alexametrics
24.4 C
Jember
Wednesday, 18 May 2022

Polemik Pohon Berakhir Kekeluargaan

Pohon Kamboja di Pemakaman Desa Mandiro

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Polemik soal pohon kamboja di pemakaman umum Desa Mandiro, Kecamatan Tegalampel, berakhir secara kekeluargaan. Sebelumnya, salah seorang perangkat desa melaporkan warganya atas nama Abdurrasit ke polisi, hanya gara-gara membersihkan ‘benjolan’ pohon kamboja.
Namun, pelapor dan terlapor berdamai setelah dimediasi oleh Polsek Tegalampel, Rabu (24/3). Kapolsek Tegal Ampel AKP Tulus Suseno mengatakan, pihaknya memilih mempertemukan kedua belah pihak agar berdamai saja. Yaitu dengan menandatangani surat pernyataan bersama. “Akhirnya pelapor atas nama Tarjo Efendi mencabut laporannya atas dugaan perusakan pohon kamboja di makam itu,” jelasnya.
Kedua belah pihak berjanji tidak akan mempermasalahkan kembali perkara yang sedang ditangani penyidik Polsek Tegalampel tersebut. Sejak ditandatanganinya kesepakatan tersebut, maka persoalan yang terjadi dinyatakan selesai. “Dengan kesepakatan perkara ini selesai, dengan pihak satu mencabut laporannya,” imbuhnya.
Dia juga mengimbau kepada masyarakat agar mengedepankan musyawarah, serta saling menjaga kondusivitas. “Apalagi jelang bulan Ramadan,” imbaunya.
Diberitakan sebelumnya, hanya karena membersihkan benjolan pohon kamboja di pemakaman umum, Abdurrasit, seorang warga Desa Mandiro, Kecamatan Tegalampel, dilaporkan ke polisi oleh salah seorang perangkat desa.
Pelapor, Tarjo Efendi, mengaku memang melaporkan warganya. Dia mengaku sebagai pengurus makam. “Saya melapor berdasarkan pengurus makam. Saya melapor bukan sebagai pribadi, Mas. Mewakili pengurus,” jelasnya.
Namun, setelah dimediasi pihak kepolisian Polsek Tegalampel, kasus dugaan perusakan pohon kamboja di pemakaman Desa Mandiro itu berakhir damai alias tak dilanjutkan ke ranah hukum.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Polemik soal pohon kamboja di pemakaman umum Desa Mandiro, Kecamatan Tegalampel, berakhir secara kekeluargaan. Sebelumnya, salah seorang perangkat desa melaporkan warganya atas nama Abdurrasit ke polisi, hanya gara-gara membersihkan ‘benjolan’ pohon kamboja.
Namun, pelapor dan terlapor berdamai setelah dimediasi oleh Polsek Tegalampel, Rabu (24/3). Kapolsek Tegal Ampel AKP Tulus Suseno mengatakan, pihaknya memilih mempertemukan kedua belah pihak agar berdamai saja. Yaitu dengan menandatangani surat pernyataan bersama. “Akhirnya pelapor atas nama Tarjo Efendi mencabut laporannya atas dugaan perusakan pohon kamboja di makam itu,” jelasnya.
Kedua belah pihak berjanji tidak akan mempermasalahkan kembali perkara yang sedang ditangani penyidik Polsek Tegalampel tersebut. Sejak ditandatanganinya kesepakatan tersebut, maka persoalan yang terjadi dinyatakan selesai. “Dengan kesepakatan perkara ini selesai, dengan pihak satu mencabut laporannya,” imbuhnya.
Dia juga mengimbau kepada masyarakat agar mengedepankan musyawarah, serta saling menjaga kondusivitas. “Apalagi jelang bulan Ramadan,” imbaunya.
Diberitakan sebelumnya, hanya karena membersihkan benjolan pohon kamboja di pemakaman umum, Abdurrasit, seorang warga Desa Mandiro, Kecamatan Tegalampel, dilaporkan ke polisi oleh salah seorang perangkat desa.
Pelapor, Tarjo Efendi, mengaku memang melaporkan warganya. Dia mengaku sebagai pengurus makam. “Saya melapor berdasarkan pengurus makam. Saya melapor bukan sebagai pribadi, Mas. Mewakili pengurus,” jelasnya.
Namun, setelah dimediasi pihak kepolisian Polsek Tegalampel, kasus dugaan perusakan pohon kamboja di pemakaman Desa Mandiro itu berakhir damai alias tak dilanjutkan ke ranah hukum.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Polemik soal pohon kamboja di pemakaman umum Desa Mandiro, Kecamatan Tegalampel, berakhir secara kekeluargaan. Sebelumnya, salah seorang perangkat desa melaporkan warganya atas nama Abdurrasit ke polisi, hanya gara-gara membersihkan ‘benjolan’ pohon kamboja.
Namun, pelapor dan terlapor berdamai setelah dimediasi oleh Polsek Tegalampel, Rabu (24/3). Kapolsek Tegal Ampel AKP Tulus Suseno mengatakan, pihaknya memilih mempertemukan kedua belah pihak agar berdamai saja. Yaitu dengan menandatangani surat pernyataan bersama. “Akhirnya pelapor atas nama Tarjo Efendi mencabut laporannya atas dugaan perusakan pohon kamboja di makam itu,” jelasnya.
Kedua belah pihak berjanji tidak akan mempermasalahkan kembali perkara yang sedang ditangani penyidik Polsek Tegalampel tersebut. Sejak ditandatanganinya kesepakatan tersebut, maka persoalan yang terjadi dinyatakan selesai. “Dengan kesepakatan perkara ini selesai, dengan pihak satu mencabut laporannya,” imbuhnya.
Dia juga mengimbau kepada masyarakat agar mengedepankan musyawarah, serta saling menjaga kondusivitas. “Apalagi jelang bulan Ramadan,” imbaunya.
Diberitakan sebelumnya, hanya karena membersihkan benjolan pohon kamboja di pemakaman umum, Abdurrasit, seorang warga Desa Mandiro, Kecamatan Tegalampel, dilaporkan ke polisi oleh salah seorang perangkat desa.
Pelapor, Tarjo Efendi, mengaku memang melaporkan warganya. Dia mengaku sebagai pengurus makam. “Saya melapor berdasarkan pengurus makam. Saya melapor bukan sebagai pribadi, Mas. Mewakili pengurus,” jelasnya.
Namun, setelah dimediasi pihak kepolisian Polsek Tegalampel, kasus dugaan perusakan pohon kamboja di pemakaman Desa Mandiro itu berakhir damai alias tak dilanjutkan ke ranah hukum.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/