alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Tak Hanya Dilestarikan, tapi Juga Harus Punya Nilai Ekonomi

Mobile_AP_Rectangle 1

DABASAH, Radar Ijen – Sudah ada lima desa di Bondowoso yang dicanangkan sebagai desa budaya. Hal itu tentu tidak boleh berhenti pada proses pencanangan saja. Melainkan juga melakukan pembinaan setelahnya, sehingga dampak status tersebut dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Baik secara ekonomi, sosial, maupun lainnya.

BACA JUGA : Wahana Tong Edan di Jember Makan Korban, Tiga Penonton Terluka

Lima desa yang sudah dicanangkan di antaranya Desa Blimbing, Kecamatan Klabang; Desa Ramban Kulon, Kecamatan Cermee; Desa Banyuputih, Kecamatan Wringin; Desa Prajekan Lor, Kecamatan Prajekan. Serta terbaru Desa Sukosari Kidul di Kecamatan Sumberwringin. Dari lima desa itu, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso rutin memberikan pembinaan dari satu desa ke desa yang lain.

Mobile_AP_Rectangle 2

Gede Budiawan, Kabid Kebudayaan Disparbudpora Bondowoso, menyampaikan, karena anggaran yang diajukan untuk melakukan pembinaan dilakukan pada 2021, maka hanya empat desa saja yang dibina. Sementara itu, untuk Sukosari Kidul, karena baru ditetapkan pada 2022, belum mendapatkan pembinaan. “Kita mencari tahu dulu ke desa yang sudah dibentuk. Kegiatan (pembinaan, Red) apa sih yang mereka minta,” katanya.

- Advertisement -

DABASAH, Radar Ijen – Sudah ada lima desa di Bondowoso yang dicanangkan sebagai desa budaya. Hal itu tentu tidak boleh berhenti pada proses pencanangan saja. Melainkan juga melakukan pembinaan setelahnya, sehingga dampak status tersebut dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Baik secara ekonomi, sosial, maupun lainnya.

BACA JUGA : Wahana Tong Edan di Jember Makan Korban, Tiga Penonton Terluka

Lima desa yang sudah dicanangkan di antaranya Desa Blimbing, Kecamatan Klabang; Desa Ramban Kulon, Kecamatan Cermee; Desa Banyuputih, Kecamatan Wringin; Desa Prajekan Lor, Kecamatan Prajekan. Serta terbaru Desa Sukosari Kidul di Kecamatan Sumberwringin. Dari lima desa itu, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso rutin memberikan pembinaan dari satu desa ke desa yang lain.

Gede Budiawan, Kabid Kebudayaan Disparbudpora Bondowoso, menyampaikan, karena anggaran yang diajukan untuk melakukan pembinaan dilakukan pada 2021, maka hanya empat desa saja yang dibina. Sementara itu, untuk Sukosari Kidul, karena baru ditetapkan pada 2022, belum mendapatkan pembinaan. “Kita mencari tahu dulu ke desa yang sudah dibentuk. Kegiatan (pembinaan, Red) apa sih yang mereka minta,” katanya.

DABASAH, Radar Ijen – Sudah ada lima desa di Bondowoso yang dicanangkan sebagai desa budaya. Hal itu tentu tidak boleh berhenti pada proses pencanangan saja. Melainkan juga melakukan pembinaan setelahnya, sehingga dampak status tersebut dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Baik secara ekonomi, sosial, maupun lainnya.

BACA JUGA : Wahana Tong Edan di Jember Makan Korban, Tiga Penonton Terluka

Lima desa yang sudah dicanangkan di antaranya Desa Blimbing, Kecamatan Klabang; Desa Ramban Kulon, Kecamatan Cermee; Desa Banyuputih, Kecamatan Wringin; Desa Prajekan Lor, Kecamatan Prajekan. Serta terbaru Desa Sukosari Kidul di Kecamatan Sumberwringin. Dari lima desa itu, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso rutin memberikan pembinaan dari satu desa ke desa yang lain.

Gede Budiawan, Kabid Kebudayaan Disparbudpora Bondowoso, menyampaikan, karena anggaran yang diajukan untuk melakukan pembinaan dilakukan pada 2021, maka hanya empat desa saja yang dibina. Sementara itu, untuk Sukosari Kidul, karena baru ditetapkan pada 2022, belum mendapatkan pembinaan. “Kita mencari tahu dulu ke desa yang sudah dibentuk. Kegiatan (pembinaan, Red) apa sih yang mereka minta,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/