alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 14 August 2022

Buku Elektronik Perpusda Kurang Diminati

Mobile_AP_Rectangle 1

BADEAN, RADARJEMBER.ID – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bondowoso telah memiliki buku elektronik yang bisa dipinjam oleh siapa pun. Buku-buku tersebut ada dalam sebuah aplikasi Elektronik Bendebesah Catalog (e-Beca). Aplikasi itu bisa diunduh gratis di Playstore. Walau demikian, ternyata platform buku elektronik itu masih sangat minim peminatnya. Artinya, masyarakat lebih suka membaca atau meminjam koleksi buku yang ada di perpustakaan daerah (perpusda).

Kabid Perpustakaan Achmad Syaihu mengatakan, e-Beca sudah mulai ada sejak 2019 lalu. Saat ini kurang lebih sudah ada 778 judul buku serta lebih 841 eksemplar e-book. “Itu kan dimungkinkan dalam satu judul ada dua eksemplar buku. Misalnya seri satu dan dua. Begitu,” jelasnya.

Syaihu menyampaikan, pihaknya pernah menanyakan kepada beberapa pembaca, ternyata hasilnya masih kurang diminati. Pihaknya tidak memastikan apa saja faktor yang membuat e-Beca kurang diminati masyarakat. Kendati begitu, pihaknya tetap menyediakan dan akan terus mengembangkan koleksi buku di dalamnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Harapannya, hal itu bisa memenuhi kebutuhan bahan bacaan masyarakat. Apalagi, saat ini perpusda sering tutup akibat kebijakan pemerintah seperti PPKM dan sebagainya. Hal tersebut membuat perpusda tidak melayani peminjaman koleksi buku secara langsung. “Jadi, masyarakat bisa baca atau pinjam. Kalau baca, setelah baca otomatis kembali lagi ke koleksi e-Beca. Kalau pinjam dikasih waktu kurang lebih dua hari,” imbuhnya.

Diterangkan, sebenarnya e-Beca merupakan buku elektronik yang bisa diakses oleh siapa pun. Artinya, meski bukan masyarakat Bondowoso asli, mereka masih tetap bisa menggunakan aplikasi itu. Sama halnya seperti penyedia buku elektronik lainnya, seperti iPusnas dan sebagainya. “Sudah eranya seperti ini. Tapi, peminatnya masih kurang,” ujarnya.

- Advertisement -

BADEAN, RADARJEMBER.ID – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bondowoso telah memiliki buku elektronik yang bisa dipinjam oleh siapa pun. Buku-buku tersebut ada dalam sebuah aplikasi Elektronik Bendebesah Catalog (e-Beca). Aplikasi itu bisa diunduh gratis di Playstore. Walau demikian, ternyata platform buku elektronik itu masih sangat minim peminatnya. Artinya, masyarakat lebih suka membaca atau meminjam koleksi buku yang ada di perpustakaan daerah (perpusda).

Kabid Perpustakaan Achmad Syaihu mengatakan, e-Beca sudah mulai ada sejak 2019 lalu. Saat ini kurang lebih sudah ada 778 judul buku serta lebih 841 eksemplar e-book. “Itu kan dimungkinkan dalam satu judul ada dua eksemplar buku. Misalnya seri satu dan dua. Begitu,” jelasnya.

Syaihu menyampaikan, pihaknya pernah menanyakan kepada beberapa pembaca, ternyata hasilnya masih kurang diminati. Pihaknya tidak memastikan apa saja faktor yang membuat e-Beca kurang diminati masyarakat. Kendati begitu, pihaknya tetap menyediakan dan akan terus mengembangkan koleksi buku di dalamnya.

Harapannya, hal itu bisa memenuhi kebutuhan bahan bacaan masyarakat. Apalagi, saat ini perpusda sering tutup akibat kebijakan pemerintah seperti PPKM dan sebagainya. Hal tersebut membuat perpusda tidak melayani peminjaman koleksi buku secara langsung. “Jadi, masyarakat bisa baca atau pinjam. Kalau baca, setelah baca otomatis kembali lagi ke koleksi e-Beca. Kalau pinjam dikasih waktu kurang lebih dua hari,” imbuhnya.

Diterangkan, sebenarnya e-Beca merupakan buku elektronik yang bisa diakses oleh siapa pun. Artinya, meski bukan masyarakat Bondowoso asli, mereka masih tetap bisa menggunakan aplikasi itu. Sama halnya seperti penyedia buku elektronik lainnya, seperti iPusnas dan sebagainya. “Sudah eranya seperti ini. Tapi, peminatnya masih kurang,” ujarnya.

BADEAN, RADARJEMBER.ID – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bondowoso telah memiliki buku elektronik yang bisa dipinjam oleh siapa pun. Buku-buku tersebut ada dalam sebuah aplikasi Elektronik Bendebesah Catalog (e-Beca). Aplikasi itu bisa diunduh gratis di Playstore. Walau demikian, ternyata platform buku elektronik itu masih sangat minim peminatnya. Artinya, masyarakat lebih suka membaca atau meminjam koleksi buku yang ada di perpustakaan daerah (perpusda).

Kabid Perpustakaan Achmad Syaihu mengatakan, e-Beca sudah mulai ada sejak 2019 lalu. Saat ini kurang lebih sudah ada 778 judul buku serta lebih 841 eksemplar e-book. “Itu kan dimungkinkan dalam satu judul ada dua eksemplar buku. Misalnya seri satu dan dua. Begitu,” jelasnya.

Syaihu menyampaikan, pihaknya pernah menanyakan kepada beberapa pembaca, ternyata hasilnya masih kurang diminati. Pihaknya tidak memastikan apa saja faktor yang membuat e-Beca kurang diminati masyarakat. Kendati begitu, pihaknya tetap menyediakan dan akan terus mengembangkan koleksi buku di dalamnya.

Harapannya, hal itu bisa memenuhi kebutuhan bahan bacaan masyarakat. Apalagi, saat ini perpusda sering tutup akibat kebijakan pemerintah seperti PPKM dan sebagainya. Hal tersebut membuat perpusda tidak melayani peminjaman koleksi buku secara langsung. “Jadi, masyarakat bisa baca atau pinjam. Kalau baca, setelah baca otomatis kembali lagi ke koleksi e-Beca. Kalau pinjam dikasih waktu kurang lebih dua hari,” imbuhnya.

Diterangkan, sebenarnya e-Beca merupakan buku elektronik yang bisa diakses oleh siapa pun. Artinya, meski bukan masyarakat Bondowoso asli, mereka masih tetap bisa menggunakan aplikasi itu. Sama halnya seperti penyedia buku elektronik lainnya, seperti iPusnas dan sebagainya. “Sudah eranya seperti ini. Tapi, peminatnya masih kurang,” ujarnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/