alexametrics
30.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Membangkitkan Ekonomi Melalui Rencana Ekspor Wood Pellet

Energi Baru Terbarukan (EBT)

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Setelah sempat terhenti selama hampir 4 bulanan karena pandemi sejak Maret lalu, PT Indah Karya kembali menggeliat. BUMN yang salah satu usahanya dibidang Material bangunan (Plywood) sudah melakukan ekpor perdana Plywood di era new normal pada tangggal 3 September 2020 lalu. Hingga saat ini terus melakukan ekspor ke negara lainnya selain Malaysia dan Singapura.

Bahkan pada pekan ini perusahaan mengarahkan tujuan ekspornya ke Taiwan bersama Mitra KSO Buana Kassiti Grup. “Hari Jumat kemarin dan Sabtu ini kami mengirimkan lagi untuk yang keempat dan kelima kalinya ke negara tujuan. Untuk bulan depan order juga sudah penuh,” ujar Direktur Utama PT Indah Karya Nel Adianto, Sabtu (19/9/2020).

Tak hanya itu, kata Nel, perusahaan dengan pola skema kerja sama kemitraan (bagi hasil) atau dalam bentuk yang lebih ditingkatkan, terus berupaya melanjutkan langkah-langkah untuk membantu Pemerintah dalam menggerakkan geliat perekonomian. Salah satu diantaranya adalah lewat rencana export wood pellet di akhir Oktober 2020 ini dengan rencana penjualan export Rp 40-50 miliar per tahun.

Mobile_AP_Rectangle 2

“Wood pellet adalah salah satu EBT (Energi Baru Terbarukan) yang dihasilkan dari limbah  kayu olahan dari produksi plywood dan dari kayu buangan / sisa dari masyarakat lainnya yang diolah menghasilkan serbuk yang telah dipadatkan, sehingga menghasilkan kalor tertentu. Biasanya bahan wood pellet digunakan sebagai alternatif pengganti batubara,”kata dia.

Untuk membangun industri wood pellet ini, jelas Nel, pihaknya diilhami dari konsep supaya tidak ada limbah yang terbuang percuma. Selama ini pihaknya memproduksi plywood yang menghasilkan limbah yang terbuang begitu saja. Selain itu limbah yang sama pun berasal dari masyarakat. Sayangnya tidak ada nilai tambah sehingga mereka melakukan study pengelolaan limbah plywood menjadi woodpellet yang mempunyai nilai tambah yang cukup tinggi bisa diekspor.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Setelah sempat terhenti selama hampir 4 bulanan karena pandemi sejak Maret lalu, PT Indah Karya kembali menggeliat. BUMN yang salah satu usahanya dibidang Material bangunan (Plywood) sudah melakukan ekpor perdana Plywood di era new normal pada tangggal 3 September 2020 lalu. Hingga saat ini terus melakukan ekspor ke negara lainnya selain Malaysia dan Singapura.

Bahkan pada pekan ini perusahaan mengarahkan tujuan ekspornya ke Taiwan bersama Mitra KSO Buana Kassiti Grup. “Hari Jumat kemarin dan Sabtu ini kami mengirimkan lagi untuk yang keempat dan kelima kalinya ke negara tujuan. Untuk bulan depan order juga sudah penuh,” ujar Direktur Utama PT Indah Karya Nel Adianto, Sabtu (19/9/2020).

Tak hanya itu, kata Nel, perusahaan dengan pola skema kerja sama kemitraan (bagi hasil) atau dalam bentuk yang lebih ditingkatkan, terus berupaya melanjutkan langkah-langkah untuk membantu Pemerintah dalam menggerakkan geliat perekonomian. Salah satu diantaranya adalah lewat rencana export wood pellet di akhir Oktober 2020 ini dengan rencana penjualan export Rp 40-50 miliar per tahun.

“Wood pellet adalah salah satu EBT (Energi Baru Terbarukan) yang dihasilkan dari limbah  kayu olahan dari produksi plywood dan dari kayu buangan / sisa dari masyarakat lainnya yang diolah menghasilkan serbuk yang telah dipadatkan, sehingga menghasilkan kalor tertentu. Biasanya bahan wood pellet digunakan sebagai alternatif pengganti batubara,”kata dia.

Untuk membangun industri wood pellet ini, jelas Nel, pihaknya diilhami dari konsep supaya tidak ada limbah yang terbuang percuma. Selama ini pihaknya memproduksi plywood yang menghasilkan limbah yang terbuang begitu saja. Selain itu limbah yang sama pun berasal dari masyarakat. Sayangnya tidak ada nilai tambah sehingga mereka melakukan study pengelolaan limbah plywood menjadi woodpellet yang mempunyai nilai tambah yang cukup tinggi bisa diekspor.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Setelah sempat terhenti selama hampir 4 bulanan karena pandemi sejak Maret lalu, PT Indah Karya kembali menggeliat. BUMN yang salah satu usahanya dibidang Material bangunan (Plywood) sudah melakukan ekpor perdana Plywood di era new normal pada tangggal 3 September 2020 lalu. Hingga saat ini terus melakukan ekspor ke negara lainnya selain Malaysia dan Singapura.

Bahkan pada pekan ini perusahaan mengarahkan tujuan ekspornya ke Taiwan bersama Mitra KSO Buana Kassiti Grup. “Hari Jumat kemarin dan Sabtu ini kami mengirimkan lagi untuk yang keempat dan kelima kalinya ke negara tujuan. Untuk bulan depan order juga sudah penuh,” ujar Direktur Utama PT Indah Karya Nel Adianto, Sabtu (19/9/2020).

Tak hanya itu, kata Nel, perusahaan dengan pola skema kerja sama kemitraan (bagi hasil) atau dalam bentuk yang lebih ditingkatkan, terus berupaya melanjutkan langkah-langkah untuk membantu Pemerintah dalam menggerakkan geliat perekonomian. Salah satu diantaranya adalah lewat rencana export wood pellet di akhir Oktober 2020 ini dengan rencana penjualan export Rp 40-50 miliar per tahun.

“Wood pellet adalah salah satu EBT (Energi Baru Terbarukan) yang dihasilkan dari limbah  kayu olahan dari produksi plywood dan dari kayu buangan / sisa dari masyarakat lainnya yang diolah menghasilkan serbuk yang telah dipadatkan, sehingga menghasilkan kalor tertentu. Biasanya bahan wood pellet digunakan sebagai alternatif pengganti batubara,”kata dia.

Untuk membangun industri wood pellet ini, jelas Nel, pihaknya diilhami dari konsep supaya tidak ada limbah yang terbuang percuma. Selama ini pihaknya memproduksi plywood yang menghasilkan limbah yang terbuang begitu saja. Selain itu limbah yang sama pun berasal dari masyarakat. Sayangnya tidak ada nilai tambah sehingga mereka melakukan study pengelolaan limbah plywood menjadi woodpellet yang mempunyai nilai tambah yang cukup tinggi bisa diekspor.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/