mesir. “Nilai 87,5 itu termasuk nilai yang cukup tinggi di level mancanegara. Biji kopi arabika saya termasuk dalam golongan specialty. Nilai 85 ke atas itu termasuk specialty,” bebernya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.IDKopi Bondowoso tak diragukan lagi kualitasnya. Sebutan Bondowoso Republik Kopi (BRK) pun tersemat di kabupaten yang terkenal juga dengan The Highland Paradise ini. Dataran tinggi Bondowoso diketahui menyimpan sejuta kebun kopi.

Komoditas kopi arabika menjadi produk unggulan perkebunan nomor satu di Bondowoso. Luas lahan kebun kopi di Bondowoso mencapai 13.649 hektare. Sebagian besar berada di lahan kawasan Perhutani. Namun, para petani sudah mengikat perjanjian kerja sama (PKS) dengan Perhutani untuk mengelolanya.

Lahan kebun arabika harus berada di ketinggian minimal 800-900 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan robusta di ketinggian 500-700 mdpl. Sentra lahan kopi di Bondowoso terbagi menjadi dua wilayah, yaitu barat dan timur. Wilayah timur meliputi Sumberwringin, Botolinggo, Cermee, dan Ijen. Sementara, di wilayah barat meliputi Pakem, Maesan, dan Curahdami.

Baru-baru ini, cita rasa kopi Bondowoso kembali diakui dunia. Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jendral Pengembangan Ekspor Nasional memberikan hasil Penetrasi Pasar Kopi ke Mancanegara, 23 Agustus lalu. Hasil penetrasi kopi itu merupakan hasil uji sampel dengan jenis biji kopi (green bean) arabika, dengan sampel biji kopi milik Suyitno, salah seorang petani kopi asal Kecamatan Sukosari.

Sebelumnya, biji kopinya sudah dikirimkan kepada Kemendag sekitar Januari lalu. Setelah dikirim, biji kopi diproses dengan disangrai dan uji cita rasa kopi. Sampel kopi dikirimkan serta dicatat, kemudian disangrai bekerja sama dengan William Edison, seorang entrepreneur dan master roasting kopi berpengalaman, dan Rumah Kopi Nusantara pada 24-26 Januari silam. “Memang biji kopi dari kebun saya diminta untuk dikirimkan, untuk diuji cita rasanya,” beber Suyitno.

Selanjutnya, kopi-kopi yang telah disangrai tersebut dilakukan uji cita rasa pada 27-28 Januari di IDDC Kemendag, bekerja sama dengan Asosiasi Kopi Spesial Indonesia (AKSI), Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI), dan Gabungan Eksportir Kopi Indonesia (GAEKI) serta barista profesional. Dari hasil uji yang dilakukan oleh para ahli, sampel kopi arabika mendapatkan nilai sebesar 87,5. Selanjutnya, sampel kopi arabika milik Suyitno itu dikirim ke Kairo, Mesir. “Nilai 87,5 itu termasuk nilai yang cukup tinggi di level mancanegara. Biji kopi arabika saya termasuk dalam golongan specialty. Nilai 85 ke atas itu termasuk specialty,” bebernya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/