alexametrics
23.6 C
Jember
Saturday, 25 June 2022

Bikinkan Rumah Tiga Anaknya dari Keuntungan Genteng

Hasil tidak akan pernah menghianati usaha. Kata pepatah ini cocok disematkan pada Hadi. Seorang pengusaha genteng di Desa Koncer, Kecamatan Tenggarang, Bondowoso. Berkat ketekunannya, dia kini sukses dari usaha tanah liat..

Mobile_AP_Rectangle 1

Setelah usahanya dimulai, dia mulai kedatangan banyak pelanggan. Setahun berjalan, Hadi membuat rumah sendiri. Tak lain dari hasil usahanya. “Soalnya, saya ingin mandiri dari segi tempat. Akhirnya, saya bikin rumah di sebelah ini,” ungkap pria yang sudah memiliki tiga orang anak itu sembari menunjukan rumah yang dibuatnya dan sudah diserahkan ke anak pertamanya.

Usahanya terus mengalami perkembangan, sehingga beberapa tahun kemudian, dia kembali membuat rumah yang disiapkan untuk anak keduanya. Rumah itu dibuat murni hasil dari penjualan genteng. Karena memiliki tiga anak, dia juga membuat rumah untuk anak ketiganya. Saat ini, rumah tersebut juga menjadi tempat tinggalnya.

Hadi mengaku tidak penah merasa khawatir gentengnya tidak laku. Sebab, dia masih memegang teguh prinsip yang diberikan oleh almarhum ibunya. “Kata ibu, jangan pernah khawatir kepada rezeki karena sudah ada yang ngatur. Yang penting itu berusaha dan berdoa. Asal uang maka akan jadi uang. Kan modal pertamanya uang, jadi hasilnya juga akan uang,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dengan usaha yang ditekuninya itu, selain bisa merubah hidupnya, ternyata juga berhasil membuka lapangan pekerjaan bagi warga di sekitarnya. Saat ini, sudah ada enam orang yang menjadi pekerja. Setiap hari, aktifitas produksi terlihat di sini. Genteng yang diproduksi beragam dan memiliki nama masing-masing. Harganya tentu beragam sesuai dengan kualitas dan ketebalan genteng.

 

 

Jurnalis : mg3
Fotografer : mg3
Redaktur : Solikhul Huda

 

- Advertisement -

Setelah usahanya dimulai, dia mulai kedatangan banyak pelanggan. Setahun berjalan, Hadi membuat rumah sendiri. Tak lain dari hasil usahanya. “Soalnya, saya ingin mandiri dari segi tempat. Akhirnya, saya bikin rumah di sebelah ini,” ungkap pria yang sudah memiliki tiga orang anak itu sembari menunjukan rumah yang dibuatnya dan sudah diserahkan ke anak pertamanya.

Usahanya terus mengalami perkembangan, sehingga beberapa tahun kemudian, dia kembali membuat rumah yang disiapkan untuk anak keduanya. Rumah itu dibuat murni hasil dari penjualan genteng. Karena memiliki tiga anak, dia juga membuat rumah untuk anak ketiganya. Saat ini, rumah tersebut juga menjadi tempat tinggalnya.

Hadi mengaku tidak penah merasa khawatir gentengnya tidak laku. Sebab, dia masih memegang teguh prinsip yang diberikan oleh almarhum ibunya. “Kata ibu, jangan pernah khawatir kepada rezeki karena sudah ada yang ngatur. Yang penting itu berusaha dan berdoa. Asal uang maka akan jadi uang. Kan modal pertamanya uang, jadi hasilnya juga akan uang,” ujarnya.

Dengan usaha yang ditekuninya itu, selain bisa merubah hidupnya, ternyata juga berhasil membuka lapangan pekerjaan bagi warga di sekitarnya. Saat ini, sudah ada enam orang yang menjadi pekerja. Setiap hari, aktifitas produksi terlihat di sini. Genteng yang diproduksi beragam dan memiliki nama masing-masing. Harganya tentu beragam sesuai dengan kualitas dan ketebalan genteng.

 

 

Jurnalis : mg3
Fotografer : mg3
Redaktur : Solikhul Huda

 

Setelah usahanya dimulai, dia mulai kedatangan banyak pelanggan. Setahun berjalan, Hadi membuat rumah sendiri. Tak lain dari hasil usahanya. “Soalnya, saya ingin mandiri dari segi tempat. Akhirnya, saya bikin rumah di sebelah ini,” ungkap pria yang sudah memiliki tiga orang anak itu sembari menunjukan rumah yang dibuatnya dan sudah diserahkan ke anak pertamanya.

Usahanya terus mengalami perkembangan, sehingga beberapa tahun kemudian, dia kembali membuat rumah yang disiapkan untuk anak keduanya. Rumah itu dibuat murni hasil dari penjualan genteng. Karena memiliki tiga anak, dia juga membuat rumah untuk anak ketiganya. Saat ini, rumah tersebut juga menjadi tempat tinggalnya.

Hadi mengaku tidak penah merasa khawatir gentengnya tidak laku. Sebab, dia masih memegang teguh prinsip yang diberikan oleh almarhum ibunya. “Kata ibu, jangan pernah khawatir kepada rezeki karena sudah ada yang ngatur. Yang penting itu berusaha dan berdoa. Asal uang maka akan jadi uang. Kan modal pertamanya uang, jadi hasilnya juga akan uang,” ujarnya.

Dengan usaha yang ditekuninya itu, selain bisa merubah hidupnya, ternyata juga berhasil membuka lapangan pekerjaan bagi warga di sekitarnya. Saat ini, sudah ada enam orang yang menjadi pekerja. Setiap hari, aktifitas produksi terlihat di sini. Genteng yang diproduksi beragam dan memiliki nama masing-masing. Harganya tentu beragam sesuai dengan kualitas dan ketebalan genteng.

 

 

Jurnalis : mg3
Fotografer : mg3
Redaktur : Solikhul Huda

 

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/