alexametrics
27.8 C
Jember
Tuesday, 24 May 2022

Mayoritas Petani, DPRD Minta Pemkab Bondowoso Perhatikan Kesejahteraannya

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Setiap 24 September biasanya diperingati sebagai Hari Tani Nasional. Dalam kesempatan itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bondowoso meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso untuk memperhatikan taraf hidup dan kesejahteraan petani setempat.

Mengingat, warga Bondowoso ini rata-rata hidup dalam bidang pertanian. Karena itu, masyarakat menjalani hidupnya bergantung pada hasil pertanian mereka. Maka dari itu, hal tersebut harus didukung oleh anggaran yang memadai untuk menjalankan program-program pemerintah.

Untuk itu, Ketua Komisi II DPRD Bondowoso Andi Hermanto mengatakan bahwa pemerintah, khususnya tim anggaran kabupaten, seharusnya membuat skala prioritas dalam hal penganggaran. “Anggarannya bagaimana Dinas Pertanian yang merupakan wakil bupati yang membidangi pertanian. Itu bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada petani,” ungkapnya, Kemarin (24/9).

Mobile_AP_Rectangle 2

Tidak cukup sampai di situ, pria yang akrab disapa Andi ini juga meminta pemerintah tidak sekadar wacana dalam menjalankan program-program pertanian. Sehingga masyarakat setempat dapat merasakan betul dampak dari program itu.

Dia kemudian mencontohkan, salah satunya demonstration plot (demplot) di masing-masing desa dan kecamatan. Baginya, demplot yang menjadi percontohan untuk petani setempat hanya wacana sejak dahulu. “Sekarang kan percuma juga, program yang diluncurkan hanya sekadar wacana. Terus terang, rata-rata di Komisi II, selain anggota DPR juga petani, gitu loh,” ungkapnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Setiap 24 September biasanya diperingati sebagai Hari Tani Nasional. Dalam kesempatan itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bondowoso meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso untuk memperhatikan taraf hidup dan kesejahteraan petani setempat.

Mengingat, warga Bondowoso ini rata-rata hidup dalam bidang pertanian. Karena itu, masyarakat menjalani hidupnya bergantung pada hasil pertanian mereka. Maka dari itu, hal tersebut harus didukung oleh anggaran yang memadai untuk menjalankan program-program pemerintah.

Untuk itu, Ketua Komisi II DPRD Bondowoso Andi Hermanto mengatakan bahwa pemerintah, khususnya tim anggaran kabupaten, seharusnya membuat skala prioritas dalam hal penganggaran. “Anggarannya bagaimana Dinas Pertanian yang merupakan wakil bupati yang membidangi pertanian. Itu bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada petani,” ungkapnya, Kemarin (24/9).

Tidak cukup sampai di situ, pria yang akrab disapa Andi ini juga meminta pemerintah tidak sekadar wacana dalam menjalankan program-program pertanian. Sehingga masyarakat setempat dapat merasakan betul dampak dari program itu.

Dia kemudian mencontohkan, salah satunya demonstration plot (demplot) di masing-masing desa dan kecamatan. Baginya, demplot yang menjadi percontohan untuk petani setempat hanya wacana sejak dahulu. “Sekarang kan percuma juga, program yang diluncurkan hanya sekadar wacana. Terus terang, rata-rata di Komisi II, selain anggota DPR juga petani, gitu loh,” ungkapnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Setiap 24 September biasanya diperingati sebagai Hari Tani Nasional. Dalam kesempatan itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bondowoso meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso untuk memperhatikan taraf hidup dan kesejahteraan petani setempat.

Mengingat, warga Bondowoso ini rata-rata hidup dalam bidang pertanian. Karena itu, masyarakat menjalani hidupnya bergantung pada hasil pertanian mereka. Maka dari itu, hal tersebut harus didukung oleh anggaran yang memadai untuk menjalankan program-program pemerintah.

Untuk itu, Ketua Komisi II DPRD Bondowoso Andi Hermanto mengatakan bahwa pemerintah, khususnya tim anggaran kabupaten, seharusnya membuat skala prioritas dalam hal penganggaran. “Anggarannya bagaimana Dinas Pertanian yang merupakan wakil bupati yang membidangi pertanian. Itu bisa memberikan pelayanan yang maksimal kepada petani,” ungkapnya, Kemarin (24/9).

Tidak cukup sampai di situ, pria yang akrab disapa Andi ini juga meminta pemerintah tidak sekadar wacana dalam menjalankan program-program pertanian. Sehingga masyarakat setempat dapat merasakan betul dampak dari program itu.

Dia kemudian mencontohkan, salah satunya demonstration plot (demplot) di masing-masing desa dan kecamatan. Baginya, demplot yang menjadi percontohan untuk petani setempat hanya wacana sejak dahulu. “Sekarang kan percuma juga, program yang diluncurkan hanya sekadar wacana. Terus terang, rata-rata di Komisi II, selain anggota DPR juga petani, gitu loh,” ungkapnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/