alexametrics
26.6 C
Jember
Friday, 19 August 2022

Upaya Atasi Permasalahan Anak di Bondowoso

Permasalahan pada anak merupakan hal yang masih menjadi momok di Bondowoso. Sebab, hingga saat ini masih banyak ditemukan berbagai kasus yang menimpa anak. Mulai dari pelecehan hingga bullying. Bagaimana upaya mengatasinya?

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – “Satu, dua, tiga,” suara tersebut membuat sejumlah anak melakukan gerakan kompak. Diiringi musik, mereka dengan riang gembira melakukan senam bersama di halaman pendapa bupati. Namun, ternyata di balik keceriaan anak, masih ada momok kasus yang terjadi pada anak di Bondowoso. Termasuk di antaranya kasus pembulian di lembaga pendidikan.

BACA JUGA : Selebritas, Pejabat, dan Jenama Lokal Semarakkan Citayam Fashion Week

Spesialis Perlindungan Anak UNICEF Perwakilan Surabaya Naning Pudji Julianingsih menerangkan, isu-isu perlindungan anak tidak semakin mudah. Melainkan semakin beragam. Terlebih lagi di era digital saat ini. Anak-anak bisa mengakses internet dengan mudah. Terbaru, ada seorang anak yang menjadi korban bullying. Dia dipaksa memperkosa binatang. “Ini di luar nalar kita. Itu dilakukan oleh pelakunya yang juga anak,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Oleh sebab itu, Pemkab Bondowoso bersama Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur, serta UNICEF-LPKIPI me-launching program Safe and Friendly Environment for Children (SAFE4C). Selanjutnya, mereka akan mendampingi lima desa untuk realisasi program tersebut. Yaitu Desa Sumbersari dan Desa Suco Lor di Kecamatan Maesan, Desa Gubrih dan Desa Ampelan di Kecamatan Wringin, serta Desa Tangsil Wetan di Kecamatan Wonosari.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – “Satu, dua, tiga,” suara tersebut membuat sejumlah anak melakukan gerakan kompak. Diiringi musik, mereka dengan riang gembira melakukan senam bersama di halaman pendapa bupati. Namun, ternyata di balik keceriaan anak, masih ada momok kasus yang terjadi pada anak di Bondowoso. Termasuk di antaranya kasus pembulian di lembaga pendidikan.

BACA JUGA : Selebritas, Pejabat, dan Jenama Lokal Semarakkan Citayam Fashion Week

Spesialis Perlindungan Anak UNICEF Perwakilan Surabaya Naning Pudji Julianingsih menerangkan, isu-isu perlindungan anak tidak semakin mudah. Melainkan semakin beragam. Terlebih lagi di era digital saat ini. Anak-anak bisa mengakses internet dengan mudah. Terbaru, ada seorang anak yang menjadi korban bullying. Dia dipaksa memperkosa binatang. “Ini di luar nalar kita. Itu dilakukan oleh pelakunya yang juga anak,” katanya.

Oleh sebab itu, Pemkab Bondowoso bersama Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur, serta UNICEF-LPKIPI me-launching program Safe and Friendly Environment for Children (SAFE4C). Selanjutnya, mereka akan mendampingi lima desa untuk realisasi program tersebut. Yaitu Desa Sumbersari dan Desa Suco Lor di Kecamatan Maesan, Desa Gubrih dan Desa Ampelan di Kecamatan Wringin, serta Desa Tangsil Wetan di Kecamatan Wonosari.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – “Satu, dua, tiga,” suara tersebut membuat sejumlah anak melakukan gerakan kompak. Diiringi musik, mereka dengan riang gembira melakukan senam bersama di halaman pendapa bupati. Namun, ternyata di balik keceriaan anak, masih ada momok kasus yang terjadi pada anak di Bondowoso. Termasuk di antaranya kasus pembulian di lembaga pendidikan.

BACA JUGA : Selebritas, Pejabat, dan Jenama Lokal Semarakkan Citayam Fashion Week

Spesialis Perlindungan Anak UNICEF Perwakilan Surabaya Naning Pudji Julianingsih menerangkan, isu-isu perlindungan anak tidak semakin mudah. Melainkan semakin beragam. Terlebih lagi di era digital saat ini. Anak-anak bisa mengakses internet dengan mudah. Terbaru, ada seorang anak yang menjadi korban bullying. Dia dipaksa memperkosa binatang. “Ini di luar nalar kita. Itu dilakukan oleh pelakunya yang juga anak,” katanya.

Oleh sebab itu, Pemkab Bondowoso bersama Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Jawa Timur, serta UNICEF-LPKIPI me-launching program Safe and Friendly Environment for Children (SAFE4C). Selanjutnya, mereka akan mendampingi lima desa untuk realisasi program tersebut. Yaitu Desa Sumbersari dan Desa Suco Lor di Kecamatan Maesan, Desa Gubrih dan Desa Ampelan di Kecamatan Wringin, serta Desa Tangsil Wetan di Kecamatan Wonosari.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/