alexametrics
26.6 C
Jember
Sunday, 29 May 2022

Hewan Kurban Harus Dipastikan Sehat

Mobile_AP_Rectangle 1

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Idul Adha 1442 H semakin dekat. Masyarakat ada yang sudah mulai menyiapkan hewan kurban. Satu hal yang harus diperhatikan yakni memastikan hewan yang akan menjadi kurban dipastikan kesehatannya.

Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Bondowoso dr Cendy Herdiawan mengatakan, untuk memastikan kesehatan hewan, biasanya pihaknya melakukan pemeriksaan pada H-7 Idul Adha. Sasarannya lapak penjual hewan kurban dan lembaga penyalur kurban.

Pihaknya akan memberikan semacam sertifikat kepada pedagang yang hewan ternaknya sehat. Ada sertifikat sehat dari petugas, untuk hewan-hewan yang dijual. “Jika ada yang tidak sehat, kami kasih tanda, supaya tidak dijual. Biasanya kami pakai cat. Jadi, masyarakat yang mau beli, kalau ada tanda khusus, jangan dibeli,” terangnya.

Mobile_AP_Rectangle 2

Menurut dia, penyakit-penyakit itu bisa diantisipasi dengan berbagai pemeriksaan. Pihaknya menyebutkan, pemeriksaan dilakukan secara berkala. Di antaranya antemortem atau pemeriksaan sebelum hewan dipotong, serta postmortem atau pemeriksaan setelah hewan dipotong. Biasanya akan banyak petugas dilibatkan untuk melakukan pemeriksaan ini. Apalagi pemeriksaan dilakukan menyeluruh di seluruh Bondowoso.

- Advertisement -

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Idul Adha 1442 H semakin dekat. Masyarakat ada yang sudah mulai menyiapkan hewan kurban. Satu hal yang harus diperhatikan yakni memastikan hewan yang akan menjadi kurban dipastikan kesehatannya.

Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Bondowoso dr Cendy Herdiawan mengatakan, untuk memastikan kesehatan hewan, biasanya pihaknya melakukan pemeriksaan pada H-7 Idul Adha. Sasarannya lapak penjual hewan kurban dan lembaga penyalur kurban.

Pihaknya akan memberikan semacam sertifikat kepada pedagang yang hewan ternaknya sehat. Ada sertifikat sehat dari petugas, untuk hewan-hewan yang dijual. “Jika ada yang tidak sehat, kami kasih tanda, supaya tidak dijual. Biasanya kami pakai cat. Jadi, masyarakat yang mau beli, kalau ada tanda khusus, jangan dibeli,” terangnya.

Menurut dia, penyakit-penyakit itu bisa diantisipasi dengan berbagai pemeriksaan. Pihaknya menyebutkan, pemeriksaan dilakukan secara berkala. Di antaranya antemortem atau pemeriksaan sebelum hewan dipotong, serta postmortem atau pemeriksaan setelah hewan dipotong. Biasanya akan banyak petugas dilibatkan untuk melakukan pemeriksaan ini. Apalagi pemeriksaan dilakukan menyeluruh di seluruh Bondowoso.

BONDOWOSO, RADARJEMBER.ID – Idul Adha 1442 H semakin dekat. Masyarakat ada yang sudah mulai menyiapkan hewan kurban. Satu hal yang harus diperhatikan yakni memastikan hewan yang akan menjadi kurban dipastikan kesehatannya.

Kabid Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Bondowoso dr Cendy Herdiawan mengatakan, untuk memastikan kesehatan hewan, biasanya pihaknya melakukan pemeriksaan pada H-7 Idul Adha. Sasarannya lapak penjual hewan kurban dan lembaga penyalur kurban.

Pihaknya akan memberikan semacam sertifikat kepada pedagang yang hewan ternaknya sehat. Ada sertifikat sehat dari petugas, untuk hewan-hewan yang dijual. “Jika ada yang tidak sehat, kami kasih tanda, supaya tidak dijual. Biasanya kami pakai cat. Jadi, masyarakat yang mau beli, kalau ada tanda khusus, jangan dibeli,” terangnya.

Menurut dia, penyakit-penyakit itu bisa diantisipasi dengan berbagai pemeriksaan. Pihaknya menyebutkan, pemeriksaan dilakukan secara berkala. Di antaranya antemortem atau pemeriksaan sebelum hewan dipotong, serta postmortem atau pemeriksaan setelah hewan dipotong. Biasanya akan banyak petugas dilibatkan untuk melakukan pemeriksaan ini. Apalagi pemeriksaan dilakukan menyeluruh di seluruh Bondowoso.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/