alexametrics
26.4 C
Jember
Tuesday, 28 June 2022

Warga Petung Protes Bau Busuk Kandang Ayam

Mobile_AP_Rectangle 1

PETUNG, Radar Ijen – Puluhan warga Desa Petung, Kecamatan Curahdami, terlihat memadati Balai Desa Petung, kemarin (24/5). Mereka bukan sedang menerima bantuan atau lainnya. Melainkan sedang unjuk rasa terkait keluhannya terhadap bau kandang ayam.

BACA JUGA : Larang Sekolah Bebani Siswa Saat Ambil Ijazah

Berdasarkan penelusuran Jawa Pos Radar Ijen, lokasi kandang yang dikeluhkan oleh warga memang jaraknya sangat dekat dengan rumah warga. Bahkan ada kandang ayam yang jaraknya tidak sampai 10 meter. Padahal, berdasarkan aturan, jarak minimal kandang dengan permukiman 500 meter. Hal itu tentu membuat bau yang ditimbulkan dari kotoran ayam sangat mengganggu warga.

Mobile_AP_Rectangle 2

Koordinator aksi, Arbain Nawawi, mengatakan, bau menyengat dari kotoran ayam petelur merupakan salah satu alasan warga menggelar unjuk rasa. Apalagi bau tersebut juga diduga mengakibatkan sejumlah warga mengalami gangguan pernapasan. “Ketika kontrol (periksa, Red) ke dokter penyebab sakit pernapasan itu, kemungkinan salah satunya disebabkan polusi udara dari bau kandang ayam itu,” jelasnya.

Oleh sebab itu, pihaknya menegaskan meminta pemilik peternakan ayam untuk memindahkan kandangnya ke tempat yang jauh dari permukiman. Agar bau yang ditimbulkan tidak mengganggu kenyamanan masyarakat. Terlebih, selama beberapa tahun mereka merasa dirugikan. “Itu merugikan kami, secara jasmani dan rohani,” cetusnya.

- Advertisement -

PETUNG, Radar Ijen – Puluhan warga Desa Petung, Kecamatan Curahdami, terlihat memadati Balai Desa Petung, kemarin (24/5). Mereka bukan sedang menerima bantuan atau lainnya. Melainkan sedang unjuk rasa terkait keluhannya terhadap bau kandang ayam.

BACA JUGA : Larang Sekolah Bebani Siswa Saat Ambil Ijazah

Berdasarkan penelusuran Jawa Pos Radar Ijen, lokasi kandang yang dikeluhkan oleh warga memang jaraknya sangat dekat dengan rumah warga. Bahkan ada kandang ayam yang jaraknya tidak sampai 10 meter. Padahal, berdasarkan aturan, jarak minimal kandang dengan permukiman 500 meter. Hal itu tentu membuat bau yang ditimbulkan dari kotoran ayam sangat mengganggu warga.

Koordinator aksi, Arbain Nawawi, mengatakan, bau menyengat dari kotoran ayam petelur merupakan salah satu alasan warga menggelar unjuk rasa. Apalagi bau tersebut juga diduga mengakibatkan sejumlah warga mengalami gangguan pernapasan. “Ketika kontrol (periksa, Red) ke dokter penyebab sakit pernapasan itu, kemungkinan salah satunya disebabkan polusi udara dari bau kandang ayam itu,” jelasnya.

Oleh sebab itu, pihaknya menegaskan meminta pemilik peternakan ayam untuk memindahkan kandangnya ke tempat yang jauh dari permukiman. Agar bau yang ditimbulkan tidak mengganggu kenyamanan masyarakat. Terlebih, selama beberapa tahun mereka merasa dirugikan. “Itu merugikan kami, secara jasmani dan rohani,” cetusnya.

PETUNG, Radar Ijen – Puluhan warga Desa Petung, Kecamatan Curahdami, terlihat memadati Balai Desa Petung, kemarin (24/5). Mereka bukan sedang menerima bantuan atau lainnya. Melainkan sedang unjuk rasa terkait keluhannya terhadap bau kandang ayam.

BACA JUGA : Larang Sekolah Bebani Siswa Saat Ambil Ijazah

Berdasarkan penelusuran Jawa Pos Radar Ijen, lokasi kandang yang dikeluhkan oleh warga memang jaraknya sangat dekat dengan rumah warga. Bahkan ada kandang ayam yang jaraknya tidak sampai 10 meter. Padahal, berdasarkan aturan, jarak minimal kandang dengan permukiman 500 meter. Hal itu tentu membuat bau yang ditimbulkan dari kotoran ayam sangat mengganggu warga.

Koordinator aksi, Arbain Nawawi, mengatakan, bau menyengat dari kotoran ayam petelur merupakan salah satu alasan warga menggelar unjuk rasa. Apalagi bau tersebut juga diduga mengakibatkan sejumlah warga mengalami gangguan pernapasan. “Ketika kontrol (periksa, Red) ke dokter penyebab sakit pernapasan itu, kemungkinan salah satunya disebabkan polusi udara dari bau kandang ayam itu,” jelasnya.

Oleh sebab itu, pihaknya menegaskan meminta pemilik peternakan ayam untuk memindahkan kandangnya ke tempat yang jauh dari permukiman. Agar bau yang ditimbulkan tidak mengganggu kenyamanan masyarakat. Terlebih, selama beberapa tahun mereka merasa dirugikan. “Itu merugikan kami, secara jasmani dan rohani,” cetusnya.

BERITA TERKINI

Wajib Dibaca

/