alexametrics
26.5 C
Jember
Tuesday, 17 May 2022

Cara Aktifkan NIK Nonaktif

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Permasalahan nomor induk kependudukan (NIK) tidak aktif ternyata masih banyak dijumpai di Bondowoso. Padahal, untuk mengaktifkannya, dinas sudah menyediakan layanan berbasis digital berupa nomor WhatsApp. Layanan ini untuk melaporkan apabila NIK warga tidak aktif. Selain itu, untuk mengaktifkan kembali dapat langsung mendatangi kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) setempat.

Sebelumnya, ribuan kartu BPJS di Bondowoso tidak bisa digunakan akibat NIK yang bermasalah. Selain itu, sejumlah orang tidak bisa mendapatkan sertifikat vaksin, serta tidak tercatat di pusat jika sudah mendapatkan vaksin akibat hal yang sama.

Kepala Dispendukcapil Bondowoso Mohammad Tamim melalui Sekretaris Dispendukcapil Priyono Hadi Siswanto membenarkan bahwa hingga saat ini pihaknya masih menemukan NIK warga yang nonaktif. Menanggapi hal itu, pihaknya mengaku sudah memberikan layanan pengaduan melalui WhatsApp, atau bisa langsung mendatangi kantor dan akan diaktifkan kembali ke pusat. “Bisa langsung kirim ke nomor WA. Itu langsung ke pusat,” ungkapnya ketika dikonfirmasi, kemarin (24/11).

Mobile_AP_Rectangle 2

Dia menyebut, sebagian besar NIK masyarakat Bondowoso sudah aktif kembali. Kendati dirinya tidak menyangkal bahwa saat ini ada NIK yang masih tidak aktif. “Memang ada beberapa yang belum online. Kalau yang kapan hari yang ramai itu memang ada masalah server di pusat,” jelasnya.

Priyono juga menjelaskan, server di pusat untuk administrasi kependudukan ada dua macam. Satu server di antaranya terintegrasi dengan Dispendukcapil yang ada di kabupaten/kota seluruh Indonesia. Jadi, ketika data dari Dispendukcapil berubah, maka secara otomatis data di pusat juga ikut berubah.

Sementara, satu server lainnya dipakai atau diintegrasikan dengan beberapa lembaga. Seperti bank, BPJS, Kemenag, dan lainnya. Secara sistem, proses update harus dilakukan secara berkala. “Tapi, ketika jaringan terkendala pada waktu update, otomatis ada satu yang tidak masuk. Kendalanya di sini sebenarnya,” imbuhnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Permasalahan nomor induk kependudukan (NIK) tidak aktif ternyata masih banyak dijumpai di Bondowoso. Padahal, untuk mengaktifkannya, dinas sudah menyediakan layanan berbasis digital berupa nomor WhatsApp. Layanan ini untuk melaporkan apabila NIK warga tidak aktif. Selain itu, untuk mengaktifkan kembali dapat langsung mendatangi kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) setempat.

Sebelumnya, ribuan kartu BPJS di Bondowoso tidak bisa digunakan akibat NIK yang bermasalah. Selain itu, sejumlah orang tidak bisa mendapatkan sertifikat vaksin, serta tidak tercatat di pusat jika sudah mendapatkan vaksin akibat hal yang sama.

Kepala Dispendukcapil Bondowoso Mohammad Tamim melalui Sekretaris Dispendukcapil Priyono Hadi Siswanto membenarkan bahwa hingga saat ini pihaknya masih menemukan NIK warga yang nonaktif. Menanggapi hal itu, pihaknya mengaku sudah memberikan layanan pengaduan melalui WhatsApp, atau bisa langsung mendatangi kantor dan akan diaktifkan kembali ke pusat. “Bisa langsung kirim ke nomor WA. Itu langsung ke pusat,” ungkapnya ketika dikonfirmasi, kemarin (24/11).

Dia menyebut, sebagian besar NIK masyarakat Bondowoso sudah aktif kembali. Kendati dirinya tidak menyangkal bahwa saat ini ada NIK yang masih tidak aktif. “Memang ada beberapa yang belum online. Kalau yang kapan hari yang ramai itu memang ada masalah server di pusat,” jelasnya.

Priyono juga menjelaskan, server di pusat untuk administrasi kependudukan ada dua macam. Satu server di antaranya terintegrasi dengan Dispendukcapil yang ada di kabupaten/kota seluruh Indonesia. Jadi, ketika data dari Dispendukcapil berubah, maka secara otomatis data di pusat juga ikut berubah.

Sementara, satu server lainnya dipakai atau diintegrasikan dengan beberapa lembaga. Seperti bank, BPJS, Kemenag, dan lainnya. Secara sistem, proses update harus dilakukan secara berkala. “Tapi, ketika jaringan terkendala pada waktu update, otomatis ada satu yang tidak masuk. Kendalanya di sini sebenarnya,” imbuhnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Permasalahan nomor induk kependudukan (NIK) tidak aktif ternyata masih banyak dijumpai di Bondowoso. Padahal, untuk mengaktifkannya, dinas sudah menyediakan layanan berbasis digital berupa nomor WhatsApp. Layanan ini untuk melaporkan apabila NIK warga tidak aktif. Selain itu, untuk mengaktifkan kembali dapat langsung mendatangi kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) setempat.

Sebelumnya, ribuan kartu BPJS di Bondowoso tidak bisa digunakan akibat NIK yang bermasalah. Selain itu, sejumlah orang tidak bisa mendapatkan sertifikat vaksin, serta tidak tercatat di pusat jika sudah mendapatkan vaksin akibat hal yang sama.

Kepala Dispendukcapil Bondowoso Mohammad Tamim melalui Sekretaris Dispendukcapil Priyono Hadi Siswanto membenarkan bahwa hingga saat ini pihaknya masih menemukan NIK warga yang nonaktif. Menanggapi hal itu, pihaknya mengaku sudah memberikan layanan pengaduan melalui WhatsApp, atau bisa langsung mendatangi kantor dan akan diaktifkan kembali ke pusat. “Bisa langsung kirim ke nomor WA. Itu langsung ke pusat,” ungkapnya ketika dikonfirmasi, kemarin (24/11).

Dia menyebut, sebagian besar NIK masyarakat Bondowoso sudah aktif kembali. Kendati dirinya tidak menyangkal bahwa saat ini ada NIK yang masih tidak aktif. “Memang ada beberapa yang belum online. Kalau yang kapan hari yang ramai itu memang ada masalah server di pusat,” jelasnya.

Priyono juga menjelaskan, server di pusat untuk administrasi kependudukan ada dua macam. Satu server di antaranya terintegrasi dengan Dispendukcapil yang ada di kabupaten/kota seluruh Indonesia. Jadi, ketika data dari Dispendukcapil berubah, maka secara otomatis data di pusat juga ikut berubah.

Sementara, satu server lainnya dipakai atau diintegrasikan dengan beberapa lembaga. Seperti bank, BPJS, Kemenag, dan lainnya. Secara sistem, proses update harus dilakukan secara berkala. “Tapi, ketika jaringan terkendala pada waktu update, otomatis ada satu yang tidak masuk. Kendalanya di sini sebenarnya,” imbuhnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/