alexametrics
24.3 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Tak Ada yang Gunakan Hak di Masa Sanggah

Sudah Beri Masa Sanggah, Tak Ada Aduan

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tim panitia seleksi (Pansel) terbuka JPT pratama atau open bidding untuk 14 organisasi perangkat daerah (OPD) menepis adanya isu miring. Tim pansel yang diketuai Soekaryo, ketua pansel sekaligus Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso mengklaim bahwa proses seleksi terbuka sudah sesuai dengan prosedur, regulasi, dan tahapan yang ada.

“Sebagai bentuk kehati-hatian dan upaya meminimalisir potensi kekeliruan panitia seleksi sudah berkonsultasi ke pihak yang berkompeten dan berwenang dalam pengawasan pengisian jabatan tinggi dalam setiap tahapan,” ujar Soekaryo.

Dia menambahkan, tim pansel juga memberikan masa sanggah kepada seluruh peserta. Apabila ada di antara mereka yang tak puas. Atau ingin memberikan masukan, saran, bahkan laporan dugaan kecurangan. Adapun masa sanggah itu diberikan dalam dua sesi. Yakni, pada 16 – 18 April lalu untuk hasil seleksi administrasi. Serta, pada 23 – 24 Juni kemarin untuk tahapan masa sanggah pengumuman hasil akhir.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA : Dua Pegawai Keluar, Sembilan Masuk

“Sampai batas akhir masa sanggah yang sudah ditentukan, tidak terdapat laporan atau sanggahan dari pihak manapun melalui kanal yang sudah disediakan,” imbuhnya.

Di sisi lain, Soekaryo pun mengutarakan bahwa sebelumnya ada pemberitaan yang tendensius dan tak bisa dipertanggungjawabkan. Menyudutkan dan menuding adanya permainan di dalam tim pansel.

“Munculnya pemberitaan negatif terhadap kegiatan Panitia Seleksi disebabkan karena perbedaan pemahaman terhadap implementasi regulasi terkait yang tidak terkonfirmasi secara komprehensif sehingga memunculkan perbedaan penafsiran dan narasi yang bisa serta subjektif,” jelasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tim panitia seleksi (Pansel) terbuka JPT pratama atau open bidding untuk 14 organisasi perangkat daerah (OPD) menepis adanya isu miring. Tim pansel yang diketuai Soekaryo, ketua pansel sekaligus Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso mengklaim bahwa proses seleksi terbuka sudah sesuai dengan prosedur, regulasi, dan tahapan yang ada.

“Sebagai bentuk kehati-hatian dan upaya meminimalisir potensi kekeliruan panitia seleksi sudah berkonsultasi ke pihak yang berkompeten dan berwenang dalam pengawasan pengisian jabatan tinggi dalam setiap tahapan,” ujar Soekaryo.

Dia menambahkan, tim pansel juga memberikan masa sanggah kepada seluruh peserta. Apabila ada di antara mereka yang tak puas. Atau ingin memberikan masukan, saran, bahkan laporan dugaan kecurangan. Adapun masa sanggah itu diberikan dalam dua sesi. Yakni, pada 16 – 18 April lalu untuk hasil seleksi administrasi. Serta, pada 23 – 24 Juni kemarin untuk tahapan masa sanggah pengumuman hasil akhir.

BACA JUGA : Dua Pegawai Keluar, Sembilan Masuk

“Sampai batas akhir masa sanggah yang sudah ditentukan, tidak terdapat laporan atau sanggahan dari pihak manapun melalui kanal yang sudah disediakan,” imbuhnya.

Di sisi lain, Soekaryo pun mengutarakan bahwa sebelumnya ada pemberitaan yang tendensius dan tak bisa dipertanggungjawabkan. Menyudutkan dan menuding adanya permainan di dalam tim pansel.

“Munculnya pemberitaan negatif terhadap kegiatan Panitia Seleksi disebabkan karena perbedaan pemahaman terhadap implementasi regulasi terkait yang tidak terkonfirmasi secara komprehensif sehingga memunculkan perbedaan penafsiran dan narasi yang bisa serta subjektif,” jelasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Tim panitia seleksi (Pansel) terbuka JPT pratama atau open bidding untuk 14 organisasi perangkat daerah (OPD) menepis adanya isu miring. Tim pansel yang diketuai Soekaryo, ketua pansel sekaligus Pj Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso mengklaim bahwa proses seleksi terbuka sudah sesuai dengan prosedur, regulasi, dan tahapan yang ada.

“Sebagai bentuk kehati-hatian dan upaya meminimalisir potensi kekeliruan panitia seleksi sudah berkonsultasi ke pihak yang berkompeten dan berwenang dalam pengawasan pengisian jabatan tinggi dalam setiap tahapan,” ujar Soekaryo.

Dia menambahkan, tim pansel juga memberikan masa sanggah kepada seluruh peserta. Apabila ada di antara mereka yang tak puas. Atau ingin memberikan masukan, saran, bahkan laporan dugaan kecurangan. Adapun masa sanggah itu diberikan dalam dua sesi. Yakni, pada 16 – 18 April lalu untuk hasil seleksi administrasi. Serta, pada 23 – 24 Juni kemarin untuk tahapan masa sanggah pengumuman hasil akhir.

BACA JUGA : Dua Pegawai Keluar, Sembilan Masuk

“Sampai batas akhir masa sanggah yang sudah ditentukan, tidak terdapat laporan atau sanggahan dari pihak manapun melalui kanal yang sudah disediakan,” imbuhnya.

Di sisi lain, Soekaryo pun mengutarakan bahwa sebelumnya ada pemberitaan yang tendensius dan tak bisa dipertanggungjawabkan. Menyudutkan dan menuding adanya permainan di dalam tim pansel.

“Munculnya pemberitaan negatif terhadap kegiatan Panitia Seleksi disebabkan karena perbedaan pemahaman terhadap implementasi regulasi terkait yang tidak terkonfirmasi secara komprehensif sehingga memunculkan perbedaan penafsiran dan narasi yang bisa serta subjektif,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/