alexametrics
31.6 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Bikinkan Rumah Tiga Anaknya dari Keuntungan Genteng

Hasil tidak akan pernah menghianati usaha. Kata pepatah ini cocok disematkan pada Hadi. Seorang pengusaha genteng di Desa Koncer, Kecamatan Tenggarang, Bondowoso. Berkat ketekunannya, dia kini sukses dari usaha tanah liat..

Mobile_AP_Rectangle 1

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Terik matahari siang itu cukup membuat Hadi kepanasan. Namun, bagi pengusaha genteng, rasa panas merupakan berkah. Sebab, ketika panas, genteng yang sudah dicetak bisa kering.

Hadi saat itu tengah menata genteng cetakan untuk dikeringkan. Ratusan genteng dijajar rapi agar pengeringan bisa maksimal. Para pekerja juga terlihat sangat sibuk. Ada yang mencetak genteng, ada yang menjemur, ada juga yang membakar, hingga merapikan genteng yang sudah melewati proses pembakaran.

Suasana tersebut tergambar di tempat Hadi, salah satu pengusaha genteng di Desa Koncer, Kecamatan Tenggarang, Bondowoso. Di tempat itu, rata-rata penduduknya adalah pengusaha genteng. Hal tersebut bisa dilihat dari nama dusun di desa itu yang sering disebut dengan Koncer Gentengan.

Mobile_AP_Rectangle 2

BACA JUGA : Wadah Bertemunya Hobi dan Bisnis

Di sepanjang jalan menuju tempat produksi milik Hadi alias Pak Lia itu, berjejer ratusan genteng di pinggir jalan.

Pak Lia sudah menggeluti usahanya sejak 1990 lalu. Sampai saat ini, kurang lebih sudah berjalan selama 22 tahun. Sebelum memulai usahanya, dia mengaku masih tinggal bersama mertuanya.

Saat itu, dia tekun memulai usahanya sebagai pengrajin genteng. Meneruskan usaha turun-temurun dari kakek buyutnya yang bernama Tohiran.

Menurut dia, buyutnya merupakan orang yang merintis berdirinya industri genteng di desa itu. Hingga saat ini, banyak dikenal masyarakat. Karena kualitas genteng yang dijual bagus, harganya juga terjangkau. “Kalau kata orang-orang, buyut saya adalah orang pertama yang membabat industri genteng di sini,” ungkapnya.

- Advertisement -

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Terik matahari siang itu cukup membuat Hadi kepanasan. Namun, bagi pengusaha genteng, rasa panas merupakan berkah. Sebab, ketika panas, genteng yang sudah dicetak bisa kering.

Hadi saat itu tengah menata genteng cetakan untuk dikeringkan. Ratusan genteng dijajar rapi agar pengeringan bisa maksimal. Para pekerja juga terlihat sangat sibuk. Ada yang mencetak genteng, ada yang menjemur, ada juga yang membakar, hingga merapikan genteng yang sudah melewati proses pembakaran.

Suasana tersebut tergambar di tempat Hadi, salah satu pengusaha genteng di Desa Koncer, Kecamatan Tenggarang, Bondowoso. Di tempat itu, rata-rata penduduknya adalah pengusaha genteng. Hal tersebut bisa dilihat dari nama dusun di desa itu yang sering disebut dengan Koncer Gentengan.

BACA JUGA : Wadah Bertemunya Hobi dan Bisnis

Di sepanjang jalan menuju tempat produksi milik Hadi alias Pak Lia itu, berjejer ratusan genteng di pinggir jalan.

Pak Lia sudah menggeluti usahanya sejak 1990 lalu. Sampai saat ini, kurang lebih sudah berjalan selama 22 tahun. Sebelum memulai usahanya, dia mengaku masih tinggal bersama mertuanya.

Saat itu, dia tekun memulai usahanya sebagai pengrajin genteng. Meneruskan usaha turun-temurun dari kakek buyutnya yang bernama Tohiran.

Menurut dia, buyutnya merupakan orang yang merintis berdirinya industri genteng di desa itu. Hingga saat ini, banyak dikenal masyarakat. Karena kualitas genteng yang dijual bagus, harganya juga terjangkau. “Kalau kata orang-orang, buyut saya adalah orang pertama yang membabat industri genteng di sini,” ungkapnya.

JEMBER, RADARJEMBER.ID – Terik matahari siang itu cukup membuat Hadi kepanasan. Namun, bagi pengusaha genteng, rasa panas merupakan berkah. Sebab, ketika panas, genteng yang sudah dicetak bisa kering.

Hadi saat itu tengah menata genteng cetakan untuk dikeringkan. Ratusan genteng dijajar rapi agar pengeringan bisa maksimal. Para pekerja juga terlihat sangat sibuk. Ada yang mencetak genteng, ada yang menjemur, ada juga yang membakar, hingga merapikan genteng yang sudah melewati proses pembakaran.

Suasana tersebut tergambar di tempat Hadi, salah satu pengusaha genteng di Desa Koncer, Kecamatan Tenggarang, Bondowoso. Di tempat itu, rata-rata penduduknya adalah pengusaha genteng. Hal tersebut bisa dilihat dari nama dusun di desa itu yang sering disebut dengan Koncer Gentengan.

BACA JUGA : Wadah Bertemunya Hobi dan Bisnis

Di sepanjang jalan menuju tempat produksi milik Hadi alias Pak Lia itu, berjejer ratusan genteng di pinggir jalan.

Pak Lia sudah menggeluti usahanya sejak 1990 lalu. Sampai saat ini, kurang lebih sudah berjalan selama 22 tahun. Sebelum memulai usahanya, dia mengaku masih tinggal bersama mertuanya.

Saat itu, dia tekun memulai usahanya sebagai pengrajin genteng. Meneruskan usaha turun-temurun dari kakek buyutnya yang bernama Tohiran.

Menurut dia, buyutnya merupakan orang yang merintis berdirinya industri genteng di desa itu. Hingga saat ini, banyak dikenal masyarakat. Karena kualitas genteng yang dijual bagus, harganya juga terjangkau. “Kalau kata orang-orang, buyut saya adalah orang pertama yang membabat industri genteng di sini,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/