alexametrics
24.3 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Belum Ada Penelitian Tengkorak Megalitikum

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Penemuan kubur bilik di Dusun Kecik, Desa Lojajar, Kecamatan Tenggarang, beberapa waktu lalu, semestinya jadi peluang bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bondowoso untuk melakukan penelitian.

Sebab, di dalam kubur bilik itu ditemukan serpihan tulang yang ditengarai bagian betis dan tengkorak manusia. Penelitian dilakukan guna menentukan usia tulang manusia, apakah berasal dari era megalitikum atau klasik (Majapahit).

Sementara itu, karena banyak ditemukan manik-manik dan gelang emas di dalam gerabah, budaya megalitikum di Bondowoso diperkirakan terus berjalan hingga zaman Majapahit. Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan Dindikbud Bondowoso Hery Kusdaryanto membenarkan bahwa hingga kini belum ada penelitian mendalam terkait manusia megalitikum di Bondowoso.

Mobile_AP_Rectangle 2

Kebanyakan tulang manusia yang ditemukan di kubur bilik dalam kondisi hancur, tak utuh. Selain itu, warga minim pengetahuan dalam memperlakukan tulang itu. Contoh kasus, telah terpegang oleh tangan, dikubur ulang, dan disimpan di tempat yang tak sesuai prosedur hingga rusak. Ada pula, dahulu banyak penggali liar yang mencuri peninggalan megalitikum.

Sehingga di dalam kubur bilik, sarkofagus, dan kubur lempeng batu tak ditemukan apa-apa alias kosong. “Gambaran masyarakat atau manusia megalitikum di Bondowoso belum diketahui pasti,” katanya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Penemuan kubur bilik di Dusun Kecik, Desa Lojajar, Kecamatan Tenggarang, beberapa waktu lalu, semestinya jadi peluang bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bondowoso untuk melakukan penelitian.

Sebab, di dalam kubur bilik itu ditemukan serpihan tulang yang ditengarai bagian betis dan tengkorak manusia. Penelitian dilakukan guna menentukan usia tulang manusia, apakah berasal dari era megalitikum atau klasik (Majapahit).

Sementara itu, karena banyak ditemukan manik-manik dan gelang emas di dalam gerabah, budaya megalitikum di Bondowoso diperkirakan terus berjalan hingga zaman Majapahit. Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan Dindikbud Bondowoso Hery Kusdaryanto membenarkan bahwa hingga kini belum ada penelitian mendalam terkait manusia megalitikum di Bondowoso.

Kebanyakan tulang manusia yang ditemukan di kubur bilik dalam kondisi hancur, tak utuh. Selain itu, warga minim pengetahuan dalam memperlakukan tulang itu. Contoh kasus, telah terpegang oleh tangan, dikubur ulang, dan disimpan di tempat yang tak sesuai prosedur hingga rusak. Ada pula, dahulu banyak penggali liar yang mencuri peninggalan megalitikum.

Sehingga di dalam kubur bilik, sarkofagus, dan kubur lempeng batu tak ditemukan apa-apa alias kosong. “Gambaran masyarakat atau manusia megalitikum di Bondowoso belum diketahui pasti,” katanya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Penemuan kubur bilik di Dusun Kecik, Desa Lojajar, Kecamatan Tenggarang, beberapa waktu lalu, semestinya jadi peluang bagi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bondowoso untuk melakukan penelitian.

Sebab, di dalam kubur bilik itu ditemukan serpihan tulang yang ditengarai bagian betis dan tengkorak manusia. Penelitian dilakukan guna menentukan usia tulang manusia, apakah berasal dari era megalitikum atau klasik (Majapahit).

Sementara itu, karena banyak ditemukan manik-manik dan gelang emas di dalam gerabah, budaya megalitikum di Bondowoso diperkirakan terus berjalan hingga zaman Majapahit. Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan Dindikbud Bondowoso Hery Kusdaryanto membenarkan bahwa hingga kini belum ada penelitian mendalam terkait manusia megalitikum di Bondowoso.

Kebanyakan tulang manusia yang ditemukan di kubur bilik dalam kondisi hancur, tak utuh. Selain itu, warga minim pengetahuan dalam memperlakukan tulang itu. Contoh kasus, telah terpegang oleh tangan, dikubur ulang, dan disimpan di tempat yang tak sesuai prosedur hingga rusak. Ada pula, dahulu banyak penggali liar yang mencuri peninggalan megalitikum.

Sehingga di dalam kubur bilik, sarkofagus, dan kubur lempeng batu tak ditemukan apa-apa alias kosong. “Gambaran masyarakat atau manusia megalitikum di Bondowoso belum diketahui pasti,” katanya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/