alexametrics
23.9 C
Jember
Saturday, 21 May 2022

Anggaran Cupet, Akankah Kuota CPNS Macet?

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2021 di Bondowoso terancam tak dilaksanakan. Penyebabnya, anggaran yang dibutuhkan untuk pelaksanaannya diusulkan untuk ditiadakan dalam rangka menutupi defisit dan refocusing APBD 2021 penanggulangan pandemi Covid-19.

Demikian dituturkan oleh Ketua Komisi I DPRD Tohari seusai mengikuti rapat Banggar dan tim anggaran terkait refocusing pada Senin (24/5) lalu. “Cuma karena kondisi seperti ini, akhirnya eksekutif tidak lagi akan melakukan rekrutmen CPNS tahun 2021. Walaupun dari KemenPANRB sudah mendapatkan alokasi,” ujarnya.

Ia menjabarkan, dalam penerimaan CPNS ini, Bondowoso sebenarnya mendapatkan alokasi 337 formasi untuk tenaga guru dan tenaga teknis. Karena itulah, dalam APBD dialokasikan hingga sekitar Rp 1,05 miliar untuk pelaksanaan CPNS ini.  “Karena kita pendaftarnya tak hanya seribu, pasti ribuan. Kami sudah siapkan di APBD,” imbuhnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Ketua Fraksi PKB ini pun mengaku prihatin dengan kondisi ini. Sebab, di tengah pandemi kesempatan kerja berkurang, sekarang justru terpaksa ditiadakan.  Belum lagi, di Bondowoso kebutuhan untuk guru dan tenaga teknis memang sangat penting.

“Itu memang sejak tahun 2019 kami usulkan ke pemerintah pusat. Karena memang kita kurang,” jelasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2021 di Bondowoso terancam tak dilaksanakan. Penyebabnya, anggaran yang dibutuhkan untuk pelaksanaannya diusulkan untuk ditiadakan dalam rangka menutupi defisit dan refocusing APBD 2021 penanggulangan pandemi Covid-19.

Demikian dituturkan oleh Ketua Komisi I DPRD Tohari seusai mengikuti rapat Banggar dan tim anggaran terkait refocusing pada Senin (24/5) lalu. “Cuma karena kondisi seperti ini, akhirnya eksekutif tidak lagi akan melakukan rekrutmen CPNS tahun 2021. Walaupun dari KemenPANRB sudah mendapatkan alokasi,” ujarnya.

Ia menjabarkan, dalam penerimaan CPNS ini, Bondowoso sebenarnya mendapatkan alokasi 337 formasi untuk tenaga guru dan tenaga teknis. Karena itulah, dalam APBD dialokasikan hingga sekitar Rp 1,05 miliar untuk pelaksanaan CPNS ini.  “Karena kita pendaftarnya tak hanya seribu, pasti ribuan. Kami sudah siapkan di APBD,” imbuhnya.

Ketua Fraksi PKB ini pun mengaku prihatin dengan kondisi ini. Sebab, di tengah pandemi kesempatan kerja berkurang, sekarang justru terpaksa ditiadakan.  Belum lagi, di Bondowoso kebutuhan untuk guru dan tenaga teknis memang sangat penting.

“Itu memang sejak tahun 2019 kami usulkan ke pemerintah pusat. Karena memang kita kurang,” jelasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pelaksanaan rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) tahun 2021 di Bondowoso terancam tak dilaksanakan. Penyebabnya, anggaran yang dibutuhkan untuk pelaksanaannya diusulkan untuk ditiadakan dalam rangka menutupi defisit dan refocusing APBD 2021 penanggulangan pandemi Covid-19.

Demikian dituturkan oleh Ketua Komisi I DPRD Tohari seusai mengikuti rapat Banggar dan tim anggaran terkait refocusing pada Senin (24/5) lalu. “Cuma karena kondisi seperti ini, akhirnya eksekutif tidak lagi akan melakukan rekrutmen CPNS tahun 2021. Walaupun dari KemenPANRB sudah mendapatkan alokasi,” ujarnya.

Ia menjabarkan, dalam penerimaan CPNS ini, Bondowoso sebenarnya mendapatkan alokasi 337 formasi untuk tenaga guru dan tenaga teknis. Karena itulah, dalam APBD dialokasikan hingga sekitar Rp 1,05 miliar untuk pelaksanaan CPNS ini.  “Karena kita pendaftarnya tak hanya seribu, pasti ribuan. Kami sudah siapkan di APBD,” imbuhnya.

Ketua Fraksi PKB ini pun mengaku prihatin dengan kondisi ini. Sebab, di tengah pandemi kesempatan kerja berkurang, sekarang justru terpaksa ditiadakan.  Belum lagi, di Bondowoso kebutuhan untuk guru dan tenaga teknis memang sangat penting.

“Itu memang sejak tahun 2019 kami usulkan ke pemerintah pusat. Karena memang kita kurang,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/