alexametrics
22.9 C
Jember
Sunday, 22 May 2022

Produk Lokal di Toko Modern Masih Minim

Ijen Water Saja Belum Bisa Menembusnya

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ketika Pemkab Bondowoso menggaungkan produk lokal dapat menembus toko modern, ternyata produk air minum dalam kemasan (AMDK) belum bisa. Air minum dalam kemasan (AMDK) Ijen Water milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bondowoso pun belum bisa masuk toko modern.
Padahal ada aturan baru, toko swalayan dan pusat perbelanjaan wajib menyediakan gerai untuk produk lokal yang ditempatkan pada posisi yang strategis paling banyak 20 persen dari etalase atau outlet yang tersedia. Selain itu, wajib menyediakan tempat usaha untuk UMKM dengan harga jual atau biaya sewa yang sesuai dengan kemampuan.
Aturan itu tertuang dalam Pasal 53 Perda Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Toko Swalayan, dan Pusat Perbelanjaan.
Staf bagian keuangan PDAM Bondowoso Rosida mengatakan, sampai saat ini belum ada produk AMDK Ijen Water yang masuk toko modern. “Kami menuju ke sana,” katanya.
Saat ini, kata dia, masih proses pengurusan izin edar Ijen Water di pasar modern. “Sekarang ini sedang diaudit dan melakukan pembenahan,” imbuhnya.
Selain itu, PDAM tengah melakukan uji lab air sebanyak tiga kali. Serta sudah ada sertifikasinya. “Hasil sertifikasinya sangat memuaskan. Hasil auditnya masuk tipe I. Namun, hasilnya belum resmi,” jelasnya.
Sementara itu, penelusuran Jawa Pos Radar Ijen, di tahun 2020 penjualan AMDK Ijen Water menurun drastis. Alasannya karena pandemi Covid-19. Bahkan, penurunannya mencapai 70 persen. “Sebab, permintaan dari sekolah, pesantren, menurun drastis,” ungkapnya.
PDAM Bondowoso pada tahun 2020 menargetkan hasil penjualan hingga Rp 4 miliar. Tetapi, hanya terealisasi Rp 1,1 miliar. “Sementara tahun 2019 mencapai Rp 2,2 miliar,” bebernya.
Berdasarkan informasi, saat ini masih ada lima item produk di toko swalayan. Padahal perda mengharuskan 20 persen produk lokal masuk ke toko modern. Itu pun tidak ada produk AMDK Ijen Water PDAM Bondowoso.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ketika Pemkab Bondowoso menggaungkan produk lokal dapat menembus toko modern, ternyata produk air minum dalam kemasan (AMDK) belum bisa. Air minum dalam kemasan (AMDK) Ijen Water milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bondowoso pun belum bisa masuk toko modern.
Padahal ada aturan baru, toko swalayan dan pusat perbelanjaan wajib menyediakan gerai untuk produk lokal yang ditempatkan pada posisi yang strategis paling banyak 20 persen dari etalase atau outlet yang tersedia. Selain itu, wajib menyediakan tempat usaha untuk UMKM dengan harga jual atau biaya sewa yang sesuai dengan kemampuan.
Aturan itu tertuang dalam Pasal 53 Perda Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Toko Swalayan, dan Pusat Perbelanjaan.
Staf bagian keuangan PDAM Bondowoso Rosida mengatakan, sampai saat ini belum ada produk AMDK Ijen Water yang masuk toko modern. “Kami menuju ke sana,” katanya.
Saat ini, kata dia, masih proses pengurusan izin edar Ijen Water di pasar modern. “Sekarang ini sedang diaudit dan melakukan pembenahan,” imbuhnya.
Selain itu, PDAM tengah melakukan uji lab air sebanyak tiga kali. Serta sudah ada sertifikasinya. “Hasil sertifikasinya sangat memuaskan. Hasil auditnya masuk tipe I. Namun, hasilnya belum resmi,” jelasnya.
Sementara itu, penelusuran Jawa Pos Radar Ijen, di tahun 2020 penjualan AMDK Ijen Water menurun drastis. Alasannya karena pandemi Covid-19. Bahkan, penurunannya mencapai 70 persen. “Sebab, permintaan dari sekolah, pesantren, menurun drastis,” ungkapnya.
PDAM Bondowoso pada tahun 2020 menargetkan hasil penjualan hingga Rp 4 miliar. Tetapi, hanya terealisasi Rp 1,1 miliar. “Sementara tahun 2019 mencapai Rp 2,2 miliar,” bebernya.
Berdasarkan informasi, saat ini masih ada lima item produk di toko swalayan. Padahal perda mengharuskan 20 persen produk lokal masuk ke toko modern. Itu pun tidak ada produk AMDK Ijen Water PDAM Bondowoso.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Ketika Pemkab Bondowoso menggaungkan produk lokal dapat menembus toko modern, ternyata produk air minum dalam kemasan (AMDK) belum bisa. Air minum dalam kemasan (AMDK) Ijen Water milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bondowoso pun belum bisa masuk toko modern.
Padahal ada aturan baru, toko swalayan dan pusat perbelanjaan wajib menyediakan gerai untuk produk lokal yang ditempatkan pada posisi yang strategis paling banyak 20 persen dari etalase atau outlet yang tersedia. Selain itu, wajib menyediakan tempat usaha untuk UMKM dengan harga jual atau biaya sewa yang sesuai dengan kemampuan.
Aturan itu tertuang dalam Pasal 53 Perda Nomor 5 Tahun 2020 tentang Penataan dan Pembinaan Pasar Rakyat, Toko Swalayan, dan Pusat Perbelanjaan.
Staf bagian keuangan PDAM Bondowoso Rosida mengatakan, sampai saat ini belum ada produk AMDK Ijen Water yang masuk toko modern. “Kami menuju ke sana,” katanya.
Saat ini, kata dia, masih proses pengurusan izin edar Ijen Water di pasar modern. “Sekarang ini sedang diaudit dan melakukan pembenahan,” imbuhnya.
Selain itu, PDAM tengah melakukan uji lab air sebanyak tiga kali. Serta sudah ada sertifikasinya. “Hasil sertifikasinya sangat memuaskan. Hasil auditnya masuk tipe I. Namun, hasilnya belum resmi,” jelasnya.
Sementara itu, penelusuran Jawa Pos Radar Ijen, di tahun 2020 penjualan AMDK Ijen Water menurun drastis. Alasannya karena pandemi Covid-19. Bahkan, penurunannya mencapai 70 persen. “Sebab, permintaan dari sekolah, pesantren, menurun drastis,” ungkapnya.
PDAM Bondowoso pada tahun 2020 menargetkan hasil penjualan hingga Rp 4 miliar. Tetapi, hanya terealisasi Rp 1,1 miliar. “Sementara tahun 2019 mencapai Rp 2,2 miliar,” bebernya.
Berdasarkan informasi, saat ini masih ada lima item produk di toko swalayan. Padahal perda mengharuskan 20 persen produk lokal masuk ke toko modern. Itu pun tidak ada produk AMDK Ijen Water PDAM Bondowoso.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/