alexametrics
24.1 C
Jember
Tuesday, 16 August 2022

Wabup Ultimatum Kades Terkait Penanganan Covid-19

Jangan Tukar Simpati dengan Keselamatan Rakyat

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kepala desa (kades) memiliki peran penting dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 di tingkat desa. Selaku aparat desa, seharusnya mereka mengedukasi masyarakat terkait pentingnya protokol kesehatan (prokes). Serta upaya-upaya lain untuk pencegahan penularan virus tersebut. Selain itu, seharusnya juga mampu menghalau provokasi-provokasi yang terjadi di masyarakat. Misalnya penolakan jenazah Covid-19, perampasan, dan perusakan peti jenazah seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Bupati (Wabup) Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat ketika dikonfirmasi setelah ia memimpin video conference (vidcon) membahas sosialisasi pemulasaraan jenazah pasien Covid-19 bersama seluruh forum pimpinan kecamatan (forpimca) di Kabupaten Bondowoso, (22/7) kemarin.

Menurut Irwan, jika para kades menemukan ada warganya yang menyebarkan informasi tidak benar, hoax, atau menjadi provokator yang membahayakan orang lain, seperti merampas atau merusak peti jenazah serta abai dalam penerapan prokes. maka kades harus memberikan edukasi kepada mereka. Harapannya, masyarakat bisa menerima informasi yang benar, serta tetap tertib dalam melaksanakan prokes. “Jangan malah dikompori,” tegasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Selain itu, Irwan juga menyampaikan, jangan karena mendekati momen pemilihan kades (pilkades) serentak di Bondowoso, akhirnya para calon kades, baik petahana maupun yang baru mencalonkan, mendukung tindakan menyimpang masyarakat. Misalnya ikut tanda tangan dan sebagainya. Dengan tujuan mendapatkan simpati dari calon pemilihnya. “Jangan seperti itu. Ini demi keselamatan masyarakat, demi kesehatan keluarga mereka juga,” ungkapnya.

Jika masih memaksa melakukan hal-hal itu, menurutnya, aturannya sudah jelas. Bahkan bisa dilakukan suatu penindakan kepada kades yang kedapatan melakukan hal menyimpang itu. “Kalau sudah dilakukan penindakan semacam itu, kan kaitannya dengan pencalonan, SKCK, dan sebagainya. Ini supaya dipertimbangkan hal-hal semacam ini,” jelasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kepala desa (kades) memiliki peran penting dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 di tingkat desa. Selaku aparat desa, seharusnya mereka mengedukasi masyarakat terkait pentingnya protokol kesehatan (prokes). Serta upaya-upaya lain untuk pencegahan penularan virus tersebut. Selain itu, seharusnya juga mampu menghalau provokasi-provokasi yang terjadi di masyarakat. Misalnya penolakan jenazah Covid-19, perampasan, dan perusakan peti jenazah seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Bupati (Wabup) Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat ketika dikonfirmasi setelah ia memimpin video conference (vidcon) membahas sosialisasi pemulasaraan jenazah pasien Covid-19 bersama seluruh forum pimpinan kecamatan (forpimca) di Kabupaten Bondowoso, (22/7) kemarin.

Menurut Irwan, jika para kades menemukan ada warganya yang menyebarkan informasi tidak benar, hoax, atau menjadi provokator yang membahayakan orang lain, seperti merampas atau merusak peti jenazah serta abai dalam penerapan prokes. maka kades harus memberikan edukasi kepada mereka. Harapannya, masyarakat bisa menerima informasi yang benar, serta tetap tertib dalam melaksanakan prokes. “Jangan malah dikompori,” tegasnya.

Selain itu, Irwan juga menyampaikan, jangan karena mendekati momen pemilihan kades (pilkades) serentak di Bondowoso, akhirnya para calon kades, baik petahana maupun yang baru mencalonkan, mendukung tindakan menyimpang masyarakat. Misalnya ikut tanda tangan dan sebagainya. Dengan tujuan mendapatkan simpati dari calon pemilihnya. “Jangan seperti itu. Ini demi keselamatan masyarakat, demi kesehatan keluarga mereka juga,” ungkapnya.

Jika masih memaksa melakukan hal-hal itu, menurutnya, aturannya sudah jelas. Bahkan bisa dilakukan suatu penindakan kepada kades yang kedapatan melakukan hal menyimpang itu. “Kalau sudah dilakukan penindakan semacam itu, kan kaitannya dengan pencalonan, SKCK, dan sebagainya. Ini supaya dipertimbangkan hal-hal semacam ini,” jelasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kepala desa (kades) memiliki peran penting dalam upaya pencegahan penularan Covid-19 di tingkat desa. Selaku aparat desa, seharusnya mereka mengedukasi masyarakat terkait pentingnya protokol kesehatan (prokes). Serta upaya-upaya lain untuk pencegahan penularan virus tersebut. Selain itu, seharusnya juga mampu menghalau provokasi-provokasi yang terjadi di masyarakat. Misalnya penolakan jenazah Covid-19, perampasan, dan perusakan peti jenazah seperti yang terjadi beberapa waktu lalu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Wakil Bupati (Wabup) Bondowoso Irwan Bachtiar Rahmat ketika dikonfirmasi setelah ia memimpin video conference (vidcon) membahas sosialisasi pemulasaraan jenazah pasien Covid-19 bersama seluruh forum pimpinan kecamatan (forpimca) di Kabupaten Bondowoso, (22/7) kemarin.

Menurut Irwan, jika para kades menemukan ada warganya yang menyebarkan informasi tidak benar, hoax, atau menjadi provokator yang membahayakan orang lain, seperti merampas atau merusak peti jenazah serta abai dalam penerapan prokes. maka kades harus memberikan edukasi kepada mereka. Harapannya, masyarakat bisa menerima informasi yang benar, serta tetap tertib dalam melaksanakan prokes. “Jangan malah dikompori,” tegasnya.

Selain itu, Irwan juga menyampaikan, jangan karena mendekati momen pemilihan kades (pilkades) serentak di Bondowoso, akhirnya para calon kades, baik petahana maupun yang baru mencalonkan, mendukung tindakan menyimpang masyarakat. Misalnya ikut tanda tangan dan sebagainya. Dengan tujuan mendapatkan simpati dari calon pemilihnya. “Jangan seperti itu. Ini demi keselamatan masyarakat, demi kesehatan keluarga mereka juga,” ungkapnya.

Jika masih memaksa melakukan hal-hal itu, menurutnya, aturannya sudah jelas. Bahkan bisa dilakukan suatu penindakan kepada kades yang kedapatan melakukan hal menyimpang itu. “Kalau sudah dilakukan penindakan semacam itu, kan kaitannya dengan pencalonan, SKCK, dan sebagainya. Ini supaya dipertimbangkan hal-hal semacam ini,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/