alexametrics
24.1 C
Jember
Wednesday, 25 May 2022

Akhirnya Bondowoso Masuk PPKM Level Dua

Nihil Kasus Terkonfirmasi, Capaian Vaksinasi Meningkat

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kabupaten Bondowoso berhasil beranjak dari level tiga menjadi level dua. Hal tersebut berdasarkan asesmen yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tentang situasi Covid-19 pada 22 Desember lalu. Tercapainya level tersebut salah satunya disebabkan oleh capaian vaksinasi untuk masyarakat umum dan warga lanjut usia (lansia) yang meningkat.

Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso dr Mohammad Imron menjelaskan, berdasarkan data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) pada 22 Desember lalu, capaian vaksinasi masyarakat umum sudah masuk 61,5 persen. Sementara, lansia sudah mencapai lebih dari 40 persen.

Namun demikian, data capaian vaksinasi di Bondowoso ternyata tidak sama. Ada perbedaan antara data dari KPCPEN dengan data yang diinput oleh petugas pelayanan fasilitas kesehatan setempat. Berdasarkan data manual, capaian vaksinasi untuk masyarakat umum sudah mencapai 64 persen, sementara lansia sudah mencapai 41 persen.

Mobile_AP_Rectangle 2

Pria yang juga menjabat Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bondowoso tersebut menjelaskan, ada beberapa hal yang menyebabkan perbedaan data itu. Salah satunya karena nomor induk kependudukan (NIK) yang tidak aktif. “Tarikan (input data, Red) dari pusat itu tidak rutin setiap jam. Kadang sistemnya enam jam sekali tarik,” jelasnya, Jumat (24/12).

Walaupun demikian, Imron menegaskan, pihaknya masih akan terus menggenjot capaian vaksinasi. Karena itulah, pihaknya mengumpulkan 10 kecamatan dengan capaian vaksinasi rendah dan koordinasinya yang masih dinilai rendah. Kesepuluh kecamatan dimaksud yakni Kecamatan Tlogosari, Botolinggo, Tanaman, Tegalaampel, Pakem, Maesan, Curahdami, Sumberwringin, Cermee, serta Pujer.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kabupaten Bondowoso berhasil beranjak dari level tiga menjadi level dua. Hal tersebut berdasarkan asesmen yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tentang situasi Covid-19 pada 22 Desember lalu. Tercapainya level tersebut salah satunya disebabkan oleh capaian vaksinasi untuk masyarakat umum dan warga lanjut usia (lansia) yang meningkat.

Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso dr Mohammad Imron menjelaskan, berdasarkan data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) pada 22 Desember lalu, capaian vaksinasi masyarakat umum sudah masuk 61,5 persen. Sementara, lansia sudah mencapai lebih dari 40 persen.

Namun demikian, data capaian vaksinasi di Bondowoso ternyata tidak sama. Ada perbedaan antara data dari KPCPEN dengan data yang diinput oleh petugas pelayanan fasilitas kesehatan setempat. Berdasarkan data manual, capaian vaksinasi untuk masyarakat umum sudah mencapai 64 persen, sementara lansia sudah mencapai 41 persen.

Pria yang juga menjabat Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bondowoso tersebut menjelaskan, ada beberapa hal yang menyebabkan perbedaan data itu. Salah satunya karena nomor induk kependudukan (NIK) yang tidak aktif. “Tarikan (input data, Red) dari pusat itu tidak rutin setiap jam. Kadang sistemnya enam jam sekali tarik,” jelasnya, Jumat (24/12).

Walaupun demikian, Imron menegaskan, pihaknya masih akan terus menggenjot capaian vaksinasi. Karena itulah, pihaknya mengumpulkan 10 kecamatan dengan capaian vaksinasi rendah dan koordinasinya yang masih dinilai rendah. Kesepuluh kecamatan dimaksud yakni Kecamatan Tlogosari, Botolinggo, Tanaman, Tegalaampel, Pakem, Maesan, Curahdami, Sumberwringin, Cermee, serta Pujer.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Kabupaten Bondowoso berhasil beranjak dari level tiga menjadi level dua. Hal tersebut berdasarkan asesmen yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tentang situasi Covid-19 pada 22 Desember lalu. Tercapainya level tersebut salah satunya disebabkan oleh capaian vaksinasi untuk masyarakat umum dan warga lanjut usia (lansia) yang meningkat.

Kepala Dinas Kesehatan Bondowoso dr Mohammad Imron menjelaskan, berdasarkan data Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) pada 22 Desember lalu, capaian vaksinasi masyarakat umum sudah masuk 61,5 persen. Sementara, lansia sudah mencapai lebih dari 40 persen.

Namun demikian, data capaian vaksinasi di Bondowoso ternyata tidak sama. Ada perbedaan antara data dari KPCPEN dengan data yang diinput oleh petugas pelayanan fasilitas kesehatan setempat. Berdasarkan data manual, capaian vaksinasi untuk masyarakat umum sudah mencapai 64 persen, sementara lansia sudah mencapai 41 persen.

Pria yang juga menjabat Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Bondowoso tersebut menjelaskan, ada beberapa hal yang menyebabkan perbedaan data itu. Salah satunya karena nomor induk kependudukan (NIK) yang tidak aktif. “Tarikan (input data, Red) dari pusat itu tidak rutin setiap jam. Kadang sistemnya enam jam sekali tarik,” jelasnya, Jumat (24/12).

Walaupun demikian, Imron menegaskan, pihaknya masih akan terus menggenjot capaian vaksinasi. Karena itulah, pihaknya mengumpulkan 10 kecamatan dengan capaian vaksinasi rendah dan koordinasinya yang masih dinilai rendah. Kesepuluh kecamatan dimaksud yakni Kecamatan Tlogosari, Botolinggo, Tanaman, Tegalaampel, Pakem, Maesan, Curahdami, Sumberwringin, Cermee, serta Pujer.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/