alexametrics
23.4 C
Jember
Monday, 27 June 2022

Kapan PAUD/TK Bisa Masuk Sekolah?

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Setelah masuknya Kabupaten Bondowoso dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3, kegiatan belajar mengajar di sekolah mulai dilakukan dengan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Hal tersebut sudah mulai berlaku untuk jenjang SD hingga SMA. Kegiatan belajar mengajar itu kurang lebih sudah berjalan selama satu pekan terakhir. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan ketat ketika siswa ataupun guru berada di lingkungan sekolah, serta dengan persetujuan orang tua atau wali murid.

Namun, ternyata untuk jenjang PAUD dan TK masih belum boleh melakukan tatap muka. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bondowoso Sugiono Eksantoso mengatakan, kebijakan tidak dibolehkannya PTM bagi PAUD dan TK berdasarkan hasil evaluasi dari Satgas Covid-19 kabupaten. “Kita kan tak sendiri. Kebijakan saya ada Satgas Covid-19 di sana, ada polres dan BPBD. Ketika berjalan, ya, kami dipantau,” paparnya.

Menurutnya, hal itu untuk mengantisipasi adanya klaster baru. Mengingat, kebanyakan orang tua siswa TK dan PAUD yang menemani justru mengakibatkan kerumunan. Selain itu, tidak semua orang tua telah divaksin. Menurutnya, orang tua yang menunggu saat mengantarkan anaknya bergerombol dan belum vaksin. “Sehingga saran dari kapolres hentikan dulu. Sembari menunggu situasi level 3,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pihaknya akan melaksanakan PTM di TK dan PAUD jika level PPKM lebih meningkat ke level 2. Selain itu, orang tua yang menunggu wajib menunjukkan kartu vaksin. “Tidak bergerombol, harus ditata tempatnya. Saya tidak ingin ada klaster baru karena PTM terbatas. Kami lebih eman pada anak-anak. Biar anak-anak sehat,” jelasnya.

Adanya kebijakan ini membuat sejumlah warga kecewa dan memprotes langkah yang diambil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bondowoso. Padahal berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 34 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, Level 3, dan Level 2 Jawa-Bali, Kabupaten Bondowoso masuk level 3. Di level ini PTM di semua jenjang pendidikan diizinkan.

Salah seorang warga sekaligus wali murid di Bondowoso, Kevin, mengaku kecewa dengan kebijakan tersebut. Ia menilai Dikbud Bondowoso tak memikirkan kondisi siswa yang selama ini terlalu lama vakum di rumah. “Kan cuma sekian persen. Itu pun masuknya bergantian. Apa memang pemerintah tidak siap?” katanya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Setelah masuknya Kabupaten Bondowoso dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3, kegiatan belajar mengajar di sekolah mulai dilakukan dengan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Hal tersebut sudah mulai berlaku untuk jenjang SD hingga SMA. Kegiatan belajar mengajar itu kurang lebih sudah berjalan selama satu pekan terakhir. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan ketat ketika siswa ataupun guru berada di lingkungan sekolah, serta dengan persetujuan orang tua atau wali murid.

Namun, ternyata untuk jenjang PAUD dan TK masih belum boleh melakukan tatap muka. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bondowoso Sugiono Eksantoso mengatakan, kebijakan tidak dibolehkannya PTM bagi PAUD dan TK berdasarkan hasil evaluasi dari Satgas Covid-19 kabupaten. “Kita kan tak sendiri. Kebijakan saya ada Satgas Covid-19 di sana, ada polres dan BPBD. Ketika berjalan, ya, kami dipantau,” paparnya.

Menurutnya, hal itu untuk mengantisipasi adanya klaster baru. Mengingat, kebanyakan orang tua siswa TK dan PAUD yang menemani justru mengakibatkan kerumunan. Selain itu, tidak semua orang tua telah divaksin. Menurutnya, orang tua yang menunggu saat mengantarkan anaknya bergerombol dan belum vaksin. “Sehingga saran dari kapolres hentikan dulu. Sembari menunggu situasi level 3,” imbuhnya.

Pihaknya akan melaksanakan PTM di TK dan PAUD jika level PPKM lebih meningkat ke level 2. Selain itu, orang tua yang menunggu wajib menunjukkan kartu vaksin. “Tidak bergerombol, harus ditata tempatnya. Saya tidak ingin ada klaster baru karena PTM terbatas. Kami lebih eman pada anak-anak. Biar anak-anak sehat,” jelasnya.

Adanya kebijakan ini membuat sejumlah warga kecewa dan memprotes langkah yang diambil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bondowoso. Padahal berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 34 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, Level 3, dan Level 2 Jawa-Bali, Kabupaten Bondowoso masuk level 3. Di level ini PTM di semua jenjang pendidikan diizinkan.

Salah seorang warga sekaligus wali murid di Bondowoso, Kevin, mengaku kecewa dengan kebijakan tersebut. Ia menilai Dikbud Bondowoso tak memikirkan kondisi siswa yang selama ini terlalu lama vakum di rumah. “Kan cuma sekian persen. Itu pun masuknya bergantian. Apa memang pemerintah tidak siap?” katanya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Setelah masuknya Kabupaten Bondowoso dalam pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3, kegiatan belajar mengajar di sekolah mulai dilakukan dengan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Hal tersebut sudah mulai berlaku untuk jenjang SD hingga SMA. Kegiatan belajar mengajar itu kurang lebih sudah berjalan selama satu pekan terakhir. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan ketat ketika siswa ataupun guru berada di lingkungan sekolah, serta dengan persetujuan orang tua atau wali murid.

Namun, ternyata untuk jenjang PAUD dan TK masih belum boleh melakukan tatap muka. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bondowoso Sugiono Eksantoso mengatakan, kebijakan tidak dibolehkannya PTM bagi PAUD dan TK berdasarkan hasil evaluasi dari Satgas Covid-19 kabupaten. “Kita kan tak sendiri. Kebijakan saya ada Satgas Covid-19 di sana, ada polres dan BPBD. Ketika berjalan, ya, kami dipantau,” paparnya.

Menurutnya, hal itu untuk mengantisipasi adanya klaster baru. Mengingat, kebanyakan orang tua siswa TK dan PAUD yang menemani justru mengakibatkan kerumunan. Selain itu, tidak semua orang tua telah divaksin. Menurutnya, orang tua yang menunggu saat mengantarkan anaknya bergerombol dan belum vaksin. “Sehingga saran dari kapolres hentikan dulu. Sembari menunggu situasi level 3,” imbuhnya.

Pihaknya akan melaksanakan PTM di TK dan PAUD jika level PPKM lebih meningkat ke level 2. Selain itu, orang tua yang menunggu wajib menunjukkan kartu vaksin. “Tidak bergerombol, harus ditata tempatnya. Saya tidak ingin ada klaster baru karena PTM terbatas. Kami lebih eman pada anak-anak. Biar anak-anak sehat,” jelasnya.

Adanya kebijakan ini membuat sejumlah warga kecewa dan memprotes langkah yang diambil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bondowoso. Padahal berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 34 Tahun 2021 tentang PPKM Level 4, Level 3, dan Level 2 Jawa-Bali, Kabupaten Bondowoso masuk level 3. Di level ini PTM di semua jenjang pendidikan diizinkan.

Salah seorang warga sekaligus wali murid di Bondowoso, Kevin, mengaku kecewa dengan kebijakan tersebut. Ia menilai Dikbud Bondowoso tak memikirkan kondisi siswa yang selama ini terlalu lama vakum di rumah. “Kan cuma sekian persen. Itu pun masuknya bergantian. Apa memang pemerintah tidak siap?” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/