alexametrics
30.5 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Siapkan Tim Relawan Pemulasaraan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Menindaklanjuti keresahan di mata masyarakat, beberapa hari lalu Forkopimda dan Forpimcam Bondowoso menggelar rapat kerja. Beberapa poin disampaikan dalam raker tersebut. Di antaranya, jenazah Covid-19 tidak wajib dimakamkan atau dipulasara menggunakan peti jenazah.

Apabila keluarga tak menghendaki, dapat digantikan menggunakan kantong jenazah. Namun, jenazah tetap dibungkus dengan kain kafan serta ditutup plastik. Sebab, sesuai SOP yang berlaku, jenazah dibungkus plastik guna memastikan agar tidak tembus dan memastikan tidak ada kebocoran cairan tubuh yang dapat mencemari bagian luar kantong jenazah. “Prosedur itu dilakukan semata-mata ingin melindungi masyarakat dari penyebaran Covid-19,” ucap Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bondowoso Mohammad Imron.

Di sisi lain, pihak kecamatan juga sudah bergegas menyiapkan segala persiapan yang menjadi poin raker kemarin. Mulai dari membentuk tim relawan untuk membantu petugas pemulasaraan dari BPBD dan kepolisian, hingga menyiapkan segala kebutuhan pasien isoman (isolasi mandiri) di tingkat desa ataupun kecamatan. “Kami sudah membentuk relawan satgas kecamatan. Selain itu, kami juga akan menyiapkan lokasi isoman terpusat,” kata Camat Tamanan Mahfud Junaidi.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kecamatan Curahdami pun sudah mulai mengumpulkan tim relawan. Jumat (23/7) lalu, total ada 10 orang relawan yang sudah bersiap membantu tim satgas kecamatan. “Sudah kami kumpulkan tim relawan ini yang berasal dari para pemuda dan dibantu oleh anggota satgas kecamatan. Nantinya mereka akan mendapat arahan dan pelatihan lebih lanjut dari BPBD atau pihak terkait untuk lebih sigap,” beber Camat Curahdami Dodik Siregar.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Menindaklanjuti keresahan di mata masyarakat, beberapa hari lalu Forkopimda dan Forpimcam Bondowoso menggelar rapat kerja. Beberapa poin disampaikan dalam raker tersebut. Di antaranya, jenazah Covid-19 tidak wajib dimakamkan atau dipulasara menggunakan peti jenazah.

Apabila keluarga tak menghendaki, dapat digantikan menggunakan kantong jenazah. Namun, jenazah tetap dibungkus dengan kain kafan serta ditutup plastik. Sebab, sesuai SOP yang berlaku, jenazah dibungkus plastik guna memastikan agar tidak tembus dan memastikan tidak ada kebocoran cairan tubuh yang dapat mencemari bagian luar kantong jenazah. “Prosedur itu dilakukan semata-mata ingin melindungi masyarakat dari penyebaran Covid-19,” ucap Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bondowoso Mohammad Imron.

Di sisi lain, pihak kecamatan juga sudah bergegas menyiapkan segala persiapan yang menjadi poin raker kemarin. Mulai dari membentuk tim relawan untuk membantu petugas pemulasaraan dari BPBD dan kepolisian, hingga menyiapkan segala kebutuhan pasien isoman (isolasi mandiri) di tingkat desa ataupun kecamatan. “Kami sudah membentuk relawan satgas kecamatan. Selain itu, kami juga akan menyiapkan lokasi isoman terpusat,” kata Camat Tamanan Mahfud Junaidi.

Kecamatan Curahdami pun sudah mulai mengumpulkan tim relawan. Jumat (23/7) lalu, total ada 10 orang relawan yang sudah bersiap membantu tim satgas kecamatan. “Sudah kami kumpulkan tim relawan ini yang berasal dari para pemuda dan dibantu oleh anggota satgas kecamatan. Nantinya mereka akan mendapat arahan dan pelatihan lebih lanjut dari BPBD atau pihak terkait untuk lebih sigap,” beber Camat Curahdami Dodik Siregar.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Menindaklanjuti keresahan di mata masyarakat, beberapa hari lalu Forkopimda dan Forpimcam Bondowoso menggelar rapat kerja. Beberapa poin disampaikan dalam raker tersebut. Di antaranya, jenazah Covid-19 tidak wajib dimakamkan atau dipulasara menggunakan peti jenazah.

Apabila keluarga tak menghendaki, dapat digantikan menggunakan kantong jenazah. Namun, jenazah tetap dibungkus dengan kain kafan serta ditutup plastik. Sebab, sesuai SOP yang berlaku, jenazah dibungkus plastik guna memastikan agar tidak tembus dan memastikan tidak ada kebocoran cairan tubuh yang dapat mencemari bagian luar kantong jenazah. “Prosedur itu dilakukan semata-mata ingin melindungi masyarakat dari penyebaran Covid-19,” ucap Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bondowoso Mohammad Imron.

Di sisi lain, pihak kecamatan juga sudah bergegas menyiapkan segala persiapan yang menjadi poin raker kemarin. Mulai dari membentuk tim relawan untuk membantu petugas pemulasaraan dari BPBD dan kepolisian, hingga menyiapkan segala kebutuhan pasien isoman (isolasi mandiri) di tingkat desa ataupun kecamatan. “Kami sudah membentuk relawan satgas kecamatan. Selain itu, kami juga akan menyiapkan lokasi isoman terpusat,” kata Camat Tamanan Mahfud Junaidi.

Kecamatan Curahdami pun sudah mulai mengumpulkan tim relawan. Jumat (23/7) lalu, total ada 10 orang relawan yang sudah bersiap membantu tim satgas kecamatan. “Sudah kami kumpulkan tim relawan ini yang berasal dari para pemuda dan dibantu oleh anggota satgas kecamatan. Nantinya mereka akan mendapat arahan dan pelatihan lebih lanjut dari BPBD atau pihak terkait untuk lebih sigap,” beber Camat Curahdami Dodik Siregar.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/