alexametrics
24.9 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Giliran Dewan Penuhi Panggilan Pemeriksaan

Terkait Laporannya Terhadap Samsul Hadi Merdeka Pengurus PPP

Mobile_AP_Rectangle 1

Pada waktu bersamaan, Wakil Ketua DPRD dari Fraksi PPP Buchori Mun’im juga ikut hadir saat memenuhi panggilan dari Polres Bondowoso. Padahal, sebelumnya, saat menyerahkan berkas pelaporan dirinya memilih tidak ikut serta.

Diketahui, Buchori juga menolak tanda tangan dalam aduan yang pertama kali dilayangkan ke Polres Bondowoso. Dengan alasan mendapat mandat dari partai. Namun, pada sesi dimintai keterangan sebagai saksi di Polres Bondowoso, kemarin (25/3), dia turut mendampingi tiga orang pimpinan legislatif. Hal itu karena pihaknya juga mendapatkan undangan yang sama dengan wakil ketua lainnya. “Saya menyampaikan bahwa pelaporan ini atas nama lembaga. Saya menghargai sebagai wakil ketua,” terang Buchori Mun’im.

Walaupun demikian, pihaknya mengaku masih bersikukuh dengan pendiriannya untuk tidak menandatangani surat aduan tersebut, yang ditujukan kepada salah seorang pengurus partainya itu. “Saya tetap tidak bertanda tangan,” tegasnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Sebelum menghadiri pemanggilan dari polres, Buchori mengaku sudah meminta izin kepada rekan partainya. Bahwa dirinya akan menghadiri undangan atau panggilan dari kepolisian. Oleh sebab itu, dirinya berani dan mau hadir.

Selain itu, Buchori juga menegaskan akan berusaha menjadi jembatan antara DPRD dengan pengurus PPP yang dilaporkan itu. Hal itu menurutnya telah menjadi harapan dari awal, yaitu adanya mediasi antara kedua belah pihak. “Tapi rupa-rupanya belum berhasil. Tapi, saya tetap berusaha bagaimana ini bisa berhasil,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Ilham Wahyudi
Fotografer : Ilham Wahyudi
Redaktur : Dwi Siswanto

- Advertisement -

Pada waktu bersamaan, Wakil Ketua DPRD dari Fraksi PPP Buchori Mun’im juga ikut hadir saat memenuhi panggilan dari Polres Bondowoso. Padahal, sebelumnya, saat menyerahkan berkas pelaporan dirinya memilih tidak ikut serta.

Diketahui, Buchori juga menolak tanda tangan dalam aduan yang pertama kali dilayangkan ke Polres Bondowoso. Dengan alasan mendapat mandat dari partai. Namun, pada sesi dimintai keterangan sebagai saksi di Polres Bondowoso, kemarin (25/3), dia turut mendampingi tiga orang pimpinan legislatif. Hal itu karena pihaknya juga mendapatkan undangan yang sama dengan wakil ketua lainnya. “Saya menyampaikan bahwa pelaporan ini atas nama lembaga. Saya menghargai sebagai wakil ketua,” terang Buchori Mun’im.

Walaupun demikian, pihaknya mengaku masih bersikukuh dengan pendiriannya untuk tidak menandatangani surat aduan tersebut, yang ditujukan kepada salah seorang pengurus partainya itu. “Saya tetap tidak bertanda tangan,” tegasnya.

Sebelum menghadiri pemanggilan dari polres, Buchori mengaku sudah meminta izin kepada rekan partainya. Bahwa dirinya akan menghadiri undangan atau panggilan dari kepolisian. Oleh sebab itu, dirinya berani dan mau hadir.

Selain itu, Buchori juga menegaskan akan berusaha menjadi jembatan antara DPRD dengan pengurus PPP yang dilaporkan itu. Hal itu menurutnya telah menjadi harapan dari awal, yaitu adanya mediasi antara kedua belah pihak. “Tapi rupa-rupanya belum berhasil. Tapi, saya tetap berusaha bagaimana ini bisa berhasil,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Ilham Wahyudi
Fotografer : Ilham Wahyudi
Redaktur : Dwi Siswanto

Pada waktu bersamaan, Wakil Ketua DPRD dari Fraksi PPP Buchori Mun’im juga ikut hadir saat memenuhi panggilan dari Polres Bondowoso. Padahal, sebelumnya, saat menyerahkan berkas pelaporan dirinya memilih tidak ikut serta.

Diketahui, Buchori juga menolak tanda tangan dalam aduan yang pertama kali dilayangkan ke Polres Bondowoso. Dengan alasan mendapat mandat dari partai. Namun, pada sesi dimintai keterangan sebagai saksi di Polres Bondowoso, kemarin (25/3), dia turut mendampingi tiga orang pimpinan legislatif. Hal itu karena pihaknya juga mendapatkan undangan yang sama dengan wakil ketua lainnya. “Saya menyampaikan bahwa pelaporan ini atas nama lembaga. Saya menghargai sebagai wakil ketua,” terang Buchori Mun’im.

Walaupun demikian, pihaknya mengaku masih bersikukuh dengan pendiriannya untuk tidak menandatangani surat aduan tersebut, yang ditujukan kepada salah seorang pengurus partainya itu. “Saya tetap tidak bertanda tangan,” tegasnya.

Sebelum menghadiri pemanggilan dari polres, Buchori mengaku sudah meminta izin kepada rekan partainya. Bahwa dirinya akan menghadiri undangan atau panggilan dari kepolisian. Oleh sebab itu, dirinya berani dan mau hadir.

Selain itu, Buchori juga menegaskan akan berusaha menjadi jembatan antara DPRD dengan pengurus PPP yang dilaporkan itu. Hal itu menurutnya telah menjadi harapan dari awal, yaitu adanya mediasi antara kedua belah pihak. “Tapi rupa-rupanya belum berhasil. Tapi, saya tetap berusaha bagaimana ini bisa berhasil,” pungkasnya.

 

 

Jurnalis : Ilham Wahyudi
Fotografer : Ilham Wahyudi
Redaktur : Dwi Siswanto

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/