alexametrics
22 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Korban Laka Ijen Tak Dapat Bantuan

Laka Maut Ijen Sisakan Trauma, Korban Selamat Alami Gangguan Syaraf

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kecelakaan tunggal di Jalan Raya Ijen yang menewaskan 7 penumpang, akhir Maret 2022 lalu, menyisakan trauma mendalam. Pasalnya, selain tragedi tersebut merenggut nyawa, para buruh tani kentang yang juga korban selamat enggan untuk bekerja ke wilayah Ijen lagi. Bahkan, terdapat korban selamat yang kini mengalami gangguan syaraf.

Warga Petung Protes Bau Busuk Kandang Ayam

Tak tanggung, gangguan syaraf yang dialaminya saat ini berpengaruh pada cara bicaranya. Hal tersebut dialami oleh Nima. Dia adalah korban yang masih selamat dari tragedi kecelakaan tunggal tersebut. “Saya luka di bagian rusuk dan paha,” ujarnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Hal yang sama juga dialami oleh Nur Ila, korban selamat yang juga akhirnya menjadi janda karena suaminya meninggal. Dia bercerita kronologi kejadian kecelakaan tunggal pikap yang dikemudikan Surahman itu. Kendati cara bicaranya sudah berantakan dan sulit dimengerti bagi orang yang baru mengenalnya. Meski dirinya selamat, tetapi suaminya, Suri, meregang nyawa dalam peristiwa tersebut. “Saya baru menikah 3 tahun dengan almarhum dan belum dikaruniai anak. Tapi, saya menerima, karena ini sudah takdir,” tutur perempuan 24 tahun itu. Dirinya mengungkapkan, upah kerja yang ia terima sebagai buruh tani kentang di Watucapil, Kecamatan Ijen, itu sebesar Rp 40 ribu per hari.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kecelakaan tunggal di Jalan Raya Ijen yang menewaskan 7 penumpang, akhir Maret 2022 lalu, menyisakan trauma mendalam. Pasalnya, selain tragedi tersebut merenggut nyawa, para buruh tani kentang yang juga korban selamat enggan untuk bekerja ke wilayah Ijen lagi. Bahkan, terdapat korban selamat yang kini mengalami gangguan syaraf.

Warga Petung Protes Bau Busuk Kandang Ayam

Tak tanggung, gangguan syaraf yang dialaminya saat ini berpengaruh pada cara bicaranya. Hal tersebut dialami oleh Nima. Dia adalah korban yang masih selamat dari tragedi kecelakaan tunggal tersebut. “Saya luka di bagian rusuk dan paha,” ujarnya.

Hal yang sama juga dialami oleh Nur Ila, korban selamat yang juga akhirnya menjadi janda karena suaminya meninggal. Dia bercerita kronologi kejadian kecelakaan tunggal pikap yang dikemudikan Surahman itu. Kendati cara bicaranya sudah berantakan dan sulit dimengerti bagi orang yang baru mengenalnya. Meski dirinya selamat, tetapi suaminya, Suri, meregang nyawa dalam peristiwa tersebut. “Saya baru menikah 3 tahun dengan almarhum dan belum dikaruniai anak. Tapi, saya menerima, karena ini sudah takdir,” tutur perempuan 24 tahun itu. Dirinya mengungkapkan, upah kerja yang ia terima sebagai buruh tani kentang di Watucapil, Kecamatan Ijen, itu sebesar Rp 40 ribu per hari.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kecelakaan tunggal di Jalan Raya Ijen yang menewaskan 7 penumpang, akhir Maret 2022 lalu, menyisakan trauma mendalam. Pasalnya, selain tragedi tersebut merenggut nyawa, para buruh tani kentang yang juga korban selamat enggan untuk bekerja ke wilayah Ijen lagi. Bahkan, terdapat korban selamat yang kini mengalami gangguan syaraf.

Warga Petung Protes Bau Busuk Kandang Ayam

Tak tanggung, gangguan syaraf yang dialaminya saat ini berpengaruh pada cara bicaranya. Hal tersebut dialami oleh Nima. Dia adalah korban yang masih selamat dari tragedi kecelakaan tunggal tersebut. “Saya luka di bagian rusuk dan paha,” ujarnya.

Hal yang sama juga dialami oleh Nur Ila, korban selamat yang juga akhirnya menjadi janda karena suaminya meninggal. Dia bercerita kronologi kejadian kecelakaan tunggal pikap yang dikemudikan Surahman itu. Kendati cara bicaranya sudah berantakan dan sulit dimengerti bagi orang yang baru mengenalnya. Meski dirinya selamat, tetapi suaminya, Suri, meregang nyawa dalam peristiwa tersebut. “Saya baru menikah 3 tahun dengan almarhum dan belum dikaruniai anak. Tapi, saya menerima, karena ini sudah takdir,” tutur perempuan 24 tahun itu. Dirinya mengungkapkan, upah kerja yang ia terima sebagai buruh tani kentang di Watucapil, Kecamatan Ijen, itu sebesar Rp 40 ribu per hari.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

Wajib Pantau Rekanan Lelet

Kloter 24 Singgah di Asrama Haji

Seluruh CJH Diberangkatkan Bupati

/