alexametrics
25.6 C
Jember
Thursday, 26 May 2022

Batu Kenong, Benda Megalitikum yang Terus Dijaga

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kabupaten Bondowoso memang kaya akan benda-benda peninggalan sejarah megalitikum. Salah satunya adalah Batu Kenong. Batu ini tersebar di berbagai wilayah. Salah satunya di Desa Curahpoh, Curhadami.
Sudiyanto, warga yang merawat benda peninggalan tersebut, mengatakan, batu itu awalnya di tengah ladang. Lantas dikumpulkan jadi satu tempat. Bentuk Batu Kenong itu silinder dan ada yang membulat dengan tonjolan di puncaknya.
Ada tujuh Batu Kenong di tempat tersebut. Di tempat itu sudah terpasang papan informasi terkait situs megalitikum. Selain batu kenong, di Curahdami juga ada sarkofagus, dolmen, dan menhir.
Dikonfirmasi terpisah, Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan Dikbud Bondowoso Hery Kusdaryanto mengatakan, Batu Kenong ini hanya ada di dua kabupaten. Yakni Bondowoso dan Jember. Hal tersebut menjadi keunikan tersendiri adanya benda megalitikum di kabupaten yang kaya benda-benda peninggalan ini.
Batu Kenong Bondowoso berbentuk silinder dan memanjang ke atas. Kemudian, di atasnya terdapat tonjolan yang menyerupai kenong. “Kalau yang besar dan tinggi seperti di Bondowoso ini, hanya Jember dan Bondowoso yang ada. Kalau Batu Kenong kecil mirip seperti kenong aslinya itu banyak di daerah lain,” terangnya.
Menurutnya, Batu Kenong di Bondowoso masih banyak dipertentangkan. Mengingat, banyak yang berbeda pendapat mengenai Batu Kenong tersebut. Ada yang berpendapat batu tersebut digunakan sebagai umpak dari bangunan. Kemudian, ada juga yang mengatakan digunakan sebagai batas suatu wilayah. Selain itu, ada yang berpendapat digunakan sebagai lambang kesuburan, serta ada yang berpendapat digunakan sebagai media pemujaan kepada nenek moyang. “Jadi, masih banyak dipertentangkan ini. Apalagi di daerah lain tidak ada yang seperti kita miliki,” tandasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kabupaten Bondowoso memang kaya akan benda-benda peninggalan sejarah megalitikum. Salah satunya adalah Batu Kenong. Batu ini tersebar di berbagai wilayah. Salah satunya di Desa Curahpoh, Curhadami.
Sudiyanto, warga yang merawat benda peninggalan tersebut, mengatakan, batu itu awalnya di tengah ladang. Lantas dikumpulkan jadi satu tempat. Bentuk Batu Kenong itu silinder dan ada yang membulat dengan tonjolan di puncaknya.
Ada tujuh Batu Kenong di tempat tersebut. Di tempat itu sudah terpasang papan informasi terkait situs megalitikum. Selain batu kenong, di Curahdami juga ada sarkofagus, dolmen, dan menhir.
Dikonfirmasi terpisah, Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan Dikbud Bondowoso Hery Kusdaryanto mengatakan, Batu Kenong ini hanya ada di dua kabupaten. Yakni Bondowoso dan Jember. Hal tersebut menjadi keunikan tersendiri adanya benda megalitikum di kabupaten yang kaya benda-benda peninggalan ini.
Batu Kenong Bondowoso berbentuk silinder dan memanjang ke atas. Kemudian, di atasnya terdapat tonjolan yang menyerupai kenong. “Kalau yang besar dan tinggi seperti di Bondowoso ini, hanya Jember dan Bondowoso yang ada. Kalau Batu Kenong kecil mirip seperti kenong aslinya itu banyak di daerah lain,” terangnya.
Menurutnya, Batu Kenong di Bondowoso masih banyak dipertentangkan. Mengingat, banyak yang berbeda pendapat mengenai Batu Kenong tersebut. Ada yang berpendapat batu tersebut digunakan sebagai umpak dari bangunan. Kemudian, ada juga yang mengatakan digunakan sebagai batas suatu wilayah. Selain itu, ada yang berpendapat digunakan sebagai lambang kesuburan, serta ada yang berpendapat digunakan sebagai media pemujaan kepada nenek moyang. “Jadi, masih banyak dipertentangkan ini. Apalagi di daerah lain tidak ada yang seperti kita miliki,” tandasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kabupaten Bondowoso memang kaya akan benda-benda peninggalan sejarah megalitikum. Salah satunya adalah Batu Kenong. Batu ini tersebar di berbagai wilayah. Salah satunya di Desa Curahpoh, Curhadami.
Sudiyanto, warga yang merawat benda peninggalan tersebut, mengatakan, batu itu awalnya di tengah ladang. Lantas dikumpulkan jadi satu tempat. Bentuk Batu Kenong itu silinder dan ada yang membulat dengan tonjolan di puncaknya.
Ada tujuh Batu Kenong di tempat tersebut. Di tempat itu sudah terpasang papan informasi terkait situs megalitikum. Selain batu kenong, di Curahdami juga ada sarkofagus, dolmen, dan menhir.
Dikonfirmasi terpisah, Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan Dikbud Bondowoso Hery Kusdaryanto mengatakan, Batu Kenong ini hanya ada di dua kabupaten. Yakni Bondowoso dan Jember. Hal tersebut menjadi keunikan tersendiri adanya benda megalitikum di kabupaten yang kaya benda-benda peninggalan ini.
Batu Kenong Bondowoso berbentuk silinder dan memanjang ke atas. Kemudian, di atasnya terdapat tonjolan yang menyerupai kenong. “Kalau yang besar dan tinggi seperti di Bondowoso ini, hanya Jember dan Bondowoso yang ada. Kalau Batu Kenong kecil mirip seperti kenong aslinya itu banyak di daerah lain,” terangnya.
Menurutnya, Batu Kenong di Bondowoso masih banyak dipertentangkan. Mengingat, banyak yang berbeda pendapat mengenai Batu Kenong tersebut. Ada yang berpendapat batu tersebut digunakan sebagai umpak dari bangunan. Kemudian, ada juga yang mengatakan digunakan sebagai batas suatu wilayah. Selain itu, ada yang berpendapat digunakan sebagai lambang kesuburan, serta ada yang berpendapat digunakan sebagai media pemujaan kepada nenek moyang. “Jadi, masih banyak dipertentangkan ini. Apalagi di daerah lain tidak ada yang seperti kita miliki,” tandasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/