alexametrics
24.6 C
Jember
Monday, 23 May 2022

Pelimpahan Calon Jamaah Haji Ada Syaratnya

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemberangkatan haji tahun ini memang ditiadakan. Ada kursi calon jamaah yang dilimpahkan. Namun Kemenag tidak bisa sembarangan. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Salah satunya pelimpahan hanya bisa dilakukan pada orang-orang tertentu.

Kasi Pelaksanaan Haji dan Umrah H Mudassir menyampaikan, calon jamaah haji bisa mengalihkan atau melimpahkan kepada ahli waris, orang tua calon jamaah, serta anaknya. Jadi, tidak bisa dilimpahkan kepada semua orang untuk menjadi calon jamaah haji.

Pelimpahan bisa dilakukan jika ada dua hal yang melatarbelakangi pelimpahan tersebut. Pertama, calon jamaah meninggal dunia. Kedua, calon jamaah mengalami sakit permanen atau sakit dengan kemungkinan sembuhnya sangat minim.

Mobile_AP_Rectangle 2

Calon jamaah yang meninggal harus dibuktikan dengan akta kematian yang dikeluarkan oleh Dispendukcapil setempat. Jadi, bukan hanya surat keterangan kematian yang dikeluarkan oleh desa tempat tinggal jamaah. “Itu sebagai persyaratan utama,” katanya.

Sementara, untuk alasan sakit permanen harus dibuktikan dengan surat keterangan dari tim dokter rumah sakit. “Kalau dokter pribadi, kami gak mau. Harus ada stempel dari tim dokter rumah sakit,” tegasnya.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemberangkatan haji tahun ini memang ditiadakan. Ada kursi calon jamaah yang dilimpahkan. Namun Kemenag tidak bisa sembarangan. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Salah satunya pelimpahan hanya bisa dilakukan pada orang-orang tertentu.

Kasi Pelaksanaan Haji dan Umrah H Mudassir menyampaikan, calon jamaah haji bisa mengalihkan atau melimpahkan kepada ahli waris, orang tua calon jamaah, serta anaknya. Jadi, tidak bisa dilimpahkan kepada semua orang untuk menjadi calon jamaah haji.

Pelimpahan bisa dilakukan jika ada dua hal yang melatarbelakangi pelimpahan tersebut. Pertama, calon jamaah meninggal dunia. Kedua, calon jamaah mengalami sakit permanen atau sakit dengan kemungkinan sembuhnya sangat minim.

Calon jamaah yang meninggal harus dibuktikan dengan akta kematian yang dikeluarkan oleh Dispendukcapil setempat. Jadi, bukan hanya surat keterangan kematian yang dikeluarkan oleh desa tempat tinggal jamaah. “Itu sebagai persyaratan utama,” katanya.

Sementara, untuk alasan sakit permanen harus dibuktikan dengan surat keterangan dari tim dokter rumah sakit. “Kalau dokter pribadi, kami gak mau. Harus ada stempel dari tim dokter rumah sakit,” tegasnya.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Pemberangkatan haji tahun ini memang ditiadakan. Ada kursi calon jamaah yang dilimpahkan. Namun Kemenag tidak bisa sembarangan. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi. Salah satunya pelimpahan hanya bisa dilakukan pada orang-orang tertentu.

Kasi Pelaksanaan Haji dan Umrah H Mudassir menyampaikan, calon jamaah haji bisa mengalihkan atau melimpahkan kepada ahli waris, orang tua calon jamaah, serta anaknya. Jadi, tidak bisa dilimpahkan kepada semua orang untuk menjadi calon jamaah haji.

Pelimpahan bisa dilakukan jika ada dua hal yang melatarbelakangi pelimpahan tersebut. Pertama, calon jamaah meninggal dunia. Kedua, calon jamaah mengalami sakit permanen atau sakit dengan kemungkinan sembuhnya sangat minim.

Calon jamaah yang meninggal harus dibuktikan dengan akta kematian yang dikeluarkan oleh Dispendukcapil setempat. Jadi, bukan hanya surat keterangan kematian yang dikeluarkan oleh desa tempat tinggal jamaah. “Itu sebagai persyaratan utama,” katanya.

Sementara, untuk alasan sakit permanen harus dibuktikan dengan surat keterangan dari tim dokter rumah sakit. “Kalau dokter pribadi, kami gak mau. Harus ada stempel dari tim dokter rumah sakit,” tegasnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/