alexametrics
27.8 C
Jember
Tuesday, 24 May 2022

Juga Sarana Komunikasi Mendesak

Orari, Dipertahankan karena Hobi Komunikasi bukanlah satu-satunya sarana untuk menyelesaikan sebuah masalah atau bencana. Tetapi, bencana atau masalah tidak akan selesai tanpa adanya komunikasi. Itulah yang tecermin dari perwajahan Orari (Organisasi Amatir Radio Indonesia) lokal di Bondowoso.

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sore itu, Mardi Widodo memakai baju dan topi oranye dilengkapi rompi hitam. Dia tengah asyik memainkan alat-alat elektronik yang ada di depannya. Sesekali dia tertawa dengan gaya khasnya. Sesekali juga mendengarkan orang lain berbicara di radio.

Mardi Widodo, yang kini menjadi Sekretaris Orari Lokal Bondowoso, menjadi salah seorang yang hingga kini menggeluti radio komunikasi dengan sarana handy talky (HT) ini. Setiap hari dia berkomunikasi dengan sesama anggota melalui udara. Jangkauannya ternyata bukan hanya skala nasional, melainkan skala internasional.

Widodo, sapaan akrabnya,  menjelaskan, Orari merupakan satu-satunya organisasi amatir radio yang diakui oleh dunia melalui International Amateur Radio Union (IARU). Organisasi ini di seluruh dunia memiliki kode etik yang sama. “Hanya berbeda bahasa saja. Kalau Indonesia ya pakai bahasa Indonesia,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Dijelaskannya, organisasi ini merupakan wadah bagi para pecinta amatir radio di Bondowoso. Ada puluhan anggota yang masih aktif sampai saat ini.

Menurutnya, alasan organisasi ini masih tetap eksis, karena Orari memiliki peran penting ketika terjadi bencana di suatu daerah. Apalagi bencana tersebut sampai memutus sarana komunikasi seperti provider dan jaringan internet lainnya. Maka, Orari akan mengambil alih untuk tetap menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, sehingga penanganan terhadap bencana itu bisa segera dilakukan.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sore itu, Mardi Widodo memakai baju dan topi oranye dilengkapi rompi hitam. Dia tengah asyik memainkan alat-alat elektronik yang ada di depannya. Sesekali dia tertawa dengan gaya khasnya. Sesekali juga mendengarkan orang lain berbicara di radio.

Mardi Widodo, yang kini menjadi Sekretaris Orari Lokal Bondowoso, menjadi salah seorang yang hingga kini menggeluti radio komunikasi dengan sarana handy talky (HT) ini. Setiap hari dia berkomunikasi dengan sesama anggota melalui udara. Jangkauannya ternyata bukan hanya skala nasional, melainkan skala internasional.

Widodo, sapaan akrabnya,  menjelaskan, Orari merupakan satu-satunya organisasi amatir radio yang diakui oleh dunia melalui International Amateur Radio Union (IARU). Organisasi ini di seluruh dunia memiliki kode etik yang sama. “Hanya berbeda bahasa saja. Kalau Indonesia ya pakai bahasa Indonesia,” terangnya.

Dijelaskannya, organisasi ini merupakan wadah bagi para pecinta amatir radio di Bondowoso. Ada puluhan anggota yang masih aktif sampai saat ini.

Menurutnya, alasan organisasi ini masih tetap eksis, karena Orari memiliki peran penting ketika terjadi bencana di suatu daerah. Apalagi bencana tersebut sampai memutus sarana komunikasi seperti provider dan jaringan internet lainnya. Maka, Orari akan mengambil alih untuk tetap menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, sehingga penanganan terhadap bencana itu bisa segera dilakukan.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Sore itu, Mardi Widodo memakai baju dan topi oranye dilengkapi rompi hitam. Dia tengah asyik memainkan alat-alat elektronik yang ada di depannya. Sesekali dia tertawa dengan gaya khasnya. Sesekali juga mendengarkan orang lain berbicara di radio.

Mardi Widodo, yang kini menjadi Sekretaris Orari Lokal Bondowoso, menjadi salah seorang yang hingga kini menggeluti radio komunikasi dengan sarana handy talky (HT) ini. Setiap hari dia berkomunikasi dengan sesama anggota melalui udara. Jangkauannya ternyata bukan hanya skala nasional, melainkan skala internasional.

Widodo, sapaan akrabnya,  menjelaskan, Orari merupakan satu-satunya organisasi amatir radio yang diakui oleh dunia melalui International Amateur Radio Union (IARU). Organisasi ini di seluruh dunia memiliki kode etik yang sama. “Hanya berbeda bahasa saja. Kalau Indonesia ya pakai bahasa Indonesia,” terangnya.

Dijelaskannya, organisasi ini merupakan wadah bagi para pecinta amatir radio di Bondowoso. Ada puluhan anggota yang masih aktif sampai saat ini.

Menurutnya, alasan organisasi ini masih tetap eksis, karena Orari memiliki peran penting ketika terjadi bencana di suatu daerah. Apalagi bencana tersebut sampai memutus sarana komunikasi seperti provider dan jaringan internet lainnya. Maka, Orari akan mengambil alih untuk tetap menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, sehingga penanganan terhadap bencana itu bisa segera dilakukan.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/