alexametrics
30.1 C
Jember
Saturday, 2 July 2022

Bondowos Rebut Juara Olahraga Tradisional Jawa Timur

Mobile_AP_Rectangle 1

Selain itu, dia juga berpesan, untuk generasi selanjutnya juga diharapkan dapat mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang didapatkan sebelumnya. Mengingat, para atlet yang saat ini bertanding tidak akan selamanya ada dalam tim itu. “Pesan kami, semoga generasi-generasi berikutnya mampu mempertahankan prestasi yang kami raih selama ini,” ujarnya.

Ternyata, di balik euforia kemenangan itu, ada kisah pilu yang mereka alami dari berangkat hingga ditetapkan sebagai juara. “Perjuangan kami untuk berangkat ke ortrad (olahraga tradisional, Red) sangat mengharukan. Kami berangkat dengan keyakinan juara walau kondisi kami yang sangat minim dari sektor tertentu,” ungkapnya.

“Air mata terus mengalir tanpa sadar melihat kontingen-kontingen lain menggunakan baju lengkap dan bagus-bagus. Kami cuma kostum yang dibawa dari Bondowoso,” imbuhnya. Bahkan, saat pemberian, hadiah lanjut Mashud, pihaknya hingga wasit nasional yang berasal dari Bondowoso serta menjabat Ketua Persatuan Wasit Gobak Sodor (PWGS) Bondowoso Wafi juga turut menangis di lapangan.

Mobile_AP_Rectangle 2

 

 

Jurnalis : Ilham Wahyudi
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Hafid Asnan

- Advertisement -

Selain itu, dia juga berpesan, untuk generasi selanjutnya juga diharapkan dapat mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang didapatkan sebelumnya. Mengingat, para atlet yang saat ini bertanding tidak akan selamanya ada dalam tim itu. “Pesan kami, semoga generasi-generasi berikutnya mampu mempertahankan prestasi yang kami raih selama ini,” ujarnya.

Ternyata, di balik euforia kemenangan itu, ada kisah pilu yang mereka alami dari berangkat hingga ditetapkan sebagai juara. “Perjuangan kami untuk berangkat ke ortrad (olahraga tradisional, Red) sangat mengharukan. Kami berangkat dengan keyakinan juara walau kondisi kami yang sangat minim dari sektor tertentu,” ungkapnya.

“Air mata terus mengalir tanpa sadar melihat kontingen-kontingen lain menggunakan baju lengkap dan bagus-bagus. Kami cuma kostum yang dibawa dari Bondowoso,” imbuhnya. Bahkan, saat pemberian, hadiah lanjut Mashud, pihaknya hingga wasit nasional yang berasal dari Bondowoso serta menjabat Ketua Persatuan Wasit Gobak Sodor (PWGS) Bondowoso Wafi juga turut menangis di lapangan.

 

 

Jurnalis : Ilham Wahyudi
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Hafid Asnan

Selain itu, dia juga berpesan, untuk generasi selanjutnya juga diharapkan dapat mempertahankan dan meningkatkan prestasi yang didapatkan sebelumnya. Mengingat, para atlet yang saat ini bertanding tidak akan selamanya ada dalam tim itu. “Pesan kami, semoga generasi-generasi berikutnya mampu mempertahankan prestasi yang kami raih selama ini,” ujarnya.

Ternyata, di balik euforia kemenangan itu, ada kisah pilu yang mereka alami dari berangkat hingga ditetapkan sebagai juara. “Perjuangan kami untuk berangkat ke ortrad (olahraga tradisional, Red) sangat mengharukan. Kami berangkat dengan keyakinan juara walau kondisi kami yang sangat minim dari sektor tertentu,” ungkapnya.

“Air mata terus mengalir tanpa sadar melihat kontingen-kontingen lain menggunakan baju lengkap dan bagus-bagus. Kami cuma kostum yang dibawa dari Bondowoso,” imbuhnya. Bahkan, saat pemberian, hadiah lanjut Mashud, pihaknya hingga wasit nasional yang berasal dari Bondowoso serta menjabat Ketua Persatuan Wasit Gobak Sodor (PWGS) Bondowoso Wafi juga turut menangis di lapangan.

 

 

Jurnalis : Ilham Wahyudi
Fotografer : Istimewa
Redaktur : Hafid Asnan

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/