alexametrics
23 C
Jember
Friday, 20 May 2022

Sewa 1.000 Pohon, Bergelut dengan Ketinggian

Mulyono, 19 Tahun Tekuni Bisnis Pinang Muda Buah pinang muda ternyata memiliki sejuta manfaat. Tak hanya itu, nilai jualnya pun cukup tinggi. Peluang bisnis inilah yang dimanfaatkan oleh Mulyono, 40, warga di Bondowoso. Ia bisa meraup puluhan juta rupiah setiap bulan.

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Usaha yang dijalani Mulyono, warga Dusun Krajan, Desa Banyuwulu, Kecamatan Wringin, ini sudah berlangsung selama 19 tahun. Yakni sejak tahun 2002 lalu.

“Awalnya saya diajak teman, belajar bagaimana prosesnya. Kok cukup menguntungkan. Akhirnya, saya lanjutkan hingga saat ini,” ungkapnya.

Mulyono menyewa pohon pinang milik petani. Disewa sebelum berbuah. Adapun harga sewa Rp 7-15 ribu per pohon. “Itu disewa selama satu tahun. Harga sewa tergantung potensi banyaknya buah pohon tersebut. Semakin lebat, semakin mahal,” katanya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Awal memulai usaha buah pinang muda, Mulyono hanya mampu menyewa 100 pohon pinang. Tetapi, saat ini dia sudah menyewa 1.000 pohon.

“Saya sewanya tidak hanya di satu desa. Tersebar di lima desa. Yaitu Desa Jati Tamban, Gubrih, Ampelan, Banyuwulu, dan Desa Wringin,” jelasnya.

Prioritas buah yang dipanen dan diproses adalah buah pinang muda. Sebab, kalau yang tua harganya murah. “Buah pinang dipanen saat umur tiga bulan sejak berbunga. Ada juga yang telanjur tua, tapi dilainkan, dan harganya lebih murah,” paparnya.

Adapun musim buah pinang dari bulan Januari sampai Juli. Setelah itu, pihaknya menunggu agar berbuah lagi di awal tahun berikutnya. Segala proses dilakukannya secara mandiri. Mulyono memanjat sendiri pohon pinang saat musim panen.

“Paling rendah pohonnya 10-15 meter. Ada juga yang 30 meter. Dalam satu pohon hasilnya bervariasi. Tergantung banyaknya buah. Ada juga yang tak berbuah,” jelasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Usaha yang dijalani Mulyono, warga Dusun Krajan, Desa Banyuwulu, Kecamatan Wringin, ini sudah berlangsung selama 19 tahun. Yakni sejak tahun 2002 lalu.

“Awalnya saya diajak teman, belajar bagaimana prosesnya. Kok cukup menguntungkan. Akhirnya, saya lanjutkan hingga saat ini,” ungkapnya.

Mulyono menyewa pohon pinang milik petani. Disewa sebelum berbuah. Adapun harga sewa Rp 7-15 ribu per pohon. “Itu disewa selama satu tahun. Harga sewa tergantung potensi banyaknya buah pohon tersebut. Semakin lebat, semakin mahal,” katanya.

Awal memulai usaha buah pinang muda, Mulyono hanya mampu menyewa 100 pohon pinang. Tetapi, saat ini dia sudah menyewa 1.000 pohon.

“Saya sewanya tidak hanya di satu desa. Tersebar di lima desa. Yaitu Desa Jati Tamban, Gubrih, Ampelan, Banyuwulu, dan Desa Wringin,” jelasnya.

Prioritas buah yang dipanen dan diproses adalah buah pinang muda. Sebab, kalau yang tua harganya murah. “Buah pinang dipanen saat umur tiga bulan sejak berbunga. Ada juga yang telanjur tua, tapi dilainkan, dan harganya lebih murah,” paparnya.

Adapun musim buah pinang dari bulan Januari sampai Juli. Setelah itu, pihaknya menunggu agar berbuah lagi di awal tahun berikutnya. Segala proses dilakukannya secara mandiri. Mulyono memanjat sendiri pohon pinang saat musim panen.

“Paling rendah pohonnya 10-15 meter. Ada juga yang 30 meter. Dalam satu pohon hasilnya bervariasi. Tergantung banyaknya buah. Ada juga yang tak berbuah,” jelasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Usaha yang dijalani Mulyono, warga Dusun Krajan, Desa Banyuwulu, Kecamatan Wringin, ini sudah berlangsung selama 19 tahun. Yakni sejak tahun 2002 lalu.

“Awalnya saya diajak teman, belajar bagaimana prosesnya. Kok cukup menguntungkan. Akhirnya, saya lanjutkan hingga saat ini,” ungkapnya.

Mulyono menyewa pohon pinang milik petani. Disewa sebelum berbuah. Adapun harga sewa Rp 7-15 ribu per pohon. “Itu disewa selama satu tahun. Harga sewa tergantung potensi banyaknya buah pohon tersebut. Semakin lebat, semakin mahal,” katanya.

Awal memulai usaha buah pinang muda, Mulyono hanya mampu menyewa 100 pohon pinang. Tetapi, saat ini dia sudah menyewa 1.000 pohon.

“Saya sewanya tidak hanya di satu desa. Tersebar di lima desa. Yaitu Desa Jati Tamban, Gubrih, Ampelan, Banyuwulu, dan Desa Wringin,” jelasnya.

Prioritas buah yang dipanen dan diproses adalah buah pinang muda. Sebab, kalau yang tua harganya murah. “Buah pinang dipanen saat umur tiga bulan sejak berbunga. Ada juga yang telanjur tua, tapi dilainkan, dan harganya lebih murah,” paparnya.

Adapun musim buah pinang dari bulan Januari sampai Juli. Setelah itu, pihaknya menunggu agar berbuah lagi di awal tahun berikutnya. Segala proses dilakukannya secara mandiri. Mulyono memanjat sendiri pohon pinang saat musim panen.

“Paling rendah pohonnya 10-15 meter. Ada juga yang 30 meter. Dalam satu pohon hasilnya bervariasi. Tergantung banyaknya buah. Ada juga yang tak berbuah,” jelasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/